Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 5 : menikah?


__ADS_3

"Ada apa ini?" tanya om Iwan menerobos rombongan bapak bapak yang masih memenuhi pintu kamar Bianca


"Mas" mba Nini segera memanggil sang suami


"Ada apa? apa yang terjadi?" tanya om Iwan


Mba Nini tidak langsung menjawab pertanyaan om Iwan, ia menunjuk kearah ranjang dengan dagunya, om Iwan yang melihat isyarat mba Nini segera mengikuti arah yang ditunjuk oleh mba Nini, dan alangkah terkejutnya ia saat mendapati seorang laki-laki yang kini tengah tertidur lelap di ranjang Bianca. Om Iwan melirik mba Nini dan Bianca seolah meminta penjelasan, tapi yang ia dapati hanya gelengan kepala dari keduanya


"Halah, mereka pasti sengaja mengulur waktu bapak bapak, sebaiknya sekarang kita nikahkan saja mereka disini" ucap salah seorang warga


Para laki laki yang melakukan aksi penggerebekkan itu pun sontak maju dan hendak membangun kan laki laki yang masih mengarungi mimpinya seolah tidak terganggu dengan bisingnya suara dari orang-orang yang berada disana

__ADS_1


"Bapak bapak tunggu!" om Iwan menghadang para bapak-bapak yang akan membangunkan laki laki tadi "biar saya yang membangunkan, kita buktikan apa yang sebenarnya terjadi" ucap om Iwan


Bapak bapak itu nampaknya masih tidak terima, namun om Iwan begitu pintar meyakinkan mereka bahwa semua akan baik-baik saja


Om Iwan berjalan mendekat kearah ranjang, ia meneliti wajah tampan itu, om Iwan yang selama ini selalu menemani Bianca dalam karier pun bisa menebak berapa perkiraan harga jas yang saat ini dikenakan oleh laki-laki itu, dan bisa om Iwan pastikan bahwa laki laki itu bukanlah orang biasa


"Cepat bangunkan, atau kami yang akan membangunkan!" ucap bapak bapak itu saat melihat om Iwan yang hanya diam ditempatnya


Om Iwan menepuk lengan kokoh laki laki itu hingga sedikit mengembalikan kesadaran nya, dan dapat om Iwan lihat bagaimana mata hitam kelam itu nampak berkedip menyesuaikan pencahayaan


Laki-laki itu duduk bersandar pada kepala ranjang dan mengusap wajah nya sedikit kasar, kesadaran yang tercipta karena di paksakan membuat kepalanya berdenyut nyeri, ia lantas melirik sekeliling, dimana terdapat banyak para laki-laki yang menatapnya dengan kilatan kemarahan. Apa yang telah ia perbuat? apa ada kesalahan fatal yang ia perbuat dan tidak termaafkan?

__ADS_1


Ia kembali mengedarkan pandangan nya, di ujung sana terlihat dua orang wanita beda usia yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, hingga kini pandangannya kembali bertumpu pada om Iwan


"Ada apa ini?"


*


"Bapak-bapak, saya punya usul, bagaima kalau pemuda ini saya bawa kembali ke jakarta untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya, setidaknya jika memang mereka harus menikah, maka kedua belah keluarga harus mengetahuinya" ucap om Iwan memberi usul


"Jangan mencoba membodohi kami, kalian pasti hanya ingin lari dari tanggung jawabkan? pokoknya kami mau mereka berdua dinikahkan!" ucap salah satu bapak bapak yang sejak tadi keukeh dengan pendiriannya


"apwa pembelaan mu?" tanya om Iwan kepada pemuda itu setelah melihat bapak bapak tadi tetap tidak mau mendengarkan ucapannya

__ADS_1


Pemuda tadi tampak bingung, setidaknya ia sedikit mengerti dengan pembicaraan yang saat ini menjadi perbincangan mereka, tapi ia bingung dengan apa yang harus ia katakan


"Mmm saya berjanji akan bertanggung jawab" ucap laki laki itu sembari melihat bapak-bapak yang duduk di depannya "tapi sesuai yang om ini katakan, saya harus meminta izin dulu kepada keluarga wanita itu untuk menikahinya"


__ADS_2