
Riko memasuki ruang kerjanya yang berada tepat disamping kamarnya. Tadi ia memutuskan untuk pulang dari rumah sakit dan mengganti pakaian, dan sesaat ia teringat dengan apa yang dikatakan Sonia mengenai wanita yang semalam bersama suami kakaknya. Riko segera membuka laptopnya, dan mengetik pencarian di kolom pencarian dengan nama Bianca Andini Prabaswara
Riko membaca semua artikel yang berkaitan dengan Bianca, tentang artis muda itu yang ternyata hidup berdua dengan ayahnya karena ternyata bundanya meninggal saat melahirkannya. Selain itu dalam penjelasan artikel tersebut, Bianca adalah anak seorang pengusaha sukses yang memilih jalan hidup terpisah dari jalur ayahnya, ia yang notabenenya anak seorang pengusaha, malah memilih jalan entertainment sebagai jalan suksesnya. Tidak ada yang menarik dari semua artikel yang Riko baca tentang Bianca.
Tidak mau berpatok pada satu jalan, Riko beralih membuka instagramnya. Ia mulai mengetikkan pencarian yang sama, dan setelahnya muncullah akun Bianca. Riko membuka semua story Bianca, dan pada story terakhir terlihat Bianca yang berfoto bersama teman se-profesinya, dan disana juga terlihat keberadaan suami kakaknya;Gabriel
Riko beralih melihat semua unggahan Bianca pada laman instagramnya. Tidak ada yang menarik, semuanya hanya tentang penghargaan award, atau tentang perjalanan menuju bandara untuk off air. Riko jadi penasaran, se-terkenal apa wanita ini, melihat instagramnya yang sudah memiliki followers sebanyak 63,1 juta Riko jadi tertarik untuk mencari tahu lebih dalam tentang wanita yang ia yakini sebagi selingkuhan suami kakaknya.
"Hallo Son" Riko kembali menghubungi Sonia
"Ada apa lagi?"
"Cari orang yang bisa memantau kegiatan Bianca 24 jam"
__ADS_1
"Kamu yakin? Apa Bianca benar benar simpanan kakak iparmu?" tanya Sonia penasaran
"Kita akan lihat selanjutnya seperti apa. Cari orang yang bisa memata matai Bianca 24 jam"
Tut
Riko mematikan sambungan teleponnya sepihak setelah mengatakn perintahnya. Riko menutup laptopnya dan keluar dari kamarnya. Setelah itu ia kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit
"Bagaimana keadaan kak Chintya yah?" tanya Riko kepada ayah Albert yang dengan setia berada disamping kak Chintya
"Ayah sepertinya harus istirahat sebentar" ujar ayah Albert
"Iya, ayah memang harus istirahat, kondisi ayah juga tidak baik baik saja. Biar Riko yang menjaga kaKak" sahut Riko
__ADS_1
Tanpa banyak bicara ayah Albert merebahkan badannya di sofa. Sedangkan Riko duduk dikursi yang tadi diduduki oleh ayah Albert, ia memandangi wajah kakaknya yang terlihat pucat. Riko memegang tangan kak Chintya yang tertancap jarum infus
"Sakit hati yang kakak alami hari ini akan segera terbayarkan kak. Aku tidak akan membia4kan laki laki itu hidup nyaman, begitupun dengan wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga kakak, aku tidak akan melepaskannya"
Ceklek
Riko melihat kearah pintu ruangan yang terbuka, terlihat seorang perawat yang berjalan kearah brankar kakaknya dengan tersenyum ramah. "Maaf mengganggu tuan, saya izin mengganti cairan infus pasien"ucap perawat tersebut, perawat tersebut segera menjalankan tugasnya dengan baik
"Bagaimana keadaan kakak say sus?" tanya Riko
"Keadaan pasien semakin membaik dari sebelumnya tuan. Kalau begitu saya permisi, sekedar mengingatkan untuk segera mengurus biaya administrasi rumah sakit. Permisi"
"Baik"
__ADS_1
Riko segera bangkit untuk mengurus biaya administrasi kak Chintya. Sejak kak Chintya dirawat di rumah sakit ini, Riko belum sempat mengurus biaya administrasi karena terlalu sibuk mengurus urusan rumah yangga kakaknya. Sebelum keluar ruangan, Riko meletakkan handphone dan kunci mobilnya diatas meja yang berada tepat di samping brankar kak Chintya. Baru setelahnya ia keluar menuju kasir rumah sakit