My Assistant Husband

My Assistant Husband
Vila Part 2


__ADS_3

Keluar dari kamar mandi Vony mendapat Alan yang masih berada di kamar nya memainkan ponsel miliknya di atas kasur. "Kenapa kamu masih ada disini?"


"Aku ingin tidur dengan mu malam ini" jawab Alan meletakan ponsel sang istri di atas nakas merentangkan tangan meminta Vony masuk ke dalam pelukannya.


Bukannya masuk kedalam pelukan Alan Vony menarik tangan kekar Alan untuk turun dari atas kasurnya. "Kamu tidak boleh tidur di sini, bisa-bisa besok pagi orang-orang curiga karena kamu keluar dari kamar ku!"


"Itu tidak akan terjadi karena sebelum jam empat subuh aku sudah kembali ke kamar ku" tolak Alan dan sekarang ia yang menarik tubuh Vony hingga masuk ke dalam pelukannya.


"Alan lepas, jangan seperti ini” Vony merengek berharap Alan melepaskan nya. "Ingat Alan kita sekarang berada di mana, jadi jaga sikap mu"


"Aku tahu dan sadar kita ada dimana sekarang, kita ada di kamar mu untuk tidur bersama malam ini" Alan mendaratkan kecupan pada leher jenjang Vony berhasil membuat wanita itu merinding akibat ulahnya.


"Lebih baik kamu kluar dari kamar ku sekarang juga sebelum ada orang yang curiga" tangan mungil Vony mendorong tubuh kekar Alan agar menjauh darinya.


"Aku tidak mau!"


"Aku bersumpah-"

__ADS_1


Tok...tok...


"Nona"


"Daniel" guman Vony menatap pintu kamarnya ketakutan. "Alan Daniel ada di depan!" Ucap nya pada sang suami.


"Pria itu belum tau bagaimana rasanya mendapatkan pukulan dari tangan ku!" geram Alan merasa Daniel menganggu waktunya berdua dengan Vony.


"Nona, saya bawakan makan malam buat anda"


”I-iyah sebentar" jawab Vony terbata-bata dari dalam. Beralih menatap Alan yang masih memeluknya dengan erat, melihat pria itu tak takut sedikitpun membuat Vony yang sudah ketakutan setengah mati merasa geram.


"Apakah tidak ada Assistant yang lebih bagus dari dia untuk mu di kantor?"


"Nona" panggil Daniel sekali lagi dari luar.


"Iyah sebentar!"

__ADS_1


"Alan lepaskan aku, maka aku akan mengizinkan mu tidur dengan ku malam ini!" Ucap Vony tak punya pilihan lain.


"Benarkah? Kamu serius?".


"Iyah aku serius, maka dari itu cepat lepaskan aku dan bersembunyi lah di sebalah sana" Vony menunjuk sisi ranjang untuk persembunyian sang suami.


"Tapi dengan syarat kamu tidak boleh berlama-lama dengan dia di depan sana!"


"Iyah, sudah lepaskan!"


Menuruti keinginan sang istri Alan melepaskan nya bersembunyi di samping ranjang. Memastikan semuanya sudah aman Vony berjalan ke arah pintu membuka nya mendapati Daniel memegang senapan makanan di tangannya.


"Nona, anda sedang apa?" Daniel penasaran dengan anak bos nya itu yang sangat lama membukakan pintu, berniat menengok ke dalam Vony dengan cepat menutup pintunya.


"Aku baru saja selesai mandi dan menata baju ke dalam lemari, ada apa kamu ke kamar ku!"


Tak ingin lebih tau apa yang sedang dilakukan Vony Daniel menyodorkan nampan di tangannya "Ini nona saya bawakan makan malam untuk anda, saya takut jika anda melewatkan makan malam besok pagi anda tidak bisa ikut meninjau proyek"

__ADS_1


Vony menerima uluran nampan berisi makanan dan susu coklat hangat dari tangan Daniel. "Terimakasih"


"Sama-sama nona, satu lagi nona besok pagi kita akan mulai meninjau proyek sekitar jam setengah delapan pagi jadi saya harap nona tidak terlambat"


__ADS_2