My Assistant Husband

My Assistant Husband
Kebun Strawberry


__ADS_3

Salma yang baru ingat memiliki janji untuk mengajaknya Vony ke kebun strawberry di puncak langsung menghubungi menantunya mengajaknya pergi ke puncak hari ini juga.


Tentu Vony sangat setuju, tapi sayang Alan tidak bisa ikut menemaninya dan juga Salma memetik strawberry, karena pria itu harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum mereka berlibur akir pekan.


Di jemput oleh Salma keduanya langsung menuju puncak dimana dulu Salma sering sekali kesini hanya sekedar melepas penat.


Turun dari mobil mata Vony disuguhkan dengan ladang strawberry yang sangat luas, dan kebetulan mereka datang diwaktu yang tepat dimana para petani sedang memetik buah strawberry yang sudah matang dan akan dikirim ke kota, meski begitu tak sedikit pengunjung juga ikut turut serta menikmati strawberry dari pohonnya.


Tak sabar akan merasakan buah Strawberry, Vony mengandeng tangan Salma masuk kedalam kebun menyusui jalan yang kanan dan kirinya di penuhi buah Strawberry.


Memetik salah satu buah yang terlihat besar Vony menggigitnya merasakan manis dan segarnya buah strawberry itu memanjakan lidahnya.


"Manis sekali" guman Vony dengan mata terpejam.


Melihat menantunya yang sangat antusias Salma juga memetik buah strawberry sambil mengamati setiap orang yang tengah asik dengan kegiatannya masing-masing.


"Apa kamu suka?" tanya Salma.


Vony mengangguk semangat. "Sangat suka ma, bahkan Vony jarang sekali punya waktu untuk berlibur seperti ini memanjakan diri di alam bebas, bukannya membuat diri setres tiap hari dengan tumpukan berkas yang menjulang tinggi" ucap Vony mengadu nasibnya pada Salma.


Salma menggeleng meraih satu buah keranjang dan ia serahkan kepada Vony. "Ambil sebanyak apapun strawberry yang kamu mau"


Dengan cepat Vony menghabiskan strawberry di mulutnya. "Serius ma?"


"Iyah, sekalian bawakan untuk Alan"


Dengan perasaan bahagia Vony memetik strawberry yang berukuran besar kedalam keranjangnya.


"Apa mama sering mengajak Alan kesini?" tanya Vony ingin tahu.


"Jangankan mengajaknya kesini, duduk berdua menghabiskan waktu bersama saja mama sampai lupa kapan terakhir kali hal itu terjadi"

__ADS_1


Vony menatap Salma yang tengah fokus memetik buah strawberry. Terbesit rasa rindu pada raut wajah Salma yang sepertinya berharap ia memiliki waktu lebih dengan Alan.


Apa seginikah dampak Alan yang tak ingin menikah dengan Anggit?, membuat jarak antara mama dan anak itu semakin menjauh?.


Terbersit di hati Vony tentang seberapa buruk keadaan mental wanita bernama Anggit itu, dan kenapa Erlad selalu memaksa Alan untuk terus menikah dengan Anggit kalo Erlad sendiri saja sudah tau jelas bagaimana keadaan wanita itu.


Sedangkan dirinya tak berani bertanya lebih jauh pada Alan kalo pria itu saja tak berminat menceritakan hal yang sebenarnya terjadi.


"Apa mama ingin sekali memiliki banyak waktu dengan Alan?" lanjut Vony.


Salma menghentikan aktivitasnya menatap wajah Vony dengan tersenyum. "Iyah, bahkan kalo mama bisa memutar waktu mama ingin sekali bersama nya saat masih kecil" Salma menjeda ucapannya saat anak laki-laki berlari an dihadapannya menghampiri sang ayah.


"Dulu saat mama masih bekerja di kantor, mama selalu menyempatkan waktu untuk nya, menceritakan dongeng,bermain bersama, menemaninya lomba dan mendengar celotehan tak jelas dari mulutnya. Tapi semua itu seakan cepat sekali berlalu dan lihat anak nakal itu sekarang sudah memiliki istri yang sangat cantik" ucap Salma mengusap pipi Vony.


Vony tersenyum simpul mendapat usapan dari Salma.


"Apa kamu sudah selesai memetiknya?" Salma yang sudah selesai dengan satu ranjang penuh menatap menantunya yang belum memenuhinya keranjangnya.


"Be-belum ma" jawab Vony menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


***


"Kamu serius meminta libur selama empat hari lamanya?" ucap Kenzou keberatan.


Alan yang tiba-tiba datang kedalam ruangannya berkata ingin meminta cuti akhir pekan salam empat hari, dengan alasan dirinya butuh refreshing sejenak menjauhkan diri dari pekerjaan yang selalu menyita waktunya.


"Ayo lah Zou, cuma empat hari"


"Terus bagaimana pekerjaan kantor?"


"Untuk sementara waktu kamu bisa menghendel nya terlebih dahulu bukan?" ucap Alan yang terus mencari celah agar Kenzou mengizinkannya untuk berlibur, ia tak ingin membuat Vony tambah sedih kalo sampai rencana ini gagal. "Apa kamu mau asisstant mu yang tampan ini mendadak gila karena tidak mendapat liburan dari kantor?" sindir Alan.

__ADS_1


Alan memang jarang sekali cuti, bahkan weekend saja dirinya masih harus menyelesaikan laporan yang harus diserahkan kepada Kenzou. Meski sahabatnya itu selalu mengaji nya di atas standar, Alan juga manusia yang membutuhkan waktu berlibur.


"Ok kamu boleh berlibur, tapi tidak boleh lebih dari empat hari, karena aku juga tidak bisa mengerjakan tugas kantor seorang diri kamu tau anak kantor ini ada berapa, bahkan aku saja tidak bisa menghitungnya sendiri" ucap Kenzou yang sepertinya juga membutuhkan refreshing.


Alan mengangguk setuju denger cepat ia bangkit dari duduknya. "Terimakasih Zou, kamu memang tau apa yang sedang aku butuhkan, kalo begitu aku pulang terlebih dahulu" Alan langsung berlalu keluar dari rungan Kenzou menuju mobilnya.


Sebelum pulang Alan mampir untuk membooking tiket pesawat yang akan ia tunjukan pada Vony. Mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen.


Sampainya di apartemen Alan buru-buru masuk, mencari keberadaan sang istri yang ternyata belum pulang dari puncak.


Memilih menyegarkan tubuhnya terlebih dahulu Alan berlalu ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket.


Saat ia selesai mandi Vony baru masuk kedalam rumah dengan satu plastik sedang ditangannya.


"Kamu baru pulang?" tanya Alan mengekor dibelakang Vony yang menuju dapur.


"Iyah" membalikan badannya Vony menatap wajah Alan yang terus tersenyum tanpa henti. "Kamu terlihat bahagia sekali hari ini?"


Tanpa berkata banyak Alan berlalu pergi mengambil tiket yang tadi ia beli, menyodorkannya pada Vony. "Ini untuk mu"


Seutas senyum tergambar dari raut wajahnya. "Kita jadi berlibur?" ucap Vony kegirangan.


"Iyah, Kenzou telah memberikan ku izin, dan akhir pekan kita akan berangkat ke Bali"


Vony merentangkan tangannya menggantung fi leher pria itu. "Kamu tau aku sudah lama sekali tidak berlibur, dan sekarang kau mengajak ku ke pulau Dewata Bali. Terimakasih Alan"


Tangan Alan terulur juga memeluk pinggang ramping isterinya yang masih tersenyum senang, dan senyuman itu menular ke Alan yang juga ikut merentangkan senyumannya.


Melepaskan pelukannya Vony menatap kembali tiket ditangannya. "Kita harus cepat-cepat menyiapkan semuanya"


Alan mengangguk setuju, Vony yang masuk ke kamarnya sedangkan Alan masuk ke walk in closet miliknya. Keduanya menyiapkan barang-barang yang akan merek bawa akhir pekan besok.

__ADS_1


***


Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Beri Hadiah 🤗♥️


__ADS_2