My Assistant Husband

My Assistant Husband
Memperingati


__ADS_3

"Apa kamu sudah pulang?"


"Belum aku sedang di supermarket membeli vitamin, apa kamu mau di belikan sesuatu?" tanya Vony dengan tangan memilih salah satu vitamin yang biasa ia konsumsi setiap pagi.


"Tidak perlu, sekarang cepat lah pulang hari sudah hampir malam" perintah Alan dari sebrang sana membersihkan meja kerjanya sebelum keluar menemani Kenzou meeting di salah satu restoran.


"Kamu juga jangan lupa makan, dan bilang dengan Kenzou agar segera pulang"


"Apa kamu sudah merindukan ku? sampai aku harus menyampaikan kepada Kenzou agar aku segera pulang?"


"Jangan besar kepala, karena aku tidak rindu dengan mu sama sekali!"


"Kita lihat saja nanti dirumah"

__ADS_1


Tanpa menjawab ucapan sang suami lagi Vony langsung mematikan sambungan telfonnya, senyum-senyum sendiri setelah sambungan telefon tersebut putus.


"Hey kamu" tepat setalah sambungan telfon dengan Alan terputus, teriakan seseorang dari arah samping yang tengah mendorong stroller berjalan ke arah nya.


Vony yang merasa penasaran dengan siapa orang yang memanggil nya tanpa menyebut nama menoleh ke arah sumber suara dan langsung menghela nafas berat saat mendapati orang tersebut adalah Anggit. "Wanita itu lagi"


"Kalo tidak salah kamu teman Alan yang menginap dirumahnya kan?"


Vony tersenyum kecut menjawab ucapan Anggit yang sangat tidak bermanfaat sama sekali untuk di tanyakan.


"Iyah"


"Kamu tahu kalo Alan itu akan bertunangan dengan ku tiga Minggu lagi?"

__ADS_1


"Aku tau itu, memang kenapa ada masalah?" tanya Vony seolah-olah tak tau arah pembicaraan Anggit.


"Ada"


Anggit berjalan selangkah lebih dekat ke arah Vony menatap wajah nya secara menyeluruh, beberapa kata pujian terucap hanya sekedar batin tak bisa menyangkal kalo wanita di hadapannya ini memang cantik, kalo Vony terlalu lama dirumah Alan Anggit pasti yakin cepat atau lambat calon tunangan nya itu pasti akan menaruh hati pada wanita di hadapannya.


"Aku tidak ingin calon tunangan ku tinggal satu atap dengan wanita yang bukan siapa-siapa nya"


Ujung bibir Vony tertarik mendengar ucapan yang begitu geli untuk ia dengar. "Apa kamu takut Alan akan tergoda dengan ku jika kami tinggal dalam satu rumah yang sama bahkan sebelum sempat bertungan dengan mu?"


Anggit terkesiap mendengar ucapan Vony yang sangat tepat dengan apa yang sedang ia pikirkan sekarang. Merasa posisinya disini paling kuat sebagai tunangan Alan Anggit menjawab pertanyaan Vony dengan penuh percaya diri. "Aku rasa semua perempuan di dunia ini juga akan merasa was-was jika pria yang mereka cintai terlalu dekat dengan wanita lain. Apa lagi tinggal di dalam satu rumah yang sama"


"Kalo bukan Alan yang meminta untuk bertungan sebulan lagi, aku yakin malam ini Alan sudah menjadi milik ku!" lanjut Anggit.

__ADS_1


"PD sekali wanita ini berkata seperti itu, dia belum tau saja sedang berhadapan dengan siapa"


"Apa yang kamu katakan tadi sangatlah benar jika tidak ada wanita di dunia ini yang akan merasa tenang jika pria yang mereka cintai dekat dengan wanita lain, apa lagi wanita itu datang di tengah-tengah kebahagiaan yang sedang mereka bangun" Ucapan Vony bagaikan sindiran buat Anggit seolah-olah dirinya lah yang telah hadir di tengah-tengah Alan dan juga Vony. "Tapi bagaimana jadinya kalo ternyata Alan benar-benar jatuh cinta dengan ku tiga minggu kedepan?"


__ADS_2