My Assistant Husband

My Assistant Husband
Tinjauan Lapangan


__ADS_3

Pagi-pagi Alan dibuat menahan kesal karena sejak tadi Daniel tak memberikan nya celah untuk dekat dengan Vony bahkan untuk memanggil nya dengan sebutan nama sekalipun, karena dimanapun Vony berada di situ ada Daniel seperti lima belas menit yang lalu saat Vony izin untuk pamit ke toilet Daniel dengan setia menunggu nya di depan pintu keluar kamar mandi perempuan tanpa rasa malu sedikitpun.


"Apa kamu yakin bahan bangunan ini bagus untuk digunakan dalam jangka panjang?" Tanya Alan pada Daniel yang berdiri di antara dirinya dan juga Vony.


"Iyah tuan karena perusaahan kami selalu menggunakan bahan yang sama di setiap proyek nya dan terbukti beberapa bangunan yang kami bangun berdiri dengan kokoh"


"Sepertinya ada beberapa jenis bahan yang harus kamu ganti, seperti beton itu kamu bisa menggunakan ukuran sedikit lebih besar untuk di taruh di beberapa titik" ucap Alan berharap Daniel menyetujui nya dan bisa langsung pergi untuk menghubungi orang perusahaan mengirimkan beton sesuai keinginannya.


"Itu juga kami sudah sedakan tuan, disebelah sana" Daniel menunjuk ke arah lain dimana beton berukuran yang lebih besar berada.


Melihat itu mata Alan melemas sudah tak ada cara lain lagi untuk menyingkirkan Daniel dari keduanya. Vony yang tau Alan begitu ingin Daniel pergi dari keduanya hanya tersenyum geli, dengan cepat pula senyuman itu hilang berubah menjadi rasa kasihan.


"Daniel" panggil Vony membuat kedua orang yang masih asik bicara menatap nya.


"Iyah nona, apa anda butuh sesuatu? Atau ada yang ingin anda tanyakan?'


"Tidak ada, hanya saja sepertinya aku akan kembali ke vila terlebih dahulu" Vony memijat tengkuknya berpura-pura bahwa dirinya belum fit seperti sedia kala. "Aku merasa tubuhku sedikit lemas, jadi kamu bisa teruskan ini dengan tuan Alan dulu saja mungkin besok aku sudah kembali fit dan kita akan bahas mengenai pembahasan kedepannya"

__ADS_1


"Apa perlu saya panggilkan dokter buat mengecek kondisi anda?"


Vony sekilas menata Alan yang menunjukan raut wajah khawatir, dengan cepat Vony menolak tawaran Daniel yang akan memanggil dokter. "Tidak perlu aku hanya sedikit lelah, nanti setalah minum vitamin seperti biasa mungkin akan jauh lebih baik"


"Apa anda serius?" Kini Alan yang melayangkan pertanyaan dengan suara khawatir.


"Iyah tuan saya baik-baik saja" jawab nya meyakinkan.


Setalah izin pada kedua orang tersebut Vony menuju mobil, meninggalkan Daniel dan Alan yang masih harus meninjau proyek sampai jam satu siang nanti. Di dalam mobil Vony mengirimkan pesan singkat pada Alan yang pasti akan membuat pria itu merasa sangat senang.


Sesuai pesan yang dikirim Vony tadi siang malam harinya Alan mengendap-endap di balkon kamar seperti seorang maling yang ingin merampok di kamar istri sendiri, cukup lama menunggu agar pintu balkon terbuka akhirnya Vony mempersilahkan dirinya untuk masuk.


"Kamu bawa apa? Makanan?" Tanya Vony melihat Alan membawa sesuatu di tangannya.


"Bukan, ayo tebak apa" ujar Alan ingin bermain tebak-tebakan dengan sang istri.


"Hp baru?"

__ADS_1


"Bukan"


"Make up?"


"Bukan, ayo sekali lagi"


"Tas?"


"Bukan"


Kesal karena jawaban nya tidak ada satupun yang benar Vony menyerah menyimpangkan tangannya di depan dada. "Katakan saja itu apa, tidak usah bermain tebak-tebakan dengan ku kalo kamu tidak ingin kembali ke kamar mu!"


"Sayang jangan aku baru datang"


"Makanya cepat kasih tau"


"Iyah, tapi aku yakin kamu pasti suka"

__ADS_1


__ADS_2