Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 93


__ADS_3

"Kita mau kemana lagi mba?" tanya Bianca saat melihat mba Nini kembali mengajaknya untuk jalan jalan


"Sepertinya makan siang, mba sudah sangat lapar" seru mba Nini


"Baiklah, Bia juga sedikit lapar"


Bianca mengikuti langkah mba Nini menuju restoran terdekat yang ada di mall tersebut. Setelah tiba disana, mereka langsung saja memesan makanan yang akan mereka makan. Setelah itu mereka duduk diam sembari menunggu pesanan datang


"Mba Bia kesana sebentar" ucap Bianca, menunjuk pada panggung kecil yang ada didepan sana


"Mau nyanyi?" tanya mba Nini, yang hanya dijawab Bianca dengan senyum kecil


Bianca terlihat naik keatas panggung. Melakukan sedikit negosiasi hingga akhirnya musik mulai bermain. Bianca memejamkan matanya menikmati alunan musik yang terdengar begitu indah. Bianca mulai melantunkan suaranya, membuat seisi restoran bertepuk tangan saat mendengar suara merdu Bianca. Tidak sedikit dari mereka yang mengabadikan moment tersebut melalui handphone mereka


"Lagi... Lagi... Lagi..." Riuh suara penonton yang meminta Bianca untuk melanjutkan nyanyiannya. Namun Bianca hanya membalas dengan senyuman, dan setelah itu ia turun dari panggung tersebut. Kembali menuju mba Nini yang terlihat menantinya di meja makan

__ADS_1


"Gimana, puas?" tanya mba Nini saat melihat Bianca kembali duduk


"Sedikit terobati mba" jawab Bianca "Bia rasanya ingin sekali agar suatu saat nanti bisa mendampingi anak anak Bia menggapai kesuksesan mereka. Menemani mereka disetiap perjalanan karier mereka nantinya" tutur Bianca


"Kamu ingin mereka juga melanjutkan jejakmu menjadi penyanyi?"


"Bia tidak akan memaksa mereka. Tapi yang pasti, apapun pilihan mereka untuk karier mereka nanti, mereka harus selalu mengingat bahwa ibu mereka adalah seorang penyanyi, dan Bia akan sangat senang kalau mereka bisa memahami indahnya musik yang sebenarnya" ucap Bianca sembari mengelus perutnya


"Mba tidak sabar menunggu anak anakmu lahir ke dunia. Saat lahir nanti mereka pasti akan berbeda" ucap mba Nini


"Kalau anak kecil biasanya begitu lahir, pasti akan menangis. Tapi kalau anak penyanyi, begitu lahir dia pasti akan melantunkan nada Haaaa" mba Nini mempraktekkan nada lagu yang ia tahu meski terdengar fals, yang membuat Bianca tertawa renyah


Setelah itu, Bianca menyantap makanannya hingga tandas. Puas makan dan berkeliling, akhirnya mba Nini memutuskan untuk mengajak Bianca pulang. Bianca yang memang merasa lelah, tentu saja mengikuti permintaan mba Nini begitu saja


Bianca dan Mba Nini kembali berjalan beriringan melewati beberapa orang yang juga tengah makan siang di restoran tersebut. Hingga akhirnya diantara banyaknya orang yang ada disana, mata Bianca terpaku pada satu sosok yang tidak lain adalah suaminya. Riko terlihat tengah berbicara serius dengan dua orang wanita, yang salah satu diantaranya adalah Sonia, sekretaris dari suaminya. Tapi satu lagi... Bianca sama sekali tidak mengenal perempuan itu

__ADS_1


"Bia... Ayo" ajak mba Nini pada Bianca yang terlihat berdiri mematung. Suara mba Nini yang sedikit keras, membuat Riko menoleh, dan melihat keberadaan Bianca


"Bianca..." ucap Riko lirih


"Siapa Kak?" tanya wanita tersebut, yang tidak lain adalah Tasyi, sepupu sekaligus calon sekretaris Riko "Kakak ipar?" ucap Tasyi saat menyadari tatapan Riko yang tertuju pada wanita hamil yang ada didepan sana. Tanpa aba aba, Tasyi segera berlari menuju Bianca dan memeluk wanita tersebut


Bianca mendorong wanita yang kini memeluknya dengan perlahan "Maaf..." ucap Bianca sungkan


"Ahh kakak ipar tidak mengenalku? Bagaimana mungkin? Aku ini adalah adik sepupumu yang paling cantik. Jangan bilang kalau Kak Riko tidak pernah memperlihatkan fotoku pada kakak ipar sebelumnya?" tanya Tasyi bertubi tubi


"Tasyi..." peringat Riko. Riko terpaksa berjalan mendekat saat melihat Tasyi yang sudah lebih dulu berbicara dan memeluk istrinya


"Kak, tolong jelaskan pada kakak ipar bahwa aku ini adalah adik sepupumu. Bagaimana ini bisa terjadi, kakak iparku tidak mengenalku sama sekali" gerutu Tasyi


Bianca hanya diam, ia belum mengerti semua ini. Wanita ini mengeluhkan dirinya yang tidak bisa mengenalinya, sedangkan Riko sama sekali tidak pernah memperkenalkan anggota keluarganya pada Bianca. Lalu bagaimana Bianca bisa mengenal satu persatu dari keluarga suaminya?

__ADS_1


__ADS_2