
Hari hari berlalu dengan begitu cepat. Hari ini usia kandungan Bianca tepat berusia sembilan bulan, dan itu artinya beberapa hari lagi ia akan melakukan proses persalinan. Riko sama sekali tidak pernah meninggalkan istrinya, ia sudah meminta izin pada Dio untuk sementara membuat Sonia susah, tentu untuk mengurus persuhaannya. Sedangkan dirinya sendiri akan menyibukan diri untuk mengurus segala kebutuhan istrinya
Shhhtt...
Terdengar desis suara Bianca yang membuat Riko dengan segera mendekati istrinya tersebut. Ia mengelus perut istrinya dengan lembut. Ia tahu mungkin kedua buah hatinya sudah tidak sabar untuk lahir ke dunia, dan sejak mereka bisa menendang, mereka selalu super aktif menendang perut istrinya
"Sabar ya baby, jangan menendang terus, nanti Ibu kesakitan Nak" ucap Riko sembari terus mengelus perut istrinya
"Tidak apa apa Mas, aku senang kalau mereka menendang seperti ini"
"Baiklah, tapi... Apa kamu yakin tidak mau operasi saja? Aku khawatir sayang"
"Tidak Mas, aku yakin aku bisa menjalani ini. Aku ingin merasakan rasanya melahirkan secara normal. Bukankah kata dokter Stephanie, keadaan kandunganku baik baik saja, jadi aku rasa ini akan aman" ucap Bianca tetap pada pendiriannya
Shhttt
__ADS_1
Kembali desis suara Bianca terdengar, membuat Riko dibuat khawatir. Ia terus mengusap perut istrinya agar anak anaknya bisa sedikit tenang di dalam sana. Ia mengusap peluh yang tampak bercucuran di dahi sang istri
"Sakit banget?" tanya Riko
"Huh... Udah ngga kok Mas, sakitnya hanya sebentar" ucap Bianca sembari menghela nafas
"Sayang... Apa jangan jangan kamu kontraksi? Baby sudah ingin keluar sayang" ucap Riko, ia mengingat ucapan dokter Stephanie tentang kontraksi yang akan di alami oleh ibu hamil tua di masa persalinan, dan mendadak otaknya jadi berpikir kearah sana
"Aku rasa tidak mungkin Mas, lagipula usia kandungannya baru sembilan bulan, kata dokter Stephanie usia genap melahirkan itu adalah sembilan bulan sepuluh hari"
"Tapi dokter Stephanie juga bilang bahwa segala kemungkinan bisa saja terjadi sayang, kelahiran bisa saja terjadi sebelum mencapai usia sembilan bulan sepuluh hari"
"Sayang... Aku telepon dokter Stephanie ya" pinta Riko
"Baiklah" Bianca tidak tega melihat wajah suaminya yang tampak sangat khawatir, dan akhirnya ia membiarkan suaminya untuk menghubungi dokter kandungan pribadinya
__ADS_1
"Ayo berbaring" Riko membenarkan letak bantal agar bisa membuat istrinya nyaman
"Aku duduk saja Mas"
"Kamu yakin?"
"Iya"
Riko mengeluarkan handphone-nya dan menghubungi dokter Stephanie agar segera datang ke kediamannya. Tidak lama setelah itu, dokter Stephanie sudah tiba, dan segera menuju kamar Riko. Dokter Stephanie melakukan rangkaian pemeriksaan pada Bianca, dan setelah selesai ia kembali membereskan alat alat yang sudah ia gunakan untuk memeriksa Bianca
"Jadwal persalinannya tampaknya lebih maju Tuan, nonya memang sedang mengalami kontraksi" jelas dokter Stephanie
"Dok, tempat yang aku duduki sudah basah, apa itu tidak apa apa?" tanya Bianca
"Itu normal nyonya, semua ibu yang melahirkan secara normal pasti mengalami itu"
__ADS_1
"Berapa lama lagi istriku harus kesakitan seperti ini dok?" tanya Riko cemas
"Sedikit lebih lama tuan, kita harus menunggu sampai pembukaannya sempurna terlebih dahulu, dan jika pembukaannya sudah sempurna, baru bayi bisa di lahirkan" jelas dokter Stephanie