Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 59


__ADS_3

Riko membuka handphone-nya saat mendengar dentingan yang menandakan pesan masuk. Nama Sonia terlihat dibarisan teratas pesan whatsapp-nya. Riko segera membuka pesan dari Sonia yang ternyata mengirimkan foto Bianca yang diambil secara candid, tidak lupa Sonia juga menyertakan alamat off air Bianca hari ini.


"Bagaimana keadaan putri saya dok?" tanya ayah Albert kepada dokter yang barusaja keluar dari ruang perawatan kak Chintya. Riko segera menyimpan handphone-nya dan berjalan mendekati ayah Albert yang masih berbicara dengan dokter


"Pasien mengalami luka parah dibagian saraf tulang belakang akibat kecelakaan itu. Butuh waktu lama untuk penyembuhannya, bahkan kemungkinan terburuknya pasien akan mengalami cacat permanen"


"Cacat permanen dok?" tanya ayah Albert lebih jelas yang dijawab anggukan oleh dokter


"Benar tuan, kecelakaan itu membuat cedera saraf tulang belakang pasien, yang akhirnya mengakibatkan cacat yang kemungkinan tidak bisa disembuhkan. Tapi kami selaku tenaga medis akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan pasien" jawab dokter lebih lanjut


"Lakukan yang terbaik untuk putri saya dok"

__ADS_1


"Akan kami upayakan tuan"


...----------------...


Riko tersadar dari lamunannya. Ia mengambil satu buah foto yang tertempel di dinding kamarnya, ditatapnya foto itu dalam dalam. Wajah cantik Bianca dalam foto itu membuatnya melengkungkan sedikit senyumnya. Entah sejak kapan, yang jelas Riko sangat suka melihat Bianca tersenyum.


"Sampai saat ini aku tidak tahu, apakah kamu wanita yang sudah menghancurkan hidup kakakku atau bukan. Untuk hal menjaga dan bertanggung jawab atas dirimu menjadi tanggung jawabku sebagi suami. Tapi untuk mencintaimu itu sudah keluar dari skenario yang aku rencanakan"


Terlintas kembali dalam benak Riko, saat dimana ia merencanakan semua tentang pertemuannya dengan Bianca. Awalnya ia ingin mendekati Bianca secara pribadi, lalu membuat wanita itu takhluk dalam pesonanya, setelah itu ia akan mencampakkan Bianca begitu saja. Namun rencana yang telah ia susun rapi tidak bisa terlaksana, hingga akhirnya ia memilih untuk membuat strategi lain, yaitu dengan masuk secara diam diam kedalam kamar Bianca, dan membuat seakan akan telah terjadi sesuatu diantara mereka.


"Persetan dengan apakah kamu wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga kakakku atau bukan, yang pasti aku mencintaimu, dan mulai sekarang biar aku yang berjuang untuk mendapatkanmu, istriku"

__ADS_1


Riko keluar dari kamarnya dengan mengenakan setelan jas lengkap. Pagi ini ia akan kembali ke kantor dan memimpin perusahaan seperti sebelumnya. Ia sudah memutuskan untuk membenahi semuanya. Ia akan membenahi dirinya sebelum kembali bertemu Bianca, dan ia juga akan membenahi ekonomi perusahaannya agar bisa membiayai hidup Bianca dan calon buah hati mereka.


"Kamu mau kemana pagi pagi begini Riko?" tanya kak Chintya yang barusaja keluar dari kamarnya"


"Pagi kak, Riko akan ke kantor pagi ini, kembali ke rutinitas awal"


"Lalu Bianca?" tanya kak Chintya, karena seingatnya Riko tidak pernah mau ke kantor, karena itu akan menghabiskan waktunya untuk mencari Bianca.


"Riko sudah membayar orang untuk melacak kepergian Bianca, walaupun sampai sekarang masih belum ada kabar baik" jawab Riko dengan wajah yang tampak lesu


"Kamu harus bersabar, Bianca pasti akan kembali. Dia hanya butuh waktu untuk menenangkan diri"

__ADS_1


__ADS_2