Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 29


__ADS_3

Bianca menatap ballroom mewah yang saat ini mereka masuki. Sebuah ballroom mewah yang sudah di sulap sedemikian rupa. Bianca beralih menatap suaminya, ia sedikit mengerti sekarang, suaminya itu pasti memperlakukan dirinya begitu baik sedari tadi, hanya untuk menjaga image-nya didepan publik.


"Selamat datang tuan dan nyonya muda Dirgantara, suatu kehormatan karena anda berdua bersedia menghadiri pernikahan putri saya"


Seorang laki laki paruh baya yang Bianca perkirakan seumuran dengan ayahnya itu menjabat tangan Riko, dan setelahnya mengulurkan tangannya kearah Bianca. Namun Bianca hanya mengatupkan kedua tangannya di depan dada demi menjaga perasaan suaminya


"Ohhh ya maaf" laki laki itu menarik kembali uluran tangannya "Selamat menikmati pesta ini" setelahnya laki laki itu pergi dan menyapa tamu undangan lainnya


"Kita duduk disana" Riko meraih tangan Bianca kembali setelah sebelumnya terlepas karena aksi jabat tangan tadi

__ADS_1


Bianca duduk diam, dengan senyum yang tidak henti menghiasi bibirnya. Pernikahan mewah yang pernah menjadi impiannya, kini terpampang di hadapannya. Bisa ia lihat dengan jelas kebahagiaan yang terukir di wajah pasangan pengantin yang saat ini menjadi pusat perhatian di depan sana. Hingga akhirnya suara seorang wanita membuat lamunan Bianca buyar.


"Aku dengar, nyonya muda Dirgantara ini adalah penyanyi populer"


Bianca masih diam, menatap wanita muda yang datang kearahnya dengan tersenyum. "Aku?" tanyanya


Bianca diam, mencoba mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut wanita itu. Hingga akhirnya senyum sinis yang selama ini ia sembunyikan, telah berhasil ia tunjukkan "Ya, kau benar. Tidak ada satu wanita pun yang bisa menduduki posisi sebagai nyonya Dirgantara selain aku"


"Yeah, that's right"

__ADS_1


Wanita itu berjalan menuju panggung, dan mengambil alih microphone dari tangan pembawa acara "Perhatian semuanya" semua perhatian kini beralih kepada wanita itu. Tak terkecuali Bianca dan Riko "Kita kedatangan tamu spesial malam ini, dan sebagai tamu spesial yang kita tahu adalah seorang penyanyi yang katanyq populer di negeri ini. Maka mari kita sambut Bianca Andini Dirgantara"


Semua riuh dengan tepuk tangan yang tak hentinya bergema. Ditambah dengan suara sorakan penonton yang tidak sabar menyaksikan persembahan meriah yang pastinya akan terjadi malam ini. Namun di sudut sana, Bianca tengah meremas gaun yang ia kenakan. Disisi ini ia merasakan takut yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Ia takut di permalukan di depan banyak orang, hanya karena suaminya yang tidak pernah mau diajak keatas panggung. Jika sampai ia tidak bisa membawa suaminya keatas panggung sana untuk bernyanyi bersama layaknya sepasang suami istri. Maka akan di pastikan, ia akan menanggung malu yang luar biasa. Namun belum sempat fikiran buruk itu berkembang, ia merasakan tangan dinginnya yang terasa hangat karena sentuhan seseorang, dan seseorang itu adalah suaminya sendiri. Suami dinginnya


Riko berdiri dari duduknya, lalu mengulurkan tangannya kepada Bianca, tanpa sedikitpun kata kata yang ia ucapkan. Bianca yang melihat apa yang dilakukan Riko, langsung tersenyum, dan dengan segera menyambut uluran tangan dari suaminya. Keduanya berjalan bersama menuju panggung yang tersedia.


Jika Bianca tengah mengembangkan senyum indahnya karena suaminya menyelamatkan mukanya di depan umum. Maka di depan sana, wanita itu tengah mengepalkan tangannya dengan erat. Ia tidak menduga jika Riko akan melakukan hal ini untuk menyelamatkan wajah wanita sialan itu

__ADS_1


__ADS_2