
Bulan kembali menampakkan sinarnya, malam ini setelah makan malam bersama seperti biasa, Bianca segera kembali ke kamarnya. Ia memandang halaman rumah mba Nini yang tampak lengang, tidak seperti biasanya, dimana mobil Riko sudah terparkir rapi disana. Bianca sedikit berpikir, apa mungkin laki laki itu menyerah, dan memutuskan untuk meninggalkannya.
Deru suara mobil yang berasal dari bawah membuat Bianca membuka pintu balkon kamarnya untuk melihat lebih jelas. Benar saja, Riko turun dari dalam mobil demgan keadaan yang tampak berbeda, sedikit berantakan, dan terlihat tidak bersemangat. Tidak mau terlalu ambil pusing, Bianca masuk kedalam kamar, dan merebahkan tubuhnya diatas kasur. Beberapa menit berikutnya, derap langkah kaki terdengar, Bianca memejamkan kedua matanya saat merasa seseorang membuka pintu kamarnya. Hingga tidak lama setelahnya, sentuhan lembut mendarat diatas perutnya.
"Hai anak Daddy, kalian apa kabar? Kalian tidak membuat Mommy susah kan hari ini?" sapa Riko. Setelah menyapa buah hatinya, ia beralih membingkai wajah istrinya, lalu melabuhkan satu ciuman di dahi sang istri "Good night sayang"
Riko melirik keliling ruangan, ia melihat pintu balkon yang tidak tertutup rapat, ia berjalan menuju balkon dan mengunci pintu tersebut. Setelahnya ia melepas kemeja yang membalut tubuhnya seharian ini, dan setelah itu, ia kembali berjalan menuju ranjang, dan tidur disamping Bianca. Riko sedikit mengangkat kepala Bianca dan menjadikan tangannya sebagai bantalan nyaman untuk Bianca. Setelah itu, memeluk wanita itu, dan bersama mengarungi mimpi
Bianca membuka matanya saat mendengar dengkuran halus dari suaminya. Tangannya bergerak mengusap rahang kokoh sang suami. Seulas senyum terbit di bibirnya saat menyaksikan begitu indahnya wajah sang suami dari dekat. Setelah itu, ia kembali mengeratkan pelukannya dan menyusul sang suami untuk tidur
__ADS_1
*
Bianca memandangi wajah suaminya yang masih tampak lelap dialam mimpinya. Bianca tersenyum tipis, tidak menyangka setelah masalah besar dalam rumah tangganya, ia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk bisa sedekat ini dengan sang suami. Namun saat ini, tuhan menunjukkan kuasanya untuk membolak balikan hati. Bianca menghentikan aksinya saat menyadari Riko yang mulai terganggu dalam tidurnya, membuat Bianca kembali memejamkan matanya
Riko terbangun, sama seperti pagi pagi sebelumnya, hal pertama yang hadir dalam pandangannya adalah wajah teduh istrinya. Ia kembali mengecup pucuk kepala sang istri, setelah itu turun, dan mengusap perut istrinya yang sudah terlihat membesar.
"Jaga Mommy selama Daddy kerja ya twins. Daddy sayang kalian"
"Hemmm"
__ADS_1
"Mmm saya pulang dulu om" pamit Riko
Riko langsung berjalan menuju pintu utama. Ia tidak tersinggung dengan perlakuan om Iwan, ia sadar bagaimana ia telah menyakiti hati Bianca, dan om Iwan menjadi tempat peraduan Bianca. Jadi wajar jika laki laki itu masih menaruh kekecewaan padanya. Ia hanya sedikit beruntung, karena setelah apa yang ia lakukan pada Bianca, masih ada mba Nini yang sampai saat ini selalu mendukung hubungan keduanya. Bahkan mba Nini mengizinkan dirinya untuk tidur bersama Bianca dikamarnya
Dring... Dring...
"Halo"
"Selamat pagi tuan, kami sudah menemukan wanita yang tuan cari" ucap seseorang diseberang sana
__ADS_1
"Tahan dia, saya segera kesana"
Riko memasukkam kembali handphone-nya kedalam saku celana. Setelah itu, ia menjalankan mobilnya menuju markas orang suruhannya. Selama ini ia sudah menyakiti istrinya dengan cara menghukumnya tanpa tahu dosa apa yang telah ia perbuat. Tapi hari ini, ia akan membalaskan rasa sakit hati kakaknya kepada orang yang tepat