Merried By Accident

Merried By Accident
Bab 86


__ADS_3

"Biar aku yang periksa" mba Nini keluar menuju pintu depan, meskipun tahu siapa yang datang, tapi ia harus pura pura melihat, dan memastikannya sendiri. Mba Nini menyingkap gorden depan dan melihat mobil yang barusaja memasuki halaman rumahnya. Setelah itu, ia kembali ke meja makan, dan melanjutkan makan malamnya


"Siapa mba?" tanya Bianca ragu


Mba Nini menatap om Iwan sekilas, dan hanya dijawab anggukan oleh om Iwan "Sepertinya suamimu" ucap mba Nini


Bianca tidak lagi melanjutkan pertanyaannya saat mendengar jawaban dari mba Nini. Ia memilih menghabiskan makanan di piringnya, dan setelah itu kembali naik ke lantai atas menuju kamarnya berada. Bianca mengunci pintu kamarnya, dan segera menuju balkon, ia ingin melihat sendiri siapa yang datang. Dari kejauhan bisa Bianca lihat, Riko yang duduk diam diatas kap mobilnya


Duar


Suara guntur yang bergemuruh membuat Bianca sedikit was was, cuaca malam itu memang sedikit dingin, dan mungkin salah satu penyebabnya adalah karena akan turun hujan. Bianca masuk ke kamarnya, dan mengunci pintu balkon, meninggalkan Riko yang masih duduk menatap bangunan rumah mba Nini. Bianca berjalan mondar mandir, melihat langit dari celah jendela yang tampak hitam pekat, sinar kilat serta gemuruh suara guntur, membuat Bianca sedikit kasihan mengingat Riko yang ada di bawah sana.


Huh

__ADS_1


Bianca menghela nafas, setelah itu ia menuju kasur, dan berbaring disana. Ia berharap dirinya bisa sedikit lebih tega dengan keadaan Riko yang mungkin saja kedinginan di bawah sana. Bianca memejamkan matanya, berusaha untuk tidur. Namun nyatanya usahanya sia sia, ia membolak balik tubuhnya, karena perasaan cemas bercampur khawatir kepada Riko. Bianca membuka kedua matanya, bersamaan dengan hujan yng turun dengan begitu lebatnya, Bianca kembali melihat kebawah, tempat mobil Riko berada. Laki laki itu tidak ada lagi ditempat semula, mungkin saja dia sudah masuk dan berteduh didalam mobil


"Bagaimana kalau dia sakit? Bagaimana dia bisa tidur didalam mobil jika keadannya seperti ini, didalam mobil pasti akan lebih mencekam ditengah hujan sederas ini" Bianca berjalan mondar mandir terus menerus, ia melihat air minum yang berada diatas nakas, ia menegak air itu untuk sedikit menghilangkan kecemasannya tentang keadaan Riko. Setelah itu, ia kembali berbaring diatas kasurnya.


*


Bianca terbangun pagi sekali, jauh sebelum mentari muncul. Ia kembali membuka pintu balkon, dan melihat mobil Riko, tapi ternyata mobil Riko tidak ada lagi disana. Bianca nampak berpikir, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk turun menuju dapur.


"Selamat pagi" sapaan mba Nini mengagetkan Bianca yang tengah menuruni tangga dengan sedikit melamun


"Masih dikamar"


Bianca hanya manggut manggut mendengar jawaban mba Nini, setelah itu ia mendekati kompor yang terlihat masih menyala "Mba masak apa?" tanya Bianca

__ADS_1


"Hanya tinggal menggoreng ikan" jawab mba Nini sembari terus menata makanan dimeja makan


"Mmm mba... "


Mba Nini melihat kearah Bianca saat mendengar Bianca memanggil dirinya "Ada apa?" jawab mba Nini


"Kapan mami dan papi pulang?" tanya Bianca


"Kalau tidak salah, nyonya Gisel bilang minggu depan baru bisa pulang, karena pekerjaan tuan Rayden masih belum selesai. Ada apa?"


"Tidak, hanya saja Bia ingin mami dan papi juga hadir di sidang perceraian Bia nanti" jawab Bianca


Deg

__ADS_1


Mba Nini mendekati Bianca yang sedari tadi memunggunginya. "Kamu yakin?" tanya mba Nini


"Bia sudah memikirkan semuanya mba, Bia yakin dengan keputusan Bia kali ini" ucap Bianca dengan menganggukan kepalanya, mencoba meyakinkan mba Nini yang terlihat ragu akan ucapannya


__ADS_2