
Bianca tiba dikantor suaminya tepat di jam makan siang. Ini adalah kali pertama Bianca menginjakkan kakinya di perusahaan Dirgantara. Bianca tidak menyangka jika perusahaan besar ini adalah milik suaminya. Usaha yang dirintis langsung oleh suaminya saat usia muda.
Bianca menatap bangunan mewah itu sembari terus merapalkan do'a dalam hati, bagaimanapun rasa gugup itu pasti ia rasakan, terlebih mengingat jika ini adalah pengalaman pertamanya. Ditambah lagi ia harus melihat wajah suaminya di waktu yang menurutnya sangat tidak tepat. Namun Bianca kembali membulatkan niat dan berjalan menuju meja resepsionis
"Permisi, bisa bertemu dengan bapak Riko Dirgantara"
"Maaf nona, pak Riko sedang meeting dan mungkin akan selesai beberapa menit lagi, jika berkenan nona bisa menunggu di ruangan beliau" jawab resepsionis yang bernama Lita itu dengan ramah. Setidaknya ia sudah tahu jika wanita yang sekarang ada dihadapannya adalah istri dari Bos-nya jadi ia akan memberikan pelayanan terbaiknya untuk istri sang Bos besar
Bianca lantas mengangguk, setidaknya ia masih ada waktu untuk mempersiapkan diri dan hati untuk bertemu dengan suaminya. Bianca mengikuti langkah resepsionis yang berjalan didepannya, menaiki lift lalu berhenti di lantai 4, dimana ruangan suaminya berada. Saat tiba di lantai itu, hanya ada kesunyian di sepanjang koridor, karena ini jam makan siang, maka kemungkinan besar para karyawan sedang menyantap makan siang mereka di kantin bawah, dan setelah perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya Bianca berhenti didepan sebuah ruangan yang Bianca yakini adalah ruangan milik suaminya.
__ADS_1
"Silahkan masuk nona"
Resepsionis Lita mempersilahkan Bianca masuk dengan ramah, dan setelahnya ia berjalan kembali ke lantai bawah, meninggalkan Bianca yang masih berdiri mematung didepan pintu. Bianca masih berpikir apakah ia harus masuk kedalam sana? atau... ia kembali pulang dengan meninggalkan makanan yang tadi ia bawa di meja sekretaris yang saat ini ada dihadapannya? Setidaknya jika ia meninggalkan makanan itu disana, maka ia sudah amanah dengan membawakan makan siang untuk suaminya sesuai perintah kak Chintya. Tapi... ini akan terkesan sangat tidak sopan.
Ditengah kebingungannya, derap langkah yang berjalan beriringan dibelakang sana terdengar. Bianxa membalik tubuhnya dan mendapati suaminya yang berjalan kearahnya dengan membuka kancing jas mahalnya. Bianca tidak bisa mengingkari jika paras laki laki yang menjadi suaminya itu sangatlah menawan, apalagi jika dilihat dari jarak dekat. TapiBianca cepat cepat menundukkan pandangannya saat Riko sudah ada persis didepannya
"Nona" sapaan hangat itu keluar dari mulut wanita cantik yang berada dibelakang suaminya, yang Bianca perkirakan merupakan sekretaris dari suaminya itu
"Kunci pintunya" perintah Riko, dan tanpa sanggahan Bianca lantas mengunci pintu dan mendekati Riko yang sudah duduk di sofa ruangannya "Duduk!" perintah Riko lagi, yang lagi lagi hanya Bianca angguki dan lakukan
__ADS_1
Hening
Tidak ada yang memulai percakapan baik dari Bianca ataupun Riko. Jika Bianca diam dan menunduk karena tidak mau bersitatap dengan Riko. Maka Riko, kini tengah memperhatikan wanita didepannya ini dengan pandangan tak terbaca.
"Lupakan apa yang terjadi tadi malam. Anggap tidak pernah terjadi apa apa diantara kita. Bersikap biasa seakan kita adalah dua orang yang benar benar tidak pernah saling mengenal"
Duar...
...----------------...
__ADS_1
Gimana nih perasaan Readers kalau berada diposisi Bianca? Aaaa kalau Author auto nangis kejer