Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 65


__ADS_3

Riko tampak heran saat melihat kak Chintya yang masuk bersama Sonia dan Dio. Sejujurnya, ia sengaja menolak dokter Dio untuk mengobatinya agar Sonia tidak perlu bertemu dokter Dio sebelum hubungan keduanya kembali membaik. Ia bahkan bersikeras meminta agar kak Chintya tidak meminta Sonia untuk membawa dokter Dio ke rumahnya.


Setelah sampai di kamar Riko, Dio segera menaruh tas yang berisi alat medis itu keatas meja. Setelahnya, ia memakai stetoskop, dan mulai menjalankan tugasnya. Dokter Dio mengerutkan dahinya, saat tidak mendapati penyakit apapun ditubuh pasiennya.


"Apa yang bapak rasakan?" tanya dokter Dio


"Saya mual kalau pagi" jawab Riko lemah, yang dijawab anggukan oleh dokter Dio


"Bagaimana dokter Dio, Riko sakit apa?" tanya kak Chintya saat melihat dokter Dio selesai bertanya pada Riko


Dokter Dio melirik Sonia yang tertunduk diam. Rentetan pertanyaan tengah berkecamuk dalam benak Dio saat ini. Ia bahkan sampai tidak menghiraukan pertanyaan kak Chintya yang menunggu jawaban.

__ADS_1


"Dokter Dio?" tanya kak Chintya kembali


"Maaf, saya tidak fokus tadi. Pak Riko mengalami... " Riko melirik Sonia yang tampak menegakkan kepalanya sembari menggelengkan kepala, seakan meminta agar dirinya tidak mengatakan kepada kak Chintya tentang dugaannya mengenai kondisi Riko


"Dokter Dio?" untuk ketiga kalinya, kak Chintya bertanya pada dokter Dio, karena sejak tadi, dokter Dio belum menjawab pertanyaan yang ia ajukan


"Pak Riko hanya terlalu lelah nona, dengan istirahat yang cukup, beliau pasti akan bisa cepat pulih. saran saya, pak Riko harus bed rest untuk sementara waktu nona"


"Seperti yang saya katakan diawal, bahwa pak Riko hanya terlalu capek, dan untuk memulihkan kesembuhannya maka beliau harus bed rest selama beberapa hari" jawab dokter Dio kembali menjelaskan "Saya hanya akan meninggalkan obat yang mungkin bisa mengurangi mual yang dialami pak Riko" ucap dokter Dio kembali, sembari mengeluarkan beberapa obat dari tas medisnya. "Kalau begitu saya permisi nona"


"Iya, terima kasih banyak dokter Dio, Sonia tolong antar dokter Dio kedepan ya" pinta kak Chintya, yang langsung dijawab Sonia dengan anggukan.

__ADS_1


"Jadi ini alasan kamu selalu berada disisi Riko?" tanya Dio setelah keduanya berada di pintu depan kediaman Dirgantara


"Maksud kamu?" tanya Sonia bingung


"Kamu hamil kan? Dan yang sekarang dialami Riko, itu adalah akibat dari kehamilan simpatik kamu. Aku tidak menyangka jika ternyata kamu tega mengkhianati aku sejak lama Son"


"Dio aku... "


"Aku sudah berfikir beberapa hari ini untuk bisa berjuang meminta maaf dari kamu, dan melanjutkan hubungan kita. Tapi hari ini, setelah aku tahu tentang semua ini. Maka aku rasa kita memang tidak seharusnya memperbaiki apapun" ucap Dio, dan setelahnya ia pergi meninggalkan Sonia


Sonia hanya menatap kepergian Dio dengan diam. Ia tidak ingin mengatakan klarifikasi apapun terkait dugaan dio. Ia rasa ini bukan waktu yang tepat untuk Dio tahu semua tentang hal ini. Biarlah dirinya dan Dio menjalani hubungan rumit ini untuk sementara, agar mereka tahu artinya kehilangan, dqn nanti saat waktunya tiba, saat dirinya dibebaskan dari tugas untuk memenuhi semua ngidam Riko, maka ia berjanji untuk memperbaiki hubungannya dengan Dio kembali. Sonia kembali masuk ke kediaman Dirgantara, saat ia bayangan mobil Dio berjalan semakin jauh hingga tidak lagi terlihat

__ADS_1


__ADS_2