
Bianca telah tiba di kediamannya dengan di antar Riko menggunakan mobil miliknya. Hal yang sempat menjadi inti pembahasan pun tidak jadi mereka utarakan karena hal tak terduga yang terjadi di cafe. Mereka memilih untuk menyelesaikannya besok bersama dengan keluarga masing masing
"Terima kasih, aku rasa kau tidak perlu turun, ini sudah sangat malam. Jadi... "
"Aku mengerti, sampai jumpa"
Setelah mobil yang di kemudikan Riko menjauh, Bianca segera memasuki rumahnya. Saat pintu terbuka, terlihat tuan Andre yang berada di belakang pintu menunggu kedatangannya
"Ayah" Bianca segera menyalami sang ayah, lalu beralih mengamit lengannya menuju ruang keluarga
"Apa semuanya lancar?" tanya tuan Andre kepada putrinya
"Semuanya gagal ayah"
"Lalu apa yang akan kau klarifikasi tentang kejadian di cafe tadi?"
"Ayah sudah tahu?" tanya Bianca terkejut
"Semua media tengah ramai menayangkan berita itu" jawab tuan Andre
__ADS_1
"Semakin tidak terkendali?" tanya Bianca menebak dan diangguki oleh tuan Andre
Hufff
"Laki laki itu bertindak semaunya, dia tidak mengerti seperti apa dunia yang Bia tekuni, tapi dia malah berbuat sesuatu yang akan memunculkan asumsi lain. Bia tidak tahu harus menanggapi seperti apa. Mungkin tujuannya baik, tapi tetap saja publik akan terus berasumsi lebih"
"Dia itu pengusaha, wajar jika dia tidak tahu tentang dunia entertainment" ucap tuan Andre
"Tapi ayah... Semua akan semakin sulit"
"Semuanya bisa terselesaikan, tinggal fikirkan caranya, lalu laksanakan"
*
Pagi ini, seperti yang di janjikan, Riko datang ke kediaman prabaswara dengan mobil mewahnya. tidak lupa seperti yang di janjikan pula, ia datang bersama dengan seorang wanita cantik yang begitu mirip dengannya. Namun bukan itu yang menjadi fokus Bianca, karena yang kini menjadi inti kefokusannya adalah wajah wanita itu, dia seperti...
"Selamat pagi tuan" sapa Riko kepada tuan Andre, tuan Andre hanya mengangguk sekilas kepada Riko, sebelum akhirnya mempersilahkan mereka untuk masuk
Sofa ruang keluarga kediaman prabaswara itu kini di penuhi tamu. Terdapat mami Gisel, papi Rayden, mba Nini, om Iwan, tuan Andre, Bianca dan pastinya Riko bersama dengan wanita yang tadi di bawanya.
__ADS_1
"Saya kemari bersama kakak saya tuan" Riko menatap tuan Andre, lalu beralih menatap pada kakaknya yang sedari tadi diam, seolah mengisyaratkan untuk berbicara
"Perkenalkan saya chintya, kakak dari Riko" ucap wanita itu ramah, memamerkan senyumnya yang indah "Saya sudah mengetahui masalah yang terjadi, atas nama keluarga besar saya, saya mohon maaf yang sebesar besarnya" Chintya tampak menunduk dengan wajah lesu seolah menunjukkan penyesalan yang teramat dalam
"Kita langsung ke inti permasalahan" putus tuan Andre yang tampaknya sudah cukup dengan basa basi
"Permasalahan di mulai dengan adik anda yang tiba tiba berada di kamar putri saya, saya yakin anda sudah tahu dengan jelas bagaimana kejadian itu berlangsung" ucap tuan Andre yang di angguki oleh Chintya. "Tapi masalah itu bukan hanya merugikan putri saya secara pribadi, karena nyatanya nama baik saya ikut terseret dalam kasus ini. Lalu hal apa yang bisa anda lakukan untuk meredakan isu miring yang saat ini bertebaran tentang masalah ini?"
Chintya tampak menghela nafas sebelum akhirnya memberanikan diri untuk menatap tuan Andre secara intens "Saya tahu bahwa pihak tuan sangat di rugikan dengan masalah ini, dan... Untuk solusi, saya rasa solusi terbaik dari permasalahan ini adalah pernikahan. Sebagai seorang kakak saya rasa ini adalah jalan terbaik untuk semuanya, nona Bianca akan mendapat pertanggung jawaban, dan adik saya akan di cap sebagai laki laki yang bertanggung jawab"
"Itu artinya anda tidak mau jika sampai nama adik anda sebagai pengusaha menjadi cacat?" mami Gisel ikut angkat bicara
"Sebagai seorang kakak, hal yang selalu saya ajarkan kepada adik laki laki saya adalah sebuah tanggung jawab, karena di mata publik, sebuah tanggung jawab adalah bukti nyata untuk menunjukkan jati diri"
...****************...
Pada nyambung ngga sebenernya sama tulisan ini? Sumpah ini kegiatan menggabut yang sangat gila.
Happy reading dengan tulisan gabut ini
__ADS_1