My Assistant Husband

My Assistant Husband
Pusing


__ADS_3

"Jadi apa yang anda lakukan tuan?"


Alan terdiam menghela nafas panjang beberapa kali sebelum mengeluarkan keputusan nya. "Saya akan melakukan pengurangan karyawan, dan menutup beberapa pabrik untuk menyetabilkan harga saham terlebih dahulu"


"Tuan kalo anda mengurangi karyawan dan menutup beberapa pabrik, mereka semua mau bekerja dimana tuan? terutama karyawan pabrik yang pasti ekonomi mereka menengah kebawah dan pasti mereka memiliki keluarga yang akan sedih jika suami mereka di pecat"


"Dan lagi tuan karyawan perusahaan juga pasti akan melakukan demo besar-besaran karena anda akan memecat mereka semua di pertengahan tanggal yang otomatis mereka tidak akan mendapatkan gaji bulan ini"


"Dengan begitu otomatis pengangguran di kota ini akan semakin banyak tuan, apa lagi mencari kerja zaman sekarang itu sangat sulit"


Semua direktur tersebut mengeluarkan pendapat mereka masing-masing mulai dari memikirkan nasib para karyawan sampai diri mereka sendiri jika Alan akan memilih perusaahan mana yang akan ia tutup.

__ADS_1


Alan terdiam cukup lama kali ini mencari solusi yang baginya memahami kondisi perusaahan sekarang tapi juga masih memikirkan nasib karyawan kedepannya.


"Tolong berhenti!" perintah Alan seketika semua orang langsung terdiam menatap Alan dengan tatapan serius berharap Alan akan mengeluarkan solusi yang membuat mereka semua bisa bernafas lega. "Mungkin keputusan ini terdengar sangat cepat dan kejam, tapi saya tidak memiliki solusi lain untuk masalah ini sekarang, dan saya akan tetap menutup perusahaan dan pabrik untuk sementara waktu"


Kening semua orang yang ada di sana menimbulkan garis halus. "Maksud anda sementara waktu? apa perusahaan dan pabrik tidak benar-benar di tutup tuan?"


Alan mengangguk lemah. "Saya akan menutup perusahaan dan pabrik sementara waktu hanya untuk menyetabilkan keuangan perusahaan. Untuk masalah karyawan pabrik jika keadaan saham sudah mulai stabil saya akan memanggil mereka lagi untuk bekerja bersama dengan kita dan untuk karyawan kantor saya akan membayar gaji mereka full bulan ini agar tidak ada demo yang kalian sebutkan tadi"


"Mungkin untuk sekarang tidak saya hanya ingin fokus pada satu tujuan terlebih dahulu untuk masalah itu saya akan pikir nanti jika saham sudah benar-benar stabil" ucap Alan bulat dengan keputusannya.


Semua hanya terdiam dan mengangguk lemah saat keputusan Alan sudah bulat mereka semua tinggal menunggu kabar dari Kholis mengenai perusaahan dan pabrik mana yang akan di tutup sementara waktu.

__ADS_1


Kembali ke rungan Erlad Alan menatap file yang baru saja ia buka di laptop sang ayah dan beberapa dokumen yang baru saja ia minta dari Kholis.


"Aku tidak menyangka kalo bisa separah ini" guman Alan memutar kursi nya menghadap ke samping menatap keluar jendela.


Fikiran pria itu melayang saat ucapan Restu tadi malam kembali berputar di otaknya. "Tiga bulan" ucap Alan bersamaan nafas kasar keluar.


Alan memejamkan mata sebentar mengistirahatkan otak yang harus berfikir dua kali lipat hari ini.


"Apa aku harus menyewa model lain?" guman Alan saat ide itu terlintas begitu saja di otaknya. "Tapi bagaimana dengan model yang sekarang? model itu belum habis masa kontraknya"


Alan yang pusing sendiri memijat keningnya hari ini benar-benar otak nya tidak bisa ia gunakan secara maksimal. Karena jam memasuki waktu makan siang Alan memilih menjemput Vony mengajak wanita itu untuk makan siang bersama di luar.

__ADS_1


__ADS_2