My Assistant Husband

My Assistant Husband
Perubahan


__ADS_3

"Sayang hari ini aku tidak bisa mengantar mu ke kantor" ucap Alan menghentikan aktivitas tangan Vony yang tengah memoles wajah, melihat Alan nampak buru-buru mengenakan jas.


"Kenapa?"


Alan menatap wajah sang istri yang nampak lesu saat mendengar jika dirinya tak bisa mengantarkan nya ke kantor. "Aku harus menyiapkan meeting pengting hari ini"


"Tapi kamu bisa mengantar ku terlebih dahulu, lagian aku sudah siap tinggal berangkat saja"


Alan menangkup wajah cantik Vony memainkan pipi sang istri membuat bibirnya maju beberapa centi. "Nanti siang aku akan mengajak mu makan siang romantis, tapi biarkan suami mu ini berangkat bekerja kalo tidak Kenzou akan memecat ku" bujuk Alan.


Menghela nafas panjang Vony mengangguk lesu merelakan suaminya berangkat terlebih dahulu ke kantor. Mengantarkan Alan sampai depan rumah Vony berdiri di tempat sampai mobil sang suami melaju menuju kantor.


"Loh Alan mau kemana pagi-pagi seperti ini sudah pergi?" tanya Livia datang dari samping rumah setelah menyuruh art untuk merapikan tanaman yang mulai lebat.


"Alan ada meeting penting hari ini ma" jawab Vony masih memandangi gerbang rumahnya.


Livia tersenyum geli melihat tingkah sang putri, dulu saja merengek untuk tidak dinikahkan dengan Alan tapi sekarang di tinggal berangkat kerja saja langsung sedih. "Sudah jangan sedih sedih seperti itu masih ada ayah nanti kamu bisa berangkat bersama nya"


Vony mengangguk lesu melangkah masuk ke dalam rumah bersama Livia menghampiri Anggara yang tengah melahap sarapannya seorang diri.

__ADS_1


"Vony nanti ikut ayah ke restoran Anggrek ada sedikit projek yang klien ingin rubah dan berhubung projek itu dari awal kamu yang hendel jadi ayah akan menemani mu"


"Jangan jam makan siang ya yah"


"Kenapa?" tanya Anggara menatap heran wajah sang putri.


"Ayah kaya tidak tau saja pasangan baru kaya apa, ya menghabiskan waktu berdua apa lagi?"


Godaan Livia sukses membuat semburat merona pada wajah nya, tapi dengan cepat di hilangkan oleh sang ayah. "Makan siang masih bisa besok atau tidak di ganti makan malam, siang ini ikut ayah dulu untuk menyelesaikan projek ini"


"Tapi yah-"


"Vony" potong Anggara lembut.


Keduanya berangkat ke kantor setelah menyelesaikan sarapan pagi, di sepanjang perjalanan Anggara menanyakan bagaimana proyek yang masih berjalan dan sesekali menanyakan keadaan rumah tangganya dengan Alan.


Sampai di kantor Vony masuk ke dalam gedung pencakar langit bersama Anggara berpisah di lantai yang berbeda. Dan menyiapkan bahan-bahan yang akan ia bawa nanti siang ke restoran Anggrek, dan beralih mengerjakan beberapa pekerjaan yang sudah menumpuk di mejanya.


Sampai jam makan siang telah berlangsung, menutup dokumen terakhir Vony mengecek ponselnya berharap ia mendapati notifikasi dari sang suami yang akan mengajak nya makan siang tapi sayang sepuluh menit ia menunggu tak kunjung mendapatkan notif dari Alan berfikir jika Alan masih ada pekerja dan mungkin saja ia lupa membuat Vony lebih memilih bersikap untuk berangkat ke restoran Anggrek bersama Anggara.

__ADS_1


"Sudah semuanya?" tanya Anggara sebelum keduanya masuk ke dalam mobil.


"Beres tuan"


Masuk ke dalam mobil keduanya menuju restoran yang sudah di tetapkan klien tadi pagi. Bersamaan dengan jam makan siang jalan ibu kota nampak padat dengan kendaraan roda empat yang saling klason satu sama lain meminta kendaraan di depannya untuk segera jalan atau mereka akan kehabisan jam makan siang.


Setengah jam berada di jalan yang padat akhirnya Anggara dan Vony sampai di restoran Anggrek beruntung klien mereka juga belum sampai sehingga Anggara bisa meminta putrinya menjelaskan padanya terlebih dahulu sebelum ia sampaikan ke klien.


Tak berselang lama orang yang mereka tunggu-tunggu muncul bersama sekertaris nya. "Maaf tuan jalan tadi sedikit macet"


"Tidak apa tuan, apa sudah bisa kita mulai untuk mempersingkat waktu?" tanya Anggara.


"Boleh tuan" jawab nya. "Karena dari awal saya ingin hotel ini berfokus pada kalangan atas maka kali ini saya ingin merubahnya untuk kalangan milenial baik dari segi interior, ekterior dan lingkungannya karena setelah saya fikir-fikir hotel ini berada di dua titik kampus yang pastinya saat penerimaan siswa baru nanti banyak di antara mereka yang mencari penginapan di dekat kampus untuk menghemat waktu"


"Kalo seperti itu maka kita harus menawarkan harga yang sedikit lebih murah dari harga yang kita tetapkan dari awal agar mahasiswa yang anda maksud tertarik dengan hotel dan apartemen yang kita berikan"


Pria paruh baya tersebut nampak diam mendengar ucapan Vony soal harga yang harus ia turunkan. "Apa tidak bisa harganya di tetapkan dengan harga awal?"


"Bisa tapi kemungkinan besar para mahasiswa akan memilih hotel yang harganya sedikit lebih murah dari harga yang kita tawarkan"

__ADS_1


Lumayan lama setelah Vony memberikan penjelasan mengenai harga yang harus ia turunkan pria itu nampak berfikir dan sesekali menanyakan kepala asistennya.


"Baiklah saya setuju dengan pendapat anda nona" Ucapannya menyetujui, melanjutkan pembicaraan mengenai interior yang akan mereka gunakan serta apa saja fasilitas yang akan mereka tambahi di dalam hotel tersebut.


__ADS_2