
Vony mendekat ke arah Alan melihat-lihat foto-foto mereka yang lebih banyak foto pribadi mereka.
Dret...dret...
"Sebentar" Vony mengangguk membiarkan Alan mengangkat telfon dan dirinya memilih beberapa foto.
"Apa? Aleta sudah melahirkan?"
Vony langsung menoleh ke arah Alan yang baru saja berkata Aleta melahirkan membuat Vony menggoyangkan tangan Alan meminta suaminya itu berkata lebih.
"Baiklah kirim saja alamat mobil mu sekarang nanti akan aku ambil" ucap Alan.
"Alan Aleta melahirkan? dimana? bayinya sehat?" cecer Vony setelah sambungan telefon dengan Kenzou terputus.
Melihat sang istri yang nampak cemas Alan menyingkirkan anak rambut dibelakang telinga. "Kamu mau ikut aku kerumah sakit?"
Vony mengangguk cepat rasa khawatirnya dengan sang sahabat begitu besar sekarang. "Aku mau kita berangkat sekarang saja kalo begitu?" Vony meraih tasnya menarik tangan Alan mengajak pria tersebut keluar dari ruangan pemotretan.
"Sayang tunggu"
__ADS_1
"Apa lagi? apa ada yang ketinggalan? ayolah Alan aku ingin segara sampai dirumah sakit" omel Vony merasa kesal saat Alan menghentikan langkahnya tepat di depan lobi.
"Sayang kita tidak bisa berangkat bersama kerumah sakit"
perkataan Alan berhasil membuat raut wajah Vony berubah bingung, bukannya tadi pria itu bilang tidak apa-apa jika Kenzou dan Aleta tahu mengenai hubungan mereka? terus kenapa seperti ini?.
"Kenapa?"
"Kenzou meminta ku mengambil mobilnya di jalan xxx samping halte karena saat tadi ia membawa Aleta kerumah sakit mobilnya terjebak macet"
"Terus bagaimana cara dia membawa Aleta kerumah sakit kalo mobilnya ada di situ?"
"Yasudah kalo begitu aku tunggu kamu nanti di lobi tapi cepat datang!" Alan mengangguk memanggil sopir untuk mengantar sang istri ke rumah sakit.
Mencium kening Vony singkat Alan membukakan pintu belakang. "Hati-hati"
"Kamu juga" Alan mengangguk. Melihat Vony sudah masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman kantor Alan juga masuk ke dalam taksi yang ia pesan beberapa saat lalu.
***
__ADS_1
Vony yang hampir setengah jam berada di lobi menatap kesana kemari mencari keberadaan Alan yang tak kunjung datang bahkan ponsel pria itu tak aktif membuat Vony merasakan khawatir.
"Sayang" panggil Alan dari kejauhan setengah berlari ke arah Vony yang langsung melayangkan pukulan pada lengannya.
"Kamu kemana saja? kenapa baru datang?"
"Maaf tadi jalanan macet jadi aku ambil jalan pintas" ujar Alan jujur. "Kamu sudah menemui Aleta?"
"Belum aku menunggu mu sejak tadi di sini" Alan langsung tersenyum mendengar Vony yang khawatir padanya. "Nanti jangan langsung bilang pada Aleta kalo kita sudah menikah"
"Kenapa? bukan tadi kamu bilang tidak apa-apa kalo mereka berdua tau tentang hubungan kita? terus kenapa sekarang berubah?" tanya Vony penuh curiga.
"Biar mereka tau sendiri dari foto yang akan tersebar besok dan lagi anggap saja di dalam ruangan nanti kita seperti tidak saling kenal ya mungkin dengan cara bicara diganti 'lo gue'"
Vony menatap wajah Alan yang sepertinya sedang ingin menjahili temannya sebelum mengemparkan dengan berita besok.
"Aku setuju" ucap Vony setuju lagian yang akan menanggung amarah Aleta nantinya adalah Alan.
"Kalo begitu kita ke sana sekarang" Meraih tangan Vony keduanya berjalan ke arah ruang inap Aleta.
__ADS_1