My Assistant Husband

My Assistant Husband
Menagih Janji


__ADS_3

Melihat Alan menatapnya tajam wanita tersebut terdiam beralih beradu pandang dengan Vony yang ada di samping Alan sebelum mengeluarkan suara kembali.


"Saya tidak bisa memperpanjang kontrak anda disini karena kondisi perusaahan juga sedang tidak baik-baik saja sekarang" kata Alan mengalihkan pandangan wanita tersebut.


"Kalo begitu saya ingin menagih janji yang ayah anda janjikan dulu!"


Kening Alan dan Vony menimbulkan garis halus dalam waktu bersamaan mendengar wanita tersebut meminta janji yang dibuatnya dengan Erlad.


"Apa itu?" tanya Vony tak bisa menutupi rasa penasaran nya.


"Tuan Erlad pernah berjanji kalo saya tidak lagi bisa memperpanjang kontrak di perusaahan ini tuan Erlad akan memberikan saya mobil, rumah beserta isinya"

__ADS_1


Vony terkekeh mendengar permintaan yang sangat tidak sesuai dengan pekerjaannya selama ini. "Anda ingin meminta mobil dan rumah?"


"Iyah! saya mau mobil dan rumah itu dalam jangka waktu satu minggu!"


"Apa anda sudah kehilangan akal? atau mungkin anda tidak sadar?" sindir Vony. "Mungkin kalo anda bisa membuat omset penjualan kita meningkat pesat selama bertahun-tahun mungkin suami saya tidak akan keberatan memberikan apa yang anda minta, tapi disini anda bisa lihat sendiri anda bahkan tidak bisa membuat angka penjualan kita naik satu angkapun yang angka tersebut terus turun di setiap bulannya. Jadi sekarang anda bisa berfikir ulang apa imbalan yang anda minta itu sesuai dengan yang anda kerjakan selama ini?"


Wanita tersebut mengepalkan tangan begitu kuat di atas paha mendengar penjelasan Vony yang penuh sindiran di dalam nya terlontar sangat mulus begitu saja. "Tapi itu janji yang tuan Erlad berikan pada saya dulu jadi wajar kalo saya menagih janji itu sekarang!"


"Bisakah anda meminta hal yang lebih masuk akal seperti berupa uang tunai? mungkin dengan begitu suami saya bisa memberikan uang yang anda minta"


"Apa!!!" pekik Vony mendengar nominal yang sangat fantastis tersebut. "Saya bilang mintalah dengan wajar tapi sepertinya sekarang anda benar-benar gila!"

__ADS_1


"Sekarang pilihan ada di tangan anda tua tuan Alan anda belikan saya mobil dan rumah atau uang dua milyar"


Alan mengusap wajahnya kasar mendengar permintaan ambasador yang terdengar gila tersebut. "Baik saya akan berikan apa yang anda minta tapi setalah itu kontrak ini benar-benar berakhir!"


"Deal" wanita tersebut mengulurkan tangan di sambut malas oleh Alan. "Dan jangan lupakan gaji saya full dibulan depan" sambung nya pergi dari ruangan Alan dengan bahagia.


Melihat keputusan Alan yang mengiyakan ucapan wanita tersebut Vony mengeluarkan protes. "Sekarang kamu yang gila Alan! kamu tau kondisi perusaahan sekarang seperti apa dan kamu malah mengiyakan permintaan gila seperti itu?!"


"Kamu lihat sendiri dia selalu ngotot untuk meminta perpanjangan kontrak yang bisa dipastikan nominalnya lebih besar dari pada rumah yang dia minta, jadi aku tidak punya keputusan lain selain mengiyakan janjinya dengan ayah dulu"


"Tapi lihat sekarang keuangan perusahaan semakin min kalo seperti ini caranya"

__ADS_1


Alan menguyur rambutnya tak bisa berfikir sekarang ia bingung harus berbuat seperti apa ditambah pengeluaran mengenai bahan mentah yang akan di produksi bisa mencapai nominal yang fantastis.


"Apa aku meminta ayah untuk menyuntikan dana pada perusahaan ini saja?"


__ADS_2