
Karena daerah pembangunan proyek belum ada hotel Daniel memesankan sebuah Vila dengan empat kamar dimana satu kamar nya nanti akan di gunakan dua orang sopir yang juga membutuhkan istirahat setelah perjalanan panjang.
Masuk ke dalam kamar yang ditunjukkan Daniel Vony menaruh koper yang ia bawa di sudut ruangan, berjalan ke arah ranjang merebahkan tubuhnya yang sangat lelah setalah delapan jam dirinya berada di dalam mobil, Vony memijat keningnya yang terasa pusing. Tanpa berniat membersihkan tubuh terlebih dahulu Vony menarik selimut sampai batas pinggang langsung mengistirahatkan tubuhnya sebelum mengisi perut untuk makan malam.
Alan yang telah berhasil membujuk Daniel untuk bertukar kamar dengan nya masuk ke dalam kamar yang seharusnya di tempati Daniel dimana kamar itu berada tepat di sebelah kamar Vony. Membersihkan tubuh terlebih dahulu sebelum keluar untuk makan malam bersama yang lain nya.
"Dimana nona Vony?" Tanya Alan mendapati hanya Daniel yang berada di meja makan.
"Nona belum keluar dari kamar nya tuan"
Alan baru ingat dengan kejadian beberapa saat lalu dimana Daniel memberitahu nya jika Vony sempat muntah di perjalanan, bahkan istrinya itu tak turun dari mobil saat berhenti di resarea membuat nya merasa khawatir karena sampai sekarang ia belum menemui sang istri hanya untuk menanyakan keadaannya.
"Aku baru ingat kalo tadi tuan Kenzou berkata akan mengirimkan email, kamu makan sendiri dulu aku akan mengecek email terlebih dahulu" ucap Alan pergi meninggalkan Daniel seorang diri.
Sampai di lorong kamarnya Alan celingak-celinguk memastikan tidak ada orang yang melihatnya masuk ke dalam kamar Vony. Beruntung pintu kamar sang istri tak di kunci membuat Alan langsung bergerak dengan sangat cepat. Tak lupa untuk mengunci pintu terlebih dahulu Alan mendapati Vony tengah terlelap dengan sangat nyenyak bahkan wanita itu tidur masih mengenakan baju yang ia gunakan tadi.
__ADS_1
Alan berjalan mendekat ke arah Vony, duduk di samping sang istri. "Sayang"
"Sayang bangun, kamu harus makan terlebih dahulu" ucap Alan lagi dan tak kunjung mendapatkan jawaban dari Vony yang sepertinya benar-benar lelah.
"Sayang" panggil Alan dan kali ini sedikit menggoyangkan pelan tubuh Vony.
Merasa ada orang Vony membuka mata mendapati Alan yang berada di sampingnya. Sadar jika keduanya sedang melakukan tinjauan proyek Vony menegapkan tubuh menatap kesana kemari seperti orang ketakutan.
"Kamu kenapa?
"Tentu saja aku lewat pintu sayang, memang kenapa?"
"Alan kita sekarang bukan sedang hanymoon ataupun liburan yang membuat mu sesuka hati masuk ke dalam kamar ku, kita sekarang sedang melakukan perjalanan bisnis" ucap Vony mengingatkan.
"Aku tahu itu kita sedang bekerja sekarang, tapi kamu tidak perlu khawatir kerasa sebelum ke sini aku sudah memastikan semuanya aman. Yang aku khawatirkan sekarang adalah dirimu"
__ADS_1
"Memang nya aku kenapa?"
"Kata Daniel kamu sempat muntah di perjalanan tadi, apa itu benar?" Tanya Alan mendapatkan anggukan dari Vony.
"Kamu sakit?"
"Tidak hanya saja tadi tiba-tiba perut ku merasa tidak nyaman dan kepala ku pusing makanya aku muntah" kata Vony menjelaskan bagaimana ia bisa seperti itu.
"Apa perlu aku panggilkan dokter?"
Vony menggeleng tak setuju dengan ucapan Alan. "Tidak usah aku sudah lebih enakan sekarang, lagian ini sudah malam"
"Kamu yakin?" Tanya Alan memastikan dan Vony mengangguk dengan tersenyum. "Baiklah, lebih baik kamu membersihkan diri sebelum tidur karena tidak akan nyaman tidur dengan keadaan seperti ini"
"Iyah kamu benar" Vony turun dari atas kasur mengambil pakaian ganti dari koper membawanya masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan tubuh yang sangat lengket karena seharian berada di dalam mobil.
__ADS_1