Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 66


__ADS_3

"Neng, belum siap? sudah mau beranjak siang. Bianca pasti nunggu kamu" ucap bik Ijah dari ambang pintu kamar Neneng


"Iya bik"


Neneng segera beranjak dari depan cermin saat menyadari hari yang sudah beranjak siang. Terlalu asik dengan lamunannya, Neneng sampai melupakan jika Bianca pasti sudah menunggu dirinya sekarang. Setelah semua selesai, Neneng segera berangkat menuju rumah Bianca


*


"Pagi teh, maaf Neneng kesiangan" ucap Neneng saat mendapati Bianca yang sudah duduk didepan rumahnya dan menunggu dirinya.


"Pagi, tumben kamu kesiangan. Sudah, ayo kita ke kebun"


Neneng dan Bianca berjalan bersamaan menuju kebun teh, sesampainya disana, keduanya segera melakukan pekerjaan mereka, yaitu memanen pucuk teh. Hari ini cuaca lumayan panas, Bianca yang sudah mengenakan topi besar saja masih merasakan panas yang luar biasa, jangan lupakan keringat yang pastinya sudah membanjiri wajah Bianca. Neneng yang melihat Bianca beberapa kali mengusap wajahnya menjadi tidak tega.


"Teteh istirahat saja dulu" ucap Neneng sembari mendekati Bianca


"Tidak Neng, keranjangnya belum penuh, nanti saja saat keranjangnya penuh, kita istirahat bersama" ucap Bianca sembari terus memetik pucuk teh di hadapannya.


"Tapi teteh tidak apa apa?"

__ADS_1


"Aku baik baik saja"


Bianca terus memetik daun teh, dan sesekali ia juga akan menyeka keringatnya karena panas dari matahari pagi yang lumayan terik. Setelah keranjang keduanya sudah terisi banyak, akhirnya baik Neneng maupun Bianca memutuskan untuk istirahat. Bianca dan Neneng duduk ditengah kebun teh dan melihat para pekerja lain yang tampak masih asik memetik daun teh.


"Ternyata kerja itu capek ya Neng" ucap Bianca sembari terus memandang pekerja lain yang masih asik dengan pekerjaan mereka.


Neneng melihat Bianca sembari tersenyum, dan selanjutnya ia beralih menatap arah yang dilihat Bianca. "Dulu Neneng pikir, untuk mendapatkan uang tidak harus bekerja sekeras ini Teh. Tapi sekarang, kita harus melakukan pkerjaan berat seperti ini hanya untuk mendapatkan sesuap nasi"


"kamu yang sudah terbiasa saja masih merasakan capek Neng, lalu bagaimana dengan aku yang memang baru menekuni pekerjaan ini? Dulu aku tidak berpikir bahwa untuk mencari uang, kita harus mengorbankan segalanya. Aku yang biasanya duduk di ruangan ber AC, kini harus banting tulang ditengah terik matahari"


"Dunia kadang kadang mengajak kita untuk bercanda ya teh"


"Begitupun dengan aku yang tidak pernah tahu, bagaimana hidupku di hari hari yang akan datang" batin Neneng.


...****************...


"Bagaimana Keadaan Riko dok?" tanya kak Chintya kepada dokter Ruli


"Riko baik baik saja, dia hanya butuh istirahat yang cukup agar tenaganya pulih" jawab dokter Ruli

__ADS_1


"Tapi setiap pagi dia mual, dan setelah mual dia pasti berkeringat dingin, apa itu tidak apa apa?"tanya kak Chintya memastikan


"Saya rasa tidak apa apa. Seiring berjalannya waktu, mual itu akan berhenti dengan sendirinya"


"Maksud dokter?" tanya kak Chintya heran


"Menurut pemeriksaan saya, tidak ada sesuatu yang serius dari apa yang dialami Riko. Jika dugaan saya ini benar, maka itu berarti tidak ada yang perlu kita khawatirkan"


"Maksud dokter?" tanya kak Chintya memperjelas "Jangan mencoba bermain teka teki denganku dokter Ruli"


"Kak sudahlah, aku akan sembuh seiring berjalannya waktu, jangan mencecar dokter Ruli seperti itu" Riko yang sedari tadi diam dan mendengarkan obrolan antara kak Chintya dan dokter Ruli akhirnya angkat bicara.


"Diam Riko, kakak butuh penjelasan dari dokter Ruli"


Huh


"Apa yang dialami Riko ini sering disebut morning sickness"


"Morning sickness?"

__ADS_1


"Iya morning sickness biasanya terjadi pada ibu hamil, tapi tidak jarang morning sickness juga dialami oleh seorang suami, seperti apa yang dialami Riko saat ini" ucap dokter Ruli menjelaskan


__ADS_2