
Daniel menatap Alan dan Vony secara bergantian dengan tatapan bingung Alan yang nampak sangat bahagia pagi ini berbanding terbalik dengan Vony yang menekuk wajahnya di tambah syal yang melekat pada leher atasannya itu. Tak ingin bertanya tentang masalah pribadi Daniel memilih diam dan sesekali masih menatap ke dua orang tersebut.
Selesai menyantap sarapan pagi ketiganya berjalan ke arah sofa dengan membawa laptop masing-masing, melakukan pembahasan ringan mengenai proyek pembangunan hotel tersebut jika ada yang janggal dan kurang sesuai dengan keinginan mereka masih bisa mengecek ulang selagi masih berada di satu daerah.
"Tuan, Nona apa boleh saya angat telfon terlebih dahulu?" Tanya Daniel saat ponselnya berbunyi.
"Silahkan" ucap Alan dan Daniel langsung meninggalkan keduanya di ruang tengah. Melihat Daniel berjalan menjauh Alan mencolek dagu Vony yang duduk tepat disampingnya.
"Apasih"
"Kamu makin cantik pakai syal itu"
Vony memutar bola matanya malas mendengar gombalan Alan yang tak menyimpan dosa itu. "Ini semua gara-gara kamu, kalo kamu tidak terus menerus melakukan hal itu tadi malam aku tidak mungkin mengenakan syal setebal ini!"
Alan tidak melupakan apa yang ia perbuat tadi malam membuat banyak tanda pada tubuh polos Vony sampai tengah malam dan salah satu tempat itu adalah leher jenjang sang istri yang nampak sangat menggoda. "Tapi kamu juga menikmati nya tadi malam, apa perlu kita lakukan lagi malam ini?
Vony menatap Alan dengan bola mata yang sudah lembar tak menyangka kalo Alan akan gamblang mengatakan hal seperti itu di hari yang masih terbilang pagi. "Nanti malam kamu tidak boleh tidur di kamar ku!"
Alan gelagapan mendengar hal tersebut mendekatkan diri dengan Vony menunjukan wajah sedihnya. "Aku tidak mau"
__ADS_1
"Terserah kamu intinya malam ini kamu tidur di kamar mu sendiri!"
Alan mengeleng merengek seperti anak kecil yang akan di tinggal orang tuanya keluar kota. "Jangan lakukan itu, aku janji malam ini aku kasih kamu cuti"
Merasa jarak di antara keduanya sangat dekat takut orang lain melihat kedekatan keduanya, Vony mendorong tubuh Alan. "Jangan dekat-dekat dengan ku!, sana jauh-jauh"
"Tidak mau"
"Alan!" Vony menatap wajah Alan tajam meminta suaminya itu jaga jarak untuk sekarang.
"Tapi nanti malam aku tidak ingin tidur sendiri"
"Terserah!" Vony kembali menatap layar laptop dihadapannya saat Alan sudah kembali ke posisinya.
"Baiklah kalo begitu, aku titip istri dan calon anak ku pada mama jaga mereka baik-baik sampai aku pulang nanti" mematikan sambungan telfon Daniel kembali bergabung dengan Alan dan Vony di ruang tengah.
Merasa penasaran dengan apa yang ia dengar Vony melayangkan pertanyaan pada Daniel. "Kenapa wajah mu terlihat sangat khawatir seperti itu?"
"Tidak ada apa-apa nona" ucap Daniel menarikan tangannya di papan keyboard.
__ADS_1
"Maaf kalo aku lancang, tadi aku tidak sengaja dengar kamu berkata calon anak, apa istri mu sedang mengandung?"
Daniel menatap Vony menjawab pertanyaan nya dengan sebuah anggukan kecil dan wajah khawatir nya masih terlihat dengan sangat jelas. "Iyah nona istri saya tengah mengandung"
"Berapa usia kandungannya?"
"Satu bulan, dan tadi mama mertua saya bilang kalo istri saya kembali mual sejak bangun tadi sampai sekarang, dan dia meminta saya untuk pulang hari ini"
"Kenapa kamu tidak pulang saja?" Tanya Alan.
"Pekerjaan saya di sini belum selesai tuan jadi saya belum bisa pulang sekarang" jawab Daniel berusaha bersikap profesional dalam pekerjaan meski rasa khawatirnya terhadap sang istri begitu besar.
"Kalo begitu besok pagi kita semua pulang saja"
"Ta-tapi nona-"
"Tidak ada tapi-tapian lagian peninjauan proyek selama dua hari juga sudah cukup kita semua di sini tau proyek ini berjalan dengan baik tidak ada penggelapan dana sedikitpun, dan bahan mtrial yang di gunakan juga sesuai dengan kesepakatan kedua perusaahan jadi tidak masalah kalo kita harus pulang besok"
"Lagian jika tuan Kenzou mendengar alasan kita pulang lebih awal dia akan memaklumi nya karena istrinya juga tengah mengandung buah hati mereka, dan masalah ayah dia pasti juga akan paham dengan kondisi mu sekarang, bukan begitu tuan Alan?" Vony menatap Alan meminta persetujuan.
__ADS_1
"Iyah nona"
Daniel tak dapat mengeluarkan kata lain selain ucapan terimakasih untuk Vony dan Alan yang mau memahami kondisinya sejauh ini untuk pulang lebih awal dari jadwal yang telah di tetapkan.