
Alan menarik tangan Vony menuju Beer Cycle yang baru saja ia sewa khusus untuk dirinya dan juga Vony.
"Ayo" ajak Alan saat Beer Cycle yang ia sewa sudah siap.
Vony tetap berdiri di tempat membuat Alan bertanya. "Kenapa?"
"Kenapa tidak ada yang naik?" tanya Vony bingung.
Beer Cycle adalah bar beroda dengan kapasitas 10 orang. Beer Cycle memiliki fasilitas seperti wifi gratis, supir, host dan berbagai minuman ber alkohol sampai non alkohol. Beer Cycle ini juga yang biasa membawa wisatawan dan turis untuk melihat keindahan kota kute pada malam hari, menikmati suasana minum dengan cara yang terbilang unik.
"Karena aku menyewanya khusus untuk kita"
Vony menunjukan dirinya dan Alan berapa kali memastikan apa yang ia dengar tidaklah salah. "Kamu serius menyewa Beer Cycle ini hanya untuk kita berdua?"
"Memang kenapa?, ada yang salah?"
"Tidak ada yang salah jika kamu yang membayarnya tanpa menagih ku uang patungan" ucap Vony.
Alan tertawa mendengar istrinya yang mulai perhitungan. "Tenang saja selama kita liburan disini aku yang akan membiayai semuanya, dan kamu" Alan mencolek hidung mancung milik Vony. "Tinggal menikmati saja"
Vony tersenyum penuh arti mendengar ucapan Alan, kapan lagi ia bisa berlibur tanpa merogoh kocek sedikitpun seperti ini. "Jadi ini salah satunya enak ketika menikah" ucap Vony langsung naik ke Beer Cycle di ikuti Alan.
Beer Cycle yang mereka tumpangi mulai berjalan menyusuri jalan yang ramai akan lalu lalang orang yang sepertinya masih berantusias menikmati setiap keindahan dari pulau Dewata dari kuliner,spot foto, dan pusat oleh-oleh yang tak pernah sepi oleh pengunjung.
"Kamu mau?" tanya Alan menunjukan sebotol wiski ditangannya.
"Boleh, sedikit saja" ujar Vony yang tak ingin mabuk saat meminum minuman ber akohol tersebut.
Alan menuangkan wiski ke gelas kecil dan langsung di teguk habis oleh Vony. Vony memiringkan tubuhnya sedikit membiarkan angin malam menerpa rambut panjangnya yang dibiarkan terurai begitu saja.
"Apa kamu suka?" tanya Alan.
"Tentu saja aku suka"
"Syukurlah" Alan kembali meneguk segelas wiski miliknya.
"Jangan terlalu banyak minum, karena aku tidak mau memapah mu sampai ke hotel" sindir Vony saat Alan terus meneguk wiski miliknya.
"Tenang saja, aku hanya menghabiskan satu botol saja" jawab Alan.
__ADS_1
Vony memilih membiarkan Alan dan kembali menatap jalanan di hadapannya. Matanya tiba-tiba tak sengaja tertuju dengan sepasang kekasih yang sepertinya sedang melakukan foto prewed di malam hari dengan tema Imlek terlihat sangat lucu dan romantis.
"Vony" tegur Alan.
"Kenapa kamu suka sekali mengangguk orang!, nikmati saja wiski milik mu tanpa banyak bicara!" omel Vony dan kembali menoleh kebelakang tapi sayang sepasang kekasih tadi sudah tak terlihat dari jangkauan matanya m membuat Vony mendengus kesal.
"Kamu lihat apa?" tanya Alan mencoba bertanya.
"Ada orang foto priwad!" jawab Vony.
Beberapa saat kemudian Beer Cycle yang mereka tumpangi berhenti. Vony turun terlebih dahulu melangkah menuju mobil sewaan Alan yang tak jauh terparkir dari nya.
Melihat sikap Vony yang tiba-tiba saja berubah Alan merogoh saku celananya menghubungi seseorang di sebrang sana. Selesai menghubungi orang tersebut Alan menyusul Vony yang masuk terlebih dahulu kedalam mobil.
***
"Aku tidak ingin kemana-mana Alan!" jawab Vony untuk ketiga kalinya.
Pagi ini entah kenapa Vony tak berniat keluar dari dalam kamar meski Alan terus membujuknya dengan menyebutkan berbagai tempat wisata.
"Kalo begitu temani aku sarapan, aku sudah sangat lapar" ucap Alan menunjukan wajah memelas.
"Tapi aku ingin makan di luar" rengek Alan, entah ketempelan jin apa sehingga sifat suaminya itu seperti anak kecil yang meminta pada ibunya.
Vony menghela nafas panjang mendengar rengekan Alan yang tiada henti. Ia menatap Alan yang tengah menunjukan ekspresi jeleknya dan itu membuat hati Vony geli, tapi sebisa mungkin ia tahan.
"Ya sudah ayo" meraih tas selempang miliknya berjalan terlebih dahulu keluar dari hotel di ikuti Alan dari belakang.
Sampainya di luar hotel Vony dan Alan berjalan sedikit kearah kanan untuk mencari makanan yang mereka inginkan. "Kamu mau makan apa?"
"Terserah"
Vony terdiam sejenak menatap berbagai macam penjual yang menjajakan aneka kuliner. "Kita makan itu saja" tunjuk Vony pada sate lilit yang terlihat sangat mengiurkan dimatanya.
"Kamu duduk saja biar aku yang pesankan"
Vony mengangguk mencari tempat duduk yang kosong untuk ia dan juga Alan.
Tak berselang lama Alan datang dengan membawa dua porsi sate lilit ditangannya. Tanpa banyak bicara keduanya menyantap sarapan mereka.
__ADS_1
Selesai sarapan Vony bersiap kembali ke hotel tapi di cegah oleh Alan saat laki-laki itu menyeretnya masuk ke dalam mobil yang entah kenapa sudah standby tidak jauh dari keduanya.
"Alan aku ingin kembali ke hotel!"
Alan hanya diam tak menjawab ucapan Vony yang terus meronta ingin kembali ke hotel.
Mobil yang ditumpangi Alan berhenti di sebuah taman yang dedaunannya berwarna kuning ke coklat an. Di datangi dua orang yang membawa kamera kening Vony menimbulkan garis halus.
"Alan kita mau ngapain?" tanya Vony dengan raut wajah kebingungan.
"Kita akan berfoto disini"
Vony terkejut dengan ucapan Alan yang tiba-tiba mengajaknya berfoto sampai mengundang dua foto grafer. Vony masih ingat dengan jelas kalo pria itu sendiri berkata tidak suka foto, tapi kenapa tiba-tiba ia. menyiapkan semua ini?.
"Kalian bisa ganti baju dulu selagi kita mencari spot foto yang bagus" ucap salah satu foto grafer menyerahkan baju yang sudah di pesan oleh Alan.
Menerima uluran baju tersebut Alan memberikan satu kepada Vony. "Cepat ganti di dalam mobil"
"Terus kamu?"
"Aku gampang"
Vony menerima uluran baju dari Alan, Vony melangkah kembali kedalam mobil menuruti saja apa yang pria itu perintahkan.
Selesai berganti baju terlebih dahulu Vony masih harus di rias, yang membuat wanita itu tak bisa berkutik sama sekali saat ini.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya Alan yang langsung di angguki semuanya.
"Alan kenapa baju kita kembaran?, dan kenapa harus foto segala?" tanya Vony yang membutuhkan penjelasan.
"Sudah jangan banyak tanya, ikuti saja kegiatan kita hari ini" ucap Alan menarik Vony ke arah yang sudah di tentukan.
Vony yang awalnya sedikit kaku lama kelamaan mulai terbiasa, bahkan sekarang wanita itu yang paling aktif menentukan gayanya. Selesai dengan foto, Vony meminta agar mereka pindah ke spot foto yang jauh lebih bagus.
Alan yang tadi malam melihat Vony terlalu dalam menatap sepasang kekasih yang tengah melakukan foto prewed merasakan istrinya itu juga menginginkan hal seperti itu mengingat bagaimana dulu mereka menikah yang tanpa ada tunangan bahkan foto prewed sekalipun, sampai akhirnya sang istri yang mulai ketagihan melakukan foto prewed yang ia buat secara diam-diam.
Menurut saja apa yang Vony inginkan keduanya menuju sport foto ke dua.
***
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah 🤗♥️.