
Jika kemarin malam Alan datang ke kamar nya dngan membawa empat ligerai dengan warna yang berbeda, beda hal nya dengan malam ini saat Alan datang ke kamar Vony dengan membawa dua bungkus taspack membuat Vony merasa selama disini suaminya itu benar-benar sudah tak memiliki rasa malu lagi
"Buat apa kamu membeli benda seperti ini?"
"Aku ingin kamu tes menggunakan alat itu. Aku ingin tau kamu sudah hamil atau belum"
"Dari mana kamu tau alat ini bisa mengetahui aku hamil atau tidak?" tanya Vony penasaran berawal dari mana inisiatif sang suami untuk membelikannya benda seperti itu.
"Dari internet, katanya benda ini bisa tau orang itu hamil atau tidak" jelas Alan, seketika ia baru ingat dengan ucapan Vony dua minggu lalu yang mengatakan dirinya akan datang bulan minggu ini. "Lagian apa kamu sudah datang bulan?"
"Datang bulan?"
"Iyah, kata mu hari itu jadwal datang bulan mu minggu ini"
Vony mengeleng merasa ia belum kedatangan tamu sampai sekarang. "Tapi bisa saja aku tidak datang bulan karena terlalu fokus pada pekerjaan sehingga jadwal datang bulan ku mundur"
"Mungkin malah sebaliknya sekarang kamu sudah hamil anak ku"
Vony memijat keningnya yang terasa pusing karena ulah Alan. "Aku sedang tidak hamil Alan, aku saja tidak muntah-muntah seperti istri Daniel tadi pagi"
__ADS_1
"Tidak ada salahnya kamu mencobanya malam ini, aku hanya ingin tau kamu sedang hamil atau tidak" bujuk Alan. "Setidaknya ketika kamu tes dan hasilnya negatif aku tidak akan kecewa ataupun marah pada mu anggap saja kalo kamu belum hamil, rezeki kita belum datang"
Melihat Alan yang merasa penasaran membuat hal tersebut nular pada dirinya. "Ya sudah aku akan mencobanya, dan aku harap kamu benar-benar tidak kecewa dengan hasilnya nanti"
"Aku janji tidak akan marah ataupun kecewa dengan hasilnya" janji Alan, menyuruh Vony untuk langsung melakukan tes.
Di dalam kamar mandi Vony memegang tempat yang telah menampung air mani nya. Memasukan satu taspack terlebih dahulu, menamati benda tipis tersebut denger teliti tak membiarkan pandangan nya menatap ke arah lain.
"Kenapa lama sekali tidak muncul hasilnya" guman Vony berusaha sabar, tapi tetap kegelisahan hatinya tak bisa ia hilangkan membuat wanita itu mengeram kesal sesekali.
Alan yang tadi berada di pinggir kasur berjalan ke arah kamar mandi, menempelkan telinganya ke dinding pintu merasa penasaran apa yang dilakukan Vony selama itu di dalam sana. Alan yang hanya mendengar germecik air membuat dirinya semakin menempelkan telinga berharap ia bisa mendengar ocehan ataupun suara istrinya dari luar.
Alan terperanjat kaget saat Vony berteriak dengan sangat kencang dari dalam membuat dirinya berjalan beberapa langkah kebelakang sebelum kembali ke posisi semula mengetuk pintu beberapa kali. "Vony kamu kenapa?"
"Sayang, jangan bikin aku khawatir" teriak Alan dari luar sesekali kembali menempelkan telinga ke dinding pintu.
Alan yang merasa sangat khawatir tapi Vony malah kembali diam dari dalam membuat Alan langsung membuka pintu begitu saja, mendapati Vony tengah bersandar di dinding kamar mandi dengan pandangan yang terus tertuju ke arah tangan.
"Vony kamu kenapa?" Alan mengguncang tubuh wanita itu beberapa kali berusaha menyadarkan istrinya. "Sayang-"
__ADS_1
"I-ini" Vony menyodorkan taspack pada Alan meminta pria itu melihatnya.
Kening Alan menimbulkan garis halus saat benda tipis itu sudah berada di tangannya, Alan membolak-balik benda tersebut mencoba memahami apa maksud nya. "Ini artinya apa?" Tanya Alan tak kunjung mendapatkan jawaban dari benda tipis tersebut.
Vony menatap wajah Alan yang masih membolak-balik benda tersebut jika jelas-jelas itu sangat mudah untuk di pahami. "Kamu yang membelikan benda itu untuk ku tapi kamu sendiri tidak tau apa artinya?"
Alan mengeleng pelan di sertai senyum simpul pada wajah tampan nya. "Memang ada artinya? sebelah mana?"
Vony yang melihat Alan kembali membolak-balik kan benda tersebut meremas tangan di samping tubuh. "Itu ada berapa garis?"
"Garis?" Alan mencari mana yang di maksud Vony. "Ada dua"
"Itu artinya?"
"Angka genap?"
Ingin rasanya Vony menangis dengan sangat kencang sekarang juga saat Alan benar-benar seperti orang bodoh sekarang.
"Loh, kamu kenapa? Jangan nangis Von" Alan menatap bingung sang istri yang malah menutupi wajahnya dengan telapak tangan. "Kalo kamu tidak hamil tidak apa-apa, aku sudah janji bukan kalo aku tidak akan marah sedikitpun kalo hasilnya negatif"
__ADS_1