
Dokter Dio meraih jasnya yang ia letakkan di kursinya, setelah itu ia berjalan menuju ruangan dokter Stephanie. Ia akan menuntaskan rasa penasarannya, dengan begitu maka kesalahfahaman yang terjadi antara dirinya dan Sonia akan terselesaikan. Dokter Dio mengetuk pintu ruangan dokter Stephanie, dan baru membukanya saat mendengar suara dokter Stephanie yang menyahut
"Dokter Dio?"
"Maaf dokter Stephanie, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu, apakah anda sibuk?" tanya dokter Dio
"Tidak, aku baru akan ke kantin untuk makan siang" jawab dokter Stephanie
"Baiklah, kita bicara di kantin saja. Mari"
Dokter Dio dan dokter Stephanie berjalan menuju kantin dengan diselingi candaan. Sesekali berbagi cerita tentang suka dan duka keduanya. Hingga akhirnya keduanya tiba di kantin rumah sakit, setelah memesan makanan yang akan mereka santap siang itu, dokter Stephanie mulai pembicaraan
"Jadi apa yang ingin dokter Dio tanyakan?" tanya dokter Stephanie
"Jangan terlalu formal dokter Stephanie, aku hanya ingin menanyakan tentang... " dokter Dio menggantung kalimatnya, ia tidak tahu harus mulai darimana pertanyaannya ini
"Tentang?"
__ADS_1
"Mmm itu... Tentang Bianca, maksudku nyonya Bianca. Siapa dia? Mengapa dia mengatakan bahwa dirinya adalah nyonya Dirgantara?"
"Anda... Maaf maksud saya, kamu benar benar tidak tahu?" tanya dokter Stephanie memastikan
"Iya, memang siapa dia?"
"Dia adalah Bianca Andini Prabaswara, putri tunggal tuan Andre Prabaswara. Beberapa bulan yang lalu pernikahan besar itu berlangsung, pernikahan antara tuan Riko dan nyonya Bianca"
"Pernikahan? Mengapa aku bisa sampai tidak tahu?"
"Seingatku saat pernikahan tuan riko, kamu sedang bertugas di papua, dan jaringan internet disana sedang buruk karena bencana yang saat itu terjadi. Jadi kemungkinan kamu memang tidak tahu" jawab dokter Stephanie
"Sebenarnya ini adalah privacy pasien, dan aku juga tidak bisa menyebarluaskan karena ini menyangkut karier dan nama baikku, tapi karena kamu adalah temanku, jadi biar aku beritahu" dokter Stephanie memajukan tubuhnya untuk berbisik terhadap dokter Dio, dan dokter Dio yang mengerti ikut memajukan tubuhnya untuk mendengar apa yang akan dikatakan oleh dokter Stephanie "Nyonya Bianca hamil 8 minggu"
Dokter Dio terdiam setelah mendengar penuturan dokter Stephanie. Dokter Dio mencoba menghubungkan berbagai kejadian yang ia alami, dimulai dari hari saat ia melihat Sonia membeli buah untuk Riko yang sedang ngidam, tepat dua bulan yang lalu. Hingga akhirnya membuat kesalahfahaman terjadi antara dirinya dan Sonia.
"Tapi kamu yakin bahwa tuan Riko sudah menikah dengan nyonya Bianca?" tanya dokter Dio memastikan yang dijawab anggukan oleh dokter Stephanie
__ADS_1
Dokter Dio segera beranjak dari kursinya dan berjalan meninggalkan dokter Stephanie, bahkan makanan yang tadi ia pesan pun tidak sempat ia makan. Tujuannya saat ini adalah kantor D'corp untuk menemui Sonia. Ia akan meluruskan kesalahfahamannya dan membuat Sonia kembali menjadi kekasihnya. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya Dio sampai di perusahaan tempat Sonia bekerja, tepatnya di perusahaan milik keluarga Dirgantara
"Selamat siang, bisa bertemu dengan sekretaris Sonia?" tanya Riko pada resepsionis
"Siang dokter Dio, apakah sudah ada janji sebelumnya?" tanya resepsionis, dokter Dio bukan lagi orang asing bagi mereka karena sebelum ini, dokter Dio memang sering mengunjungi sekretaris Sonia
"Belum"
"Baik, tunggu sebentar dokter"resepsionis itu segera memencet telepon dan menghubungi Sonia di ruangannya
"Hallo" terdengar suara Sonia diseberang sana
"Maaf ibu Sonia, dibawah ada dokter Dio yang ingin menemui anda"
"Saya tidak ada waktu, katakan padanya saya sibuk"
"Baik bu" resepsionis itu meletakkan gagang teleponnya dan kembali menatap dokter Dio "Maaf dokter, ibu Sonia sedang sibuk"
__ADS_1
"Tidak bisakah saya menemuinya sebentar saja?" tanya dokter Dio sekali lagi
"Maaf dokter, saya tidak nerani membantah ucapan ibu Sonia, beliau adalah orang kedua yang setiap perkataannya harus dituruti di kantor ini"