
Jadwal meninju proyek hari ini keduanya berangkat pukul enam menghindari titik-titik jalan yang sering mengalami kemacetan panjang. Alan yang terpaksa harus berpisah dengan Vony selama delapan jam perjalanan menghela nafas kesal. Menghilangkan rasa kesalnya setiap lima belas menit sekali Alan akan mengirimkan pesan pada sang istri memastikan Vony tak terlalu dekat dengan Daniel.
...Alan...
|Jangan terlalu dekat dengan kudanil itu!
|Jika dia mengajak mu berbicara jangan menjawab nya!
|Jika dia menawarkan apapun pada mu jangan pernah sekali-kali kamu terima aku tidak ingin kamu di pelet dengan nya!
|Dan kamu tidak boleh menatap nya sedikit pun!
^^^Iyah|^^^
Vony langsung mematikan data ponselnya merasa kesal jika Alan selalu memperingati nya untuk jaga jarak dengan Daniel yang jelas-jelas posisi mereka berbeda, Daniel lebih memilih duduk di depan mengajak bicara sopir agar tidak mengantuk di sepanjang jalan, sedangkan dirinya duduk di jok bagian belakang yang pastinya tidak ada kontak fisik sama sekali dengannya.
"Dia lama-lama menjadi sangat posesif sekali!" Batin Vony memejamkan mata karena perjalanan mereka masih sekitar enam jam lagi.
Cukup lama Vony memejamkan mata, merasa perutnya mulai tak nyaman mencoba mencari posisi yang pas untuk dirinya sampai gejolak itu tidak bisa ia tahan lagi.
__ADS_1
Huek....
Dengan cepat Vony menutup mulut sebelum isi perutnya keluar. Daniel yang mendapat hal tersebut pun langsung berbalik. "Nona mabuk?"
Vony mengeleng masih berusaha menetralkan perutnya yang terus ingin mengeluarkan sesuatu.
Huek....
"Tolong berhenti sebentar!" perintah Daniel.
Meras mobil yang ia tumpangi berhenti Vony dengan cepat membuka pintu samping mobil mendudukkan tubuhnya di pinggir jalan memuntahkan semua isi perutnya.
"Nona anda baik-baik saja?" Tanya Daniel mengusap punggung anak bos nya itu. Menyodorkan botol air mineral pada Vony yang nampak lebih baik.
"Tidak usah" cegah Vony.
Menghubungi Alan bukanlah jalan yang baik, bisa-bisa suaminya itu akan langsung putar balik dan menunjukan ke khawatiran nya secara berlebihan. Dan ia tak ingin membuat semua orang curiga dengan hal tersebut apa lagi tadi malam Alan baru saja resmi menjadi tunangan Anggit.
"Tapi nona pasti tuan Alan akan marah karena mobil kita tidak bersamaan tiba di resarea nanti"
__ADS_1
"Aku bilang tidak usah!, Lagian mobil mereka pasti sudah sangat jauh!" Vony bangkit dari tempatnya merasa tubuhnya sangat lemas setelah mengeluarkan isi perutnya. "Ayo masuk! Kenapa kamu masih diam disini!" Vony menatap Daniel yang masih setia berdiri di sampingnya.
"Sebaiknya kita istirahat dulu nona, agar keadaan anda lebih baik"
"Kamu fikir aku selemah itu untuk melakukan perjalanan enam jam lagi?"
"Bukan begitu nona, hanya saja saya khawatir dengan keadaan anda"
"Aku tidak apa-apa, mungkin ini mabuk perjalanan biasa"
"Apa anda ingin saya pesankan tiket pesawat saja nona?"
"Sudah aku bilang aku baik-baik saja kenapa kamu cerewet sekali seperti tukang parkir!"
"Saya khawatir nona-"
"Saya bukan istri mu yang harus kamu khawatirkan seperti itu"
"Tapi-"
__ADS_1
"Cepat masuk atau aku akan meninggal mu di sini!' ancam Vony dan Daniel langsung masuk ke dalam mobil dengan cepat, Vony memijat pelipisnya sebelum masuk ke dalam mobil.
Mobil Vony kembali melakukan perjalanan setalah sempat berhenti beberapa saat di pinggir jalan tol.