
"Hallo son, apakah Riko berada di kantor sekarang?" tanya kak Chintya melalui sambungan teleponnya
"Riko belum sampai di kantor kak, aku rasa dia tidak berangkat ke kantor lagi hari ini" jawab sonia dari uj7ng sana
"Lagi?" tanya kak Chintya bingung
"Iya kak, sejak nona Bianca menghilang, Riko belum pernah ke kantor" jawab Sonia sekenanya
"Itu artinya sudah satu minggu Riko tidak ke kantor?" tanya kak Chintya memastikan
"Iya kak, setiap Sonia telepon, dia selalu bilang bahwa dia punya kegiatan lain, dan segala urusan kantor Riko serahkan kepada Sonia kak"
Huh
"Baiklah, terima kasih Son. Kakak tutup teleponnya"
"Iya kak"
__ADS_1
Tut
"Satu minggu tidak ke kantor? Lalu kemana?"
*
"Bagaimana, ada perkembangan dari pencarian kamu" tanya Riko kepada seseorang yang sudah ia bayar untuk melacak keberadaan Bianca
"Maaf tuan, untuk saat ini saya masih terus berusaha, tapi belum mendapatkan hasil"
"Bodoh, segera selesaikan pencarianmu. Jika dalam satu minggu kau tidak bisa menemukan keberadaan istriku, maka bersiaplah menerima akibatnya"
Riko berjalan menuju mobilnya. Setelah itu ia mulai melajukan mobilnya menuju perusahaan keluarganya. Ia akan memastikan kinerja Sonia yang sudah ia tinggalkan selama satu minggu ini.
"Selamat datang pak"
Sapa resepsionis ramah saat melihat kedatangan bos-nya, yang hanya dijawab Riko dengan anggukan. Riko terus berjalan menuju lift, dan tak lama lift sudah berhenti dilantai, dimana ruangannya berada. Riko segera be4jalan menuju ruangannya. Barusaja akan masuk kedalam ruangan, langkah Riko terhenti saat melihat Sonia yang m3natapnya dengan tajam
__ADS_1
"Selamat datang pak" sapa Sonia
"Terima kasih" Riko segera masuk kedalam ruangannya tanpa peduli dengan wajah Sonia yang tampaknya menahan geram
Barusaja duduk, pintu ruangan Riko terbuka dengan lebar, menampakkan sosok Sonia yang berdiri dengan wajah datar disana. Riko hanya menatap sekilas, setelahnya ia kembali mengetik keyboard tanpa mempedulikan keberadaan Sonia.
"Apa maksudmu?" tanya Sonia sedikit keras sembari berjalan menuju meja kerja Riko "Kamu sudah membuat aku kelimpungan dengan tugas sekretaris. Lalu kamu juga meninggalkan kantor selama satu minggu, dimana tugasmu sebagai bos harus aku gantikan. Sekarang, kamu duduk di kursi itu tanpa rasa bersalah?"
Riko hanya diam saat Sonia mengamuk dihadapannya hanya karena dirinya meninggalkan kantor selama satu minggu. Tidak ada niat Riko untuk membalas apa saja yang Sonia ucapkan. baginya, Sonia bersedia menggantikan tugasnya selama satu minggu ini, itu sudah menjadi alasan untuk dirinya tidak marah kepada sahabat sekaligus sekretarisnya ini. Seolah tidak menghiraukan, Riko terus mengetik keyboard dihadapannya.
"Kamu mendengarku?" tanya Sonia saat tidak mendapati jawaban dari Riko
"Ya" jawab Riko singkat
"Kamu hanya menjawab iya? Tidak adakah jawaban lain yang bisa kamu sampaikan?" tanya sonia emosi
Riko melepas tatapannya dari layar komputer, ia berbalik menatap wajah Sonia yang sudah tampak kemerahan karena terlalu banyak marah. Tiba tiba muncul ide gila dalam benak Riko. Tanpa berpikir panjang, ia segera mengatakan apa yang ia inginkan
__ADS_1
"Daripada kamu marah marah tidak jelas, lebih baik kamu keluar dan belikan aku mangga muda" ucap Riko
"What?"