My Assistant Husband

My Assistant Husband
Pengurangan Karyawan


__ADS_3

Terpaksa harus meliburkan diri dari Jhonson Company selama seminggu, kini Alan menginjakkan kaki di perusahaan yang seharusnya ia ambil alih sejak beberapa tahun lalu. Masuk begitu saja Alan sukses membuat semua karyawan menatap nya terheran-heran.


Masuk ke dalam ruangan sang ayah Alan mengendarakan pandangan kesegala arah matanya langsung tertuju pada meja kerja Erlad yang kosong. Erlad yang benar-benar kehilangan sumber dana pada perusahaan nya terlihat sangat tertekan sehingga pria itu tak berangkat ke kantor membiarkan Alan ke perusahaan yang bisa di pastikan akan gulung tikar dalam jangka dekat ini.


Menyalakan laptop, pertama kali yang Alan lakukan mengecek bagaimana perputaran roda saham perusahaannya. Hembusan nafas terdengar begitu kasar saat saham perusahaan nya benar-benar tidak baik sekarang, dan jalan satu-satunya ia harus mengurangi karyawan di perusahaan cabang.


Alan menghubungi sekretaris sang ayah menggunakan telfon yang ada di samping laptop memerintahkan untuk mengumpulkan direktur seluruh anak perusahaan di ruang meeting setengah jam lagi.


Alan menyandarkan punggung pada badan kursi tangannya sesekali masih menari di atas keyboard. "Aku rasa pengurangan karyawan juga masih kurang untuk menutupi pengeluaran dana. Tapi tidak mungkin juga beberapa pabrik harus aku tutup"


Tok...tok...tok...


"Masuk"

__ADS_1


"Permisi tuan, semua direktur sudah berkumpul diruang rapat" ucap sekretaris Erlad.


Alan merapikan setelan jas nya melangkah keluar ruangan menuju ruang rapat. Masuk ke ruang rapat membuat sekitar sebelas direktur menatap ke arahnya dengan tatapan bingung.


"Selamat pagi"


"Pagi" jawab semuanya serentak. "Maaf anda siapa? dan dimana tuan Erlad?"tanya salah satu di antara mereka memberanikan diri untuk bertanya merasa asing dengan pria yang duduk di hadapannya sekarang.


Alan hanya tersenyum mendengar hal tersebut wajar jika mereka semua tidak mengenalnya terlebih dahulu karena memang dirinya yang tidak pernah ikut campur urusan perusaahan sang mama apa lagi menghadiri acara seperti sekarang.


Seketika ekspresi wajah mereka berubah menjadi serius. Mereka sebenarnya tahu jika Erlad memiliki seorang anak laki-laki hanya saja mereka belum pernah bertemu ataupun berkenalan dengan putra tunggal Erlad tersebut.


"Maaf tuan kami semua disini tidak tahu kalo anda putra tunggal tuan Erlad"

__ADS_1


"Tidak apa-apa saya memaklumi hal tersebut. Apa kita bisa mulai meeting dadakan ini?"


"Silahkan tuan"


Alan meminta Kholis-sekretaris sang ayah untuk menyalakan proyektor langsung menunjukan diagram saham perusahaan.


"Saya rasa kalian semua paham apa maksud gambar itu. Jadi perusahaan kita sekarang sedang mengalami keguncangan yang sangat hebat disini dimana seseorang yang sangat berpengaruh di perusahaan kita menarik semua saham nya dalam waktu satu malam membuat dampak buruk sangat terasa pada kita semua"


"Dan lagi produk yang di keluarkan perusahaan kita sekarang juga sedang mrosot drastis di pasaran dimana masyarakat beralih ke produk lain dengan harga yang jauh lebih murah dengan kualitas yang sama" jelas Alan.


"Jadi apa yang anda lakukan tuan?"


Alan terdiam menghela nafas panjang beberapa kali sebelum mengeluarkan keputusan nya. "Saya akan melakukan pengurangan karyawan, dan menutup beberapa pabrik untuk menyetabilkan harga saham terlebih dahulu"

__ADS_1


"Tuan kalo anda mengurangi karyawan dan menutup beberapa pabrik, mereka semua mau bekerja dimana tuan? terutama karyawan pabrik yang pasti ekonomi mereka menengah kebawah dan pasti mereka memiliki keluarga yang akan sedih jika suami mereka di pecat"


"Dan lagi tuan karyawan perusahaan juga pasti akan melakukan demo besar-besaran karena anda akan memecat mereka semua di pertengahan tanggal yang otomatis mereka semua tidak akan mendapatkan gaji bulan ini"


__ADS_2