My Assistant Husband

My Assistant Husband
Belajar Memasak


__ADS_3

"Dan proyek ini akan saya usahakan selesai dalam jangka waktu satu tahun" ucap Vony pada CEO Star Company tentang pembangunan hotel dua puluh lima lantai di tepian kota yang sangat strategis karena letaknya yang ada di dekat pantai.


"Dan soal bahan bangunannya Adhitama Company juga sudah memiliki suplayer yang sangat terpercaya baik dari dalam maupun luar negeri, jadi anda tidak perlu khawatir soal bahan yang akan kita gunakan kedepannya" lanjut Vony.


CEO Star Company nampak mengangguk-angguk suka dengan bahan presentasi Vony apa lagi saat Vony menunjukan hasil beberapa pembangunan stadion,hotel,dan rumah sakit yang sangat bagus.


"Saya sangat suka dengan hasil yang Adhitama Company kerjakan, dan saja juga ingin proyek kali ini Adhitama Company yang menghendel nya"


"Jadi apa tuan bersedia bekerjasama dengan perusahaan kami?"


"Tentu saja" Vony nampak sangat senang mendengar hal tersebut dan langsung meminta Danil mengeluarkan dokumen yang harus CEO Star Company tanda tangani. "Senang bekerja sama dengan anda" lanjutnya setelah selesai menandatangani dokumen.


"Terimakasih tuan, semoga kedepannya kerjasama kita terjalin dengan baik" jawab Vony menerima uluran tangan CEO Star Company.


"Kalo begitu saya permisi dulu, dan kalo anda membutuhkan sesuatu bisa langsung menghubungi saya atau asisten saya"


"Baik tuan" jawab Vony bangkit dari duduknya mempersilahkan kedua orang tersebut untuk pergi.


"Aku tidak menyangka kalo sebahagia ini saat ada perusahaan besar yang mau berkerja sama dengan Adhitama Company" Vony berbalik menatap wajah Danil. "Terimakasih berkat mu persentasi hari ini sangat lancar"


"Anda tidak perlu berterimakasih pada saya non, berterimakasih lah pada tuan Alan" ucap Daniel meralat ucapan Vony.


"Oh ya Alan, pria itu harus tau kalo aku bisa mendapatkan projek besar hari ini" Vony meraih ponselnya mencari kontak Alan dan langsung menghubungi nya. Tapi sayang beberapa kali ia mencoba menghubungi Alan ponsel pria itu tak kunjung mendapatkan jawaban. "Bukannya ini jam makan siang?, kenapa ponselnya tidak aktif"


"Mungkin tuan Alan masih sibuk dengan pekerjaan nya nona"


"Iyah kamu benar juga"


"Kalo begitu apa anda ingin saya pesankan makanan?" tanya Danil yang juga ingin memesan makanan mengisi perutnya yang sudah berbunyi.

__ADS_1


"Tidak usah aku bawa bekal hari ini" Vony meraih peper bag miliknya mengeluarkan kotak bekal yang diberikan Alan saat di dalam mobil tadi.


Melihat anak atasannya pertama kali membawa kotak bekal saat selesai meeting membuat Danil berfikiran jin mana yang bisa merasuki Vony saat ini


"Kenapa diam saja?" tegur Vony melihat Danil yang menatapnya tanpa berkedip. "Apa ada yang salah dengan ku!"


"Ti-tidak nona, apa anda ingin minum?, biar saya pesan kan sekalian"


"Jus strawberry" jawab Vony langsung memakan roti miliknya.


Danil mengangguk melambaikan tangannya memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan.


Tak berselang lama makanan dan minum Vony datang, Keduanya saling diam menikmati makanan mereka masing-masing.


Selesai makan Vony meminta Danil untuk kembali ke kantor cabang terlebih dahulu, sedangkan dirinya masih harus ke supermarket untuk membeli barang. Danil yang ingin mengantar Vony ditolak dengan tegas oleh wanita itu alhasil Danil hanya pasrah saja kembali ke kantor cabang sesuai perintah dari Vony.


Di dalam supermarket Vony mendorong troli miliknya berjalan dari lorong ke lorong. Memasukan beberapa macam makanan dan barang seperti buah, roti, selai, pewangi ruangan, sampai langkahnya terhenti di deretan sayur-sayuran menatap beberapa jenis sayur yang tertata dengan sangat rapi.


Vony diam sejenak memikirkan siapa orang yang tepat untuk mengajarinya memasak sekarang ini. Sampai satu nama terlintas di otak nya. "Doa adalah orang yang tepat untuk mengajari ku sekarang ini"


Mengambil beberapa macam sayur Vony memasukannya ke dalam troli, entahlah ia tak tau sayur-sayur itu akan ia buat apa yang ia tau cukup membelinya dan mulai belajar masak hari ini.


Selesai membayar semua belanjaan nya Vony menghentikan taksi langsung menuju suatu tempat.


***


"Aleta nya ada?" tanya Vony saat pintu rumah Aleta di buka oleh seorang art.


Seseorang yang akan mengajari Vony kali ini adalah Aleta-sahabat sekaligus pemilik Aleta Yummy. Karena tak sedikit setiap Aleta akan mengeluarkan menu baru pasti dirinya lah orang pertama yang akan menyicipinya.

__ADS_1


"Nona Vony ya?"


"Iyah bik"


"Mari masuk non, nona Aleta nya ada di kamar biar bibik panggil kan" Vony mengangguk mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu, sambil menunggu art memanggilkan Aleta.


"Vony?" sapa Aleta saat dirinya turun dari lantai atas. perut Aleta yang nampak sudah membuncit membuat sahabatnya itu sangat lucu. "Kamu tumben kesini siang-siang"


"Aku ingin meminta mu mengajari ku memasak"


"Apa?, kamu serius mau belajar masak?" tanya Aleta tak percaya.


"Tentu saja aku serius Aleta, aku ingin pintar memasak seperti mu, agar kalo aku menikah nanti aku bisa membuatkan makanan kesukaan suamiku" ucap Vony asal.


"Kamu sedang tidak main-main kan?"


"Tentu saja tidak lihat ini aku bahkan sudah membeli bahan-bahan nya" ucap Vony menunjukan dua kantong plastik berisi sayuran.


"Astaga Vony kamu mau hajatan?, kenapa sayuran nya sebanyak ini?"


"Aku hanya tinggal ambil dan membayar nya, aku tidak tau kalo ini kebanyakan"


"Ya terus kamu mau masak apa?" tanya Aleta menatap wajah sahabatnya yang nampak sangat antusias.


"Terserah, tapi kita mulai dari yang gampang-gampang saja"


"Baiklah kita ke dapur sekarang" Aleta memanggil salah satu art nya untuk membawa belanjaan Vony ke dapur dan Aleta mulai mengajari Vony membuat sup makanan yang sangat mudah itu menjadi pelajaran Vony memasak untuk pertama kali.


***

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Beri Hadiah 🤗♥️


__ADS_2