Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 68


__ADS_3

Riko sudah siap dengan setelan rapinya. Setelah tadi pagi kembali mengalami Morning sickness seperti biasa, akhirnya di jam yang menunjukkan pukul 8, barulah Riko bisa meyakinkan dirinya untuk berangkat ke kantor. Hari ini tidak seperti hari hari yang lalu, dimana Riko membawa mobil sendiri, hari ini atas perintah dari kak Chintya, Riko menuju kantor bersama sopir keluarganya.


"Setelah sampai di kantor, bapak kembali saja ke rumah, nanti saya bisa berangkat ke lokasi perkebunan teh bersama Sonia" ucap Riko kepada pak Slamet


"Baik den"


*


Setelah sampai di kantor, Riko segera berjalan menuju ruangannya. Siang ini, seperti yang sudah dijanjikan, Riko akan mengunjungi perkebunan teh yang akan mereka jadikan objek untuk project mereka berikutnya. Riko membuka pintu ruangannya, dan sudah mendapati Sonia, yang tampak fokus menyiapkan berbagai berkas dimeja sofa.


"Selamat pagi" sapa Riko


"Pagi" jawab Sonia sekilas


"Sudah siap untuk peninjauan pagi ini?" tanya Riko sembari berjalan mendekati Sonia.


"Jangan memancing keributan tuan Riko. Ini bukan lagi pagi, tapi ini sudah menjelang siang"


"Ahh benar, ini sudah siang. Berarti aku salah bicara tadi"

__ADS_1


"Ayo kita berangkat sekarang, pihak S-tea memberikan konpensasi waktu hanya sampai jam 9 siang ini. Itu artinya kita tidak boleh terlambat" ucap Sonia yang langsung beranjak dari duduknya.


"Of course" Riko berjalan mendahului Sonia dengan merapikan setelah jasnya. Namun baru beberapa langkah, ia sudah harus berhenti saat mendengar instruksi dari Sonia.


"Ini" Sonia memberikan kunci mobilnya pada Riko


"Maksudmu?" tanya Riko seolah tak mengerti


"Jangan pura pura bodoh. Kamu yang mengemudi" terang Sonia


"Oh ayolah, aku ini baru sembuh setelah kemarin sakit, lalu kamu memintaku untuk mengemudi?"


"Memang setelah sakit, kemampuan mengemudi hilang, begitu?" tanya Sonia sewot


"Jika saja kau bukan bos ku, aku sudah memakimu habis habisan" geram Sonia, yang langsung berjalan mendahului Riko


"Aku bos saja, dia berani memarahiku. Apalagi kalau aku karyawan biasa. Dasar peranakan singa"


*

__ADS_1


"Selamat datang pak Riko, ibu Sonia"


"Terima kasih pak. Maaf kami datang terlambat" ucap Riko tak enak hati


"Kami maklum pak Riko. Oh iya, selamat berjuang menjadi calon ayah" ucap pak Supardi yang merupakan rekan bisnis Riko


"Terima kasih sekali lagi"


"Sama sama. Baiklah, ayo kita langsung saja meninjau lokasinya" pak Supardi yang merupakan rekan bisnis Riko berjalan mendahului, sekaligus menjelaskan beberapa hal terkait perkebunan teh tersebut.


Setelah selesai peninjauan, Riko berjalan jalan menikmati sejuknya udara kebun teh itu. Menghirup aroma-aroma teh, membuat Riko merasa tenang dan nyaman. Riko menghembus nafasnya pelan sembari menikmati udara yang masuk melalui rongga hidungnya. Hingga dari posisinya, ia bisa melihat para pemetik teh yang tampak asik memetik teh diujung perkebunan sana.


"Bapak mau kemana?" tanya Sonia saat melihat bos nya akan meninggalkannya


"Kesana" tunjuk Riko kearah para pemetik teh tersebut


"Untuk?"


"Melihat cara memetik teh, aku penasaran. Lagipula, kita sudah terlanjur berada disini, jadi kita harus bisa menikmati setiap sudut keindahan perkebunan ini"

__ADS_1


"Baiklah, tapi aku tidak ikut" ucap Sonia


"Tidak masalah, kamu tunggu saja disana" tunjuk Riko pada gubuk yang terletak tidak jauh dari mereka "Biar aku kesana sendiri"


__ADS_2