
"Ini semua salah ku, pernikahan ini terjadi karena diriku yang memaksa keluarga Vony untuk menikahkan ku dengan Vony secara diam-diam bukan karena aku tidak mampu mengadakan pesta mewah atau tidak ingin kalian mendengar kabar ini, hanya saja keadaan saat itu benar-benar mendesak sampai aku harus memaksa anak orang tua Vony untuk menikah dengan ku malam itu juga"
"Apa itu karena Anggit?" celetuk Kenzou membuat Aleta menatapnya bingung sedangkan di iya kan oleh Alan.
"Anggit? siapa dia?"
"Dia orang yang ingin di jodohkan Erlad ayah Alan dengan nya karena bisa di bilang ayah Anggit menjadi penanam saham terbesar di perusaahan Alan saat itu dan karena itu ayah Alan ingin menjodohkan putranya dengan Anggit" jelas Kenzou mengenai Anggit.
"Apa itu artinya Alan di tumbal kan hanya untuk sebuah saham?" Kenzou mengangguk membenarkan ucapan Aleta.
"Mungkin Alan menikahi Vony juga karena dirinya tidak ingin menikah dengan orang gila seperti Anggit" Mendengar itu Alan langsung memutar bola matanya malas.
"Gila? maksudnya?"
"Bisa di bilang Anggit setengah waras karena wanita itu keluar masuk rumah sakit jiwa" jelas Kenzou sekali lagi dan kali ini Aleta bisa paham pernikahan terpaksa itu karena Alan yang tidak ingin di tumbal kan seperti di film-film.
__ADS_1
"Sudahlah kenapa kalian malah membahas Anggit! bukankah kalian berdua ingin mengintrogasi ku?" kesal Alan.
"Aku hanya ingin tau bagaimana kamu bisa menikah dengan Vony apa itu salah?"
"Tentu saja salah karena kalian menyebut nama wanita yang sangat aku benci!"
"Kamu menyalahkan ku karena kesalahan mu sendiri?" Wanita yang baru melahirkan tersebut terus menyerang Alan dengan perkataan yang panjang nan tajam. "Kenzou itu bos sekaligus sahabat mu dan aku sahabat dari istri mu itu jadi jika kamu menyembunyikan masalah ini dari kita artinya kamu ingin memutus tali persahabatan yang telah terbangun selama ini"
"T-tidak aku tidak mau itu terjadi" ucap Vony dengan cepat tak ingin Aleta benar-benar membatalkan persahabatan di antara keduanya. "Mungkin kalian tidak bisa hadir di acara pernikahan ku tapi kalian bisa hadir di acara resepsi kami nanti, bukan begitu Alan?"
Kenzou meletakan baby Aluna kembali ketempat nya dengan hati-hati menghampiri Aleta di atas brankar matanya menatap ke arah Alan.
"Ini bukan masalah bangku VVIP yang akan kalian berikan hanya saja di sini Aleta masih sedikit kecewa dengan kalian berdua" ucap Kenzou membuka suara.
"Apa kamu juga kecewa dengan ku?" tanya Alan.
__ADS_1
"Sedikit, dan sisanya aku merasa lega karena kamu masih waras selama ini" jawab Kenzou terselip candaan di akhir katanya.
Meski mendapatkan hinaan ujung bibirnya menerbitkan senyum kecil, tepat seperti dugaannya kalo Kenzou tidak terlalu memasalahkan hal ini.
"Aku memang melakukan kesalahan saat ini jadi aku akan terima apapun resiko yang harus aku tanggung dari kalian berdua"
Saling tatap Aleta menghela nafas berat saat Kenzou tersenyum sebagai kode agar dirinya memaafkan apa yang telah Alan dan Vony lakukan.
"Kalian tidak akan menanggung resiko apapun karena aku telah memaafkan kalian"
Vony yang tertunduk lesu sejak tadi langsung tersenyum sumringah mendengar Aleta sudah memaafkannya. Berjalan mendekat Vony berhenti tepat di samping Aleta menunjukan senyum terbaiknya.
"Kamu serius ingin memaafkan ku?"
Aleta mengangguk langsung di sambut pelukan hangat dari Vony sebagai tanda terimakasih.
__ADS_1