
"Bagaimana dok hasilnya?" tanya Alan yang sejak tadi tidak berhenti bertanya apa lagi hasil tes kedua nya telah keluar membuat jiwa penasaran nya meronta-ronta seperti ibu-ibu kompleks.
Vony yang berkata pada Alan hanya memeriksa keadaan sebelum berangkat bekerja harus di kejutkan dengan Alan yang meminta cuti libur oleh Kenzou dan juga meminta nya cuti sehari, melihat wajah Alan yang sangat bahagia hanya untuk di ajak periksa membuat Vony mengiyakan keinginan sang suami.
Dokter perempuan dengan nama Elsa tersebut nampak membaca dengan teliti kertas berwarna putih di tangannya sebelum menyampaikan hasil pada kedua pasien nya. "Hasilnya baik, rahim nona Vony dalam keadaan baik dan sedang dalam masa subur biasanya di saat-saat seperti ini adalah masa-masa yang di nanti pasangan suami istri karena di masa ini pembuahan sangat cepat terjadi"
"Dan ****** tuan Alan juga baik, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan jika kalian berdua ingin memiliki momongan dalam jangka dekat ini"
Memasukan kembali hasil lab dokter Elsa menulis vitamin yang harus di konsumsi Vony.
"Apa dalam masa-masa ini ada makanan dan minuman yang harus kita hindari terlebih dahulu?" tanya Alan agar kedepannya dia bisa memastikan tidak ada larangan yang mereka lakukan.
__ADS_1
"Tidak ada tuan, tapi saya sarankan dalam melakukan program kehamilan nona Vony tidak boleh terlalu stress atau memikirkan hall yang akan membuat tubuh menjadi drop, apa lagi mengangkat barang berat karena kita tidak tau kapan pembuahan bisa terjadi, takutnya jika sudah ada janin di rahim nona Vony dan kita lalai sedikit saja hall yang tidak di inginkan bisa terjadi"
"Saya akan memastikan istri saya tidak akan melakukan pekerjaan nya secara berlebihan" ucap Alan tegas membuat Vony yang duduk di sampingnya menarik ujung bibir tak pernah menyangka jika Alan akan sebahagia ini.
Dokter Elsa tersenyum mendengar ke antusias Alan, menyodorkan secarik resep sepasang suami istri tersebut langsung keluar dari ruangannya setalah mengucapkan terimakasih.
Di dalam mobil Alan mengecup punggung tangan sang istri yang tengah membuang pandangannya ke luar jendela. Mendapati mobil Alan bukan mengarah pada jalan pulang melainkan menuju hotel bintang lima membuat Vony merasa heran.
"Ayo turun" ajak Alan melepas setbel pada dirinya.
Melihat Alan hanya diam saja dan tiba-tiba menunjukan seringai pada wajah tampan nya tersebut otak pintar Vony langsung bekerja dengan cepat. "Kamu mesum sekali Alan!"
__ADS_1
"Kita tidak memiliki waktu untuk liburan sayang, jadi saat kita cuti bukankah itu harus di manfaatkan?"
"Aku tidak mau, cepat jalankan mobilnya!" perintah Vony dengan nada galak.
Bukan nya takut atau menjawab Alan langsung turun dari mobil memutari mobilnya melepas setbel pada tubuh sang istri, awalnya Alan meminta dengan baik Vony untuk turun dan berjalan sendiri tapi sepertinya sang istri yang masih malu membuat Alan mau tak mau mengendong tubuhnya sampai ke dalam lobi hotel, mengambil kartu akses kamar president suite pada resepsionis.
Pintu kamar president suite terbuka dengan perlahan menunjukan ukuran kamar yang sangat luas dengan semua perlengkapan tersusun rapi di dalamnya.
"Kamu sudah gila Alan memesan kamar sebesar ini hanya untuk satu hari" omel Vony yang masih berada di
dalam gendongan sang suami.
__ADS_1
"Kita akan mencoba setiap sudut ruangan ini, tapi sebelum itu aku ingin mencoba ranjang nya terlebih dahulu" jawab Alan membuka kamar utama president suite menunjukkan ranjang berukuran king size.
"Apa!, dasar gila!"