
"Dan masalah pertunangan aku benar-benar ingin pertunangan ini berakhir sampai disini!" ucap Alan berharap ayah dan anak itu bisa memahami keputusan nya. "Kalian sudah mengetahui jika sekarang aku sudah memiliki istri rencananya dalam waktu dekat aku akan melangsungkan resepsi nya!"
"Alan jangan asal bicara kamu!" ucap Erlad benar-benar tak menginginkan hal tersebut sampai terjadi.
"Yah cukup! ini rumah tangga Alan jadi dia berhak melakukan apapun pada rumah tangga nya lagian sudah cukup ayah menekan Alan selama ini dan sekarang biarkan dia bahagia!" kata Salma.
Mendengar Alan benar-benar ingin membatalkan pertunangan Anggit meraih lengan pria itu. "Aku tidak ingin pertunangan ini batal Alan aku mohon jangan batalkan peruntungan ini. Kalo kamu ingin bersama dengan Vony maka jadikan aku istri kedua mu aku tidak akan mempermasalahkan hal tersebut"
"Anggit kamu apa-apaan berbicara seperti itu! kamu lihat sendiri Alan sudah bisa mempermainkan mu sebelum kalian menikah dan sekarang kamu malah merendahkan diri untuk pria seperti itu?"
"Yah aku sayang dengan Alan dan aku tidak ingin kehilangan nya, jadi kalo Alan hanya bisa menerima ku menjadi istri keduanya aku tidak akan mempersalahkan hal tersebut!"
Anggit yang sepertinya sudah gila akan hal tersebut membuat Alan melepas tangan Anggit dari lengannya. "Maaf tapi aku tidak ingin menjadikan mu istri kedua"
"Alan aku mohon jangan seperti ini" Restu langsung menarik putrinya menjauh dari Alan sebelum kembali mengemis seperti orang yang tak memiliki harga diri.
__ADS_1
"Anggit dengarkan ayah! kalo Alan tidak bisa menerima mu maka mereka juga akan mendapatkan imbas dari kesalahan yang mereka perbuat!" Restu yang sudah merasa di permalukan di sini menatap semua orang yang ada di sana dengan tatapan penuh kebencian. "Mulai malam ini aku akan mencabut semua saham yang aku tanam di Wijaya Company dan aku ingin kalian mengembalikan suntikan dana yang sudah aku keluarkan dengan jumlah besar itu dalam waktu tiga bulan!"
"Apa anda tidak salah bicara? tiga bulan bukanlah hal yang sebentar untuk mengumpulkan uang sebanyak itu!" ucap Alan yang kaget dengan jangka waktu yang diberikan Restu.
"Kalo begitu bersiap ayah dan mama mu yang akan masuk ke dalam penjara!" setelah mengatakan hal tersebut Restu menarik tangan Anggit keluar dari kediaman keluarga Alan secara paksa karena putrinya itu masih memohon-mohon pada Alan.
"Lihat sekarang apa yang terjadi karena kamu telah membela istri yang selalu kamu banga-banggakan itu, semuanya hancur Alan!!!" murka Erlad pergi berniat menghampiri Restu untuk menarik ucapannya.
Alan menatap kepergian ayahnya dengan tatapan datar tak bisa berkata-kata apapun lagi sekarang waktu tiga bulan? bagaimana ia bisa mengumpulkan uang yang nominalnya saja bisa sampai triliun itu dalam waktu tiga bulan.
Alan langsung berbalik menatap Vony pria itu berusaha untuk tetap tersenyum meski isi hati nya berbeda. "Iyah"
"Maafkan aku ini semua terjadi karena aku"
"Sttttt" Alan mengeleng menaruh jari telunjuknya pada bibir Vony. "Ini bukan salah mu, karena mau kamu ada ataupun tidak ada hari ini akan datang"
__ADS_1
"Terus sekarang bagaimana?" Vony beralih menatap Salma yang masih terisak tangisnya. "Kasian mama"
Alan yang melihat hal tersebut hanya menghela nafas panjang ia sendiri juga tak tau sekarang harus seperti apa dan bagaimana kedepannya nanti.
"Mungkin jalan yang terbaik kamu harus tetap bertunangan dengan Anggit"
"Apa maksud mu!"
"Agar semua ini kembali seperti sedia kala, apa kamu tidak kasian mama yang sedih seperti itu? dan ayah yang memohon-mohon pada orang?"
Alan mengusap wajahnya kasar berulang kali sebelum kembali menatap Vony. "Banyak jalan yang bisa aku lakukan tapi tidak bertunangan dengan Anggit!"
"Tapi-"
"Percaya sama aku kalo aku bisa mengembalikan semua uang tuan Restu dalam tiga bulan" ucap Alan yakin.
__ADS_1