My Assistant Husband

My Assistant Husband
Cibiran


__ADS_3

Setelah dilakukan pengecekan secara menyeluruh tak ada luka dalam ataupun patah tulang yang Alan alami tapi tetap dokter meminta agar Alan di rawat inap setidaknya dua hari kedepan untuk mengawasi perkembangannya karena memar di sekujur tubuh Alan masih memerlukan perhatian khusus.


"Mama sama ayah gak pulang?" tanya Vony masih mendapati kedua orang tersebut berada di ruangan Alan setelah membayar administrasi.


"Mama masih mau di sini" ucap Salma lirih mengusap lembut wajah Alan yang tengah terlelap.


Berjalan ke arah keduanya Vony menatap Alan yang masih belum membuka mata mungkin pria itu terlalu merasakan rasa sakit yang amat dan memilih untuk memejamkan mata lebih lama.


"Sebaiknya mama sama ayah pulang saja dan kembali lagi besok pagi, Vony takut kalo mama disini jagain Alan mama akan ikut sakit karena kurang istirahat" saran Vony. "Lagian Vony akan ada di sini dua puluh empat jam menjaga Alan jadi mama jangan khawatir"


"Kalo mama pulang mama takut kondisi Alan akan semakin memburuk"

__ADS_1


Vony mengusap punggung Salma lembut memberikan wanita itu energi positif. "Alan akan baik-baik saja ma kata dokter juga Alan akan di perkirakan sadar besok pagi jadi mama bisa pulang dan istirahat"


"Tapi-"


"Kali ini aku setuju dengan Vony" potong Erlad. "Sebaiknya kita pulang dan istirahat malam ini besok pagi-pagi kita akan kembali lagi kesini kalo kamu mau, dan masalah Alan ada istrinya yang akan dengan sangat baik merawat putra mu itu"


Mendengar Erlad untuk pertama kalinya bisa berbicara selembut itu Vony merasa tersentuh bisa di pastikan ayah mertuanya itu sebenarnya orang yang sangat baik hanya saja cara nya yang salah dalam berinteraksi dan melakukan pola fikir.


"Kamu sangat lemah" ucap Vony dengan sengaja berharap dengan begitu Alan mendengar dan langsung membuka mata. "Sia-sia kalo kamu nge gym setiap minggu olah raga setiap pagi hari kalo akhirnya kamu masuk rumah sakit"


Vony mendekatkan wajahnya pada Alan menatap dengan sangat intens wajah yang biasanya terlihat tampan dan berkarisma itu.

__ADS_1


"Dan juga sia-sia kamu menggunakan skincare yang katanya paling bagus dan paling mahal itu kalo sekarang wajah mu ini tidak jauh berbeda dengan calon napi" Vony mencolek pelan pipi Alan yang terdapat memar.


"Kalo anak kita sampai lihat papa nya seperti ini aku yakin dia akan bilang 'papa cemen' sambil mengarahkan jempol nya ke bawah" Vony terkekeh sendiri mendengar perkataan yang ia lontarkan.


Hening masih tak ada jawaban dari Alan saat Vony sudah mencibir nya dengan segala cara, sekarang hanya nafas kasar sebagai bukti frustasi Vony malam ini.


"Kamu cepek ya dengar aku cerewet seperti ini? makanya kamu tidur terlalu lama sampai lupa untuk mengusap perut ku hari ini?"Vony meletakan kepalanya di samping tangan Alan yang terdapat selang infus.


Meraih tangan tersebut di genggamnya dengan sangat lembut mengusap punggung tangan Alan bersamaan dengan cairan putih lolos dari peluk matanya.


"Selamat malam Alan" ucapnya lirih perlahan Vony ikut memejamkan mata meskipun air matanya terus mengalir tanpa diminta sampai akhirnya ia benar-benar terlelap setelah kelelahan menangis.

__ADS_1


__ADS_2