
"Kemana dia?" Bianca terus melirik kesana kemari demi mencari keberadaan Riko. Ini bahkan sudah 30 menit sejak janji temu yang mereka sepakati, tetapi hingga saat ini laki laki itu belum juga menampakkan batang hidungnya
Bianca mengeluarkan ponselnya dan mulai berseluncur ke dunia maya, sesekali ia juga akan melihat kearah pintu masuk cafe demi mencari laki laki yang sejak tadi membuatnya menunggu itu. Namun laki laki itu belum juga terlihat.
"Apa dia fikir dunia ini membutuhkan manusia seperti dia? jangankan dunia, aku pun tidak membutuhkan manusia seperti dia"
Bianca bangkit dari kursinya dengan wajah masam, tidak lupa ia juga membenarkan tampilannya, lalu berjalan keluar dari cafe dengan segala rasa dongkol yang berkecamuk di hatinya. Namun saat membuka pintu cafe ia dibuat terkejut luar biasa, bagaimana tidak, di depan sana terlihat laki laki yang sejak tadi di tunggunya tengah berjalan ke arahnya dengan membawa seikat bunga, lalu di detik berikutnya laki laki itu berlutut di hadapannya
"Maukah kau menikah denganku, Bianca Andini Prabaswara?"
Bianca melihat sekitar, dimana terlihat para pengunjung yang ikut mengabadikan moment romantis itu. Yaa bagi sebagian orang, mungkin ini terbilang romantis, tapi bagi Bianca ini adalah hal tergila yang pernah ia temui. Ia baru mengenal laki laki ini dua hari yang lalu, dan kesan pertama yang ia dapatkan dalam pertemuan itu adalah kesan yang buruk, lalu sekarang tiba tiba laki laki itu mengajaknya menikah
__ADS_1
"Terima... Terima... Terima..."
Sorak sorai para pengunjung yang menyaksikan adegan itu memenuhi penjuru halaman luas kafe itu, Bianca bingung sekarang, apa yang harus ia lakukan? Bianca menatap mata indah itu dalam dalam, seolah memantapkan hati untuk menjawab pertanyaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, setelah itu ia menganggukkan kepalanya menandakan persetujuan.
"Thank you"
*
Riko menoleh kearah Bianca, dapat Riko lihat betapa masam wajah yang di tunjukkan Bianca. Riko tersenyum menanggapi pertanyaan itu "Mereka semua adalah wartawan"
"Maksud kamu?" tanya Bianca bingung
__ADS_1
"Kau meneliti wajah orang orang yang tadi mengabadikan moment itu?" Bianca mengangguk mengiyakan "mereka semua adalah wartawan"
"Lalu apa masalahnya?"
"Aku hanya ingin menyelamatkan kariermu, jika sampai nanti kita menikah tanpa proses yang seharusnya di lakukan pasangan lain, maka kau akan semakin di hujat. Akan semakin banyak isu miring tentang kau yang akan menikah hanya karena kesalahan malam itu, tapi jika saat ini pemberitaan menyiarkan aku yang melamarmu tadi, maka isu itu akan sedikit mereda, mereka akan berfikir bahwa kita sudah mengenal sejak lama, dan saat kita melangsungkn pernikahan nanti, tidak akan ada isu miring yang berlebihan"
"Kau fikir semudah itu?" Bianca menaikkan alisnya membuat Riko tidak mengerti "Kau hanya mengerti masalah bisnis, saham, dan sebagainya, tapi kau tidak mengerti dengan permainan dunia entertainment. Walaupun mereka sudah melihat dengan mata kepala mereka sendiri, mereka tetap akan melancarkan asumsi asumsi lain bahwa apa yang mereka lihat hanya sebuah kamuflase"
Hufff
Bianca menghela nafasnya, ia sadar bahwa ia sedikit keras mengatakan semua ini kepada Riko. Apa yang riko lakukan tidak sepenuhnya salah karena alasannya melakukn itu semua juga untuk dirinya "maaf, dan... Terima kasih atas inisiatifmu, tapi... Dunia entertainment tidak semudah itu"
__ADS_1