
Satu bulan berlalu kini Alan bisa sedikit bernafas lega karena roda perusaahan mulai berjalan dengan normal bahkan jika sebelumnya omset penjualan menurun drastis kini angkanya mulai merangkak naik seiring berjalannya waktu, bahkan produk terbaru yang akan mereka keluarkan sudah di tunggu-tunggu oleh masyarakat.
Vony yang memiliki keinginan untuk menjadi model produk yang akan di keluarkan sang suami tidak langsung di iyakan oleh Alan menginggat perkataan dokter yang memperkirakan usia kandungan Vony masih sangat kecil dan beresiko besar untuk keguguran kalo dirinya terlalu lelah. Karena itu Alan mengundur waktu yang di inginkan sang istri satu bulan lagi, dimana waktu itu tiba hari ini.
Tak ingin Vony kelelahan Alan meminta waktu satu jam untuk pengambilan gambar keduanya awalnya Vony tak setuju sebelum akhirnya Alan mengancam ingin membatalkan pengambil gambar hari ini jika Vony tetap ngotot meminta waktu lebih yang mau tak mau wanita itu nurut pada sang suami.
Berbagai pose mulai mereka lakukan memamerkan produk terbaru yang tiga hari lagi launching.Bahkan pasangan suami istri tersebut tak segan-segan memperlihatkan kemesraan mereka di depan banyak orang.
Hingga waktu satu jam berlalu dan keduanya kini tengah melihat hasil pemotretan dan memilih beberapa foto yang akan di upload di sosial media nantinya.
"Apa kamu yakin ingin mengunggah foto ini di hadapan publik?"
Alan yang masih fokus pada layar laptop mengangguk mengiyakan.
"Apa kamu tidak takut di tanya ini itu oleh Kenzou?"
"Tidak"
__ADS_1
"Apa kamu tidak takut jika ayah akan marah nantinya?"
"Tidak"
"Alan sungguh sekarang ini sedang gelisah memikirkan bagaimana Aleta akan menanyakan hal ini itu pada ku kalo sampai foto tersebut tersebar dan aku harus menjawab apa nantinya?"
"Bilang saja kamu sudah menikah selama ini"
"Tapi bagaimana kalo dia marah, kecewa pada ku? Apa dia masih ingin memiliki sahabat seperti diriku ini?" Cukup lama Vony bertanya tapi tak kunjung mendapatkan jawaban dari pria yang ternyata tengah asik memperhatikan gambar mereka. "Alan!" Panggil Vony setengah berteriak berhasil membuat beberapa kru menatap ke arah nya.
"Sayang jangan triak-triak"
"Aku dengar-"
"Apa yang kamu dengar?" Sela Vony menatap kesal wajah tampan tersebut.
Alan menangkup wajah Vony dan berkata. "Kamu cantik"
__ADS_1
"Alan! Aku serius!"Vony menepis tangan Alan.
Alan tertawa melihat Vony yang kesal pada dirinya, menenangkan dengan mencium bibir Vony. "Aku yakin Aleta pasti masih ingin menjadi sahabat mu meskipun dia mengetahui kita menikah dengan cara seperti ini"
Vony kembali memasang wajah serius menatap sang suami. "Bagaimana kalo itu tidak terjadi?"
"Aku yang akan menjelaskan hal ini pada nya dan kalo dia ingin mengalahkan di antara kita berdua maka aku siap yang akan menjadi sasaran amarahnya"
"Tapi bagaimana dengan Kenzou?"
"Aku rasa dia akan sedikit kecewa dan lebih merasakan bahagianya"
"Kenapa bisa seperti itu?" Tanya Vony penasaran.
"Karena selama ini dia tau aku tidak pernah dekat dengan siapun jadi saat mendengar aku menikah pasti dia akan ikut bahagia"
"Benarkah?"
__ADS_1
Alan mengangguk. "Tentu saja jadi kamu tidak usah khawatir lagi, lebih baik kamu memilih foto mana yang akan kita unggah besok"
Vony mendekat ke arah Alan melihat-lihat foto-foto mereka yang lebih banyak foto pribadi mereka.