My Assistant Husband

My Assistant Husband
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Sampai di rumah sang mama yang sudah di dekor sedemikian rupa nampak banyak orang sudah berdatangan. Masuk lebih dalam Vony mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Livia dan Anggara. Mendapati kedua orang tersebut tengah menyambut tamu Vony berjalan mendekat mengandeng tangan Alan di ikuti Erlad.


"Sayang kamu apa kabar" Livia menghambur memeluk tubuh putri semata wayangnya, bergantian dengan Anggara.


"Vony baik, mama sama ayah sendiri?"


"Baik sayang" beralih menyambut Alan dan Salma, Anggara dan Livia menatap bingung pria yang baru mereka temui untuk pertama kalinya.


"Ma, yah kenalin ini ayah Alan" Alan memperkenalkan Erlad pada mertuanya yang nampak bingung.


"Erlad" Erlad mengulurkan tangan di sambut Anggara dan Livia hangat.


"Maaf saya tidak tau kalo anda ayah Alan karena ini pertemuan pertama kita"


"Tidak apa tuan, hari itu juga saya sedang ada perjalanan bisnis yang tidak bisa saya tinggal jadi saya tidak bisa hadir di pernikahan keduanya"


"Tidak apa, setidaknya masih ada resepsi yang belum kita lakukan jadi anda masih bisa menghadirinya nanti" celetuk Livia.


"Anda sangat benar nyonya, saya harap bisa menghadiri pesta tersebut" jawab Erlad terdengar berbanding terbalik di telinga Vony dan Alan.


Merasa arah pembicaraan ketiganya mulai menjerumus ke arah resepsi pernikahan nya dengan Alan, Vony menyodorkan kado yang ia bawa dari rumah. "Ini kado buat mama sama ayah, dan semoga kedepannya mama sama ayah semakin serasi"

__ADS_1


"Terimakasih sayang" Livia menerima uluran kado dari sang putri, mempersilahkan besan dan menantunya untuk menikmati hidangan yang sudah tersedia karena masih banyak tamu yang harus ia sapa.


Erlad menatap sekeliling rumah Vony, dan sesekali menatap sang anak yang tengah tertawa bersama sang istri di dekat tangga. "Apa dia anak satu-satunya di rumah ini?"


Salma yang tau pertanyaan itu di layangkan untuk nya menjawab dengan kata. "Iyah"


"Apa kamu sudah mengenal nya dengan baik selama ini?"


"Aku mengenalnya saat dia menjenguk ku di rumah sakit bersama Alan, dan aku bisa menyimpulkan dia anak yang baik meski sedikit keras kepala"


"Hanya pertemuan singkat seperti itu kamu bisa menjodohkan nya dengan putra mu?" Erlad tak habis fikir bagaimana pikiran sang istri yang bisa-bisa nya menjodohkan Alan dengan tatapan wanita yang baru ia kenal sesaat.


"Jangan besar kepala, karena aku yakin mereka akan berpisah sebentar lagi karena pilihan ku lah yang paling baik untuk putra ku!" tegas Erlad. Salma hanya diam tak menggubris ucapan sang suami takut jika keduanya menimbulkan masalah di pesta orang.


Tak berselang lama Anggara datang di antara keduanya mengajak ngobrol pria yang merupakan besan nya itu.


"Bagaimana kalo malam ini kita menginap di sini"


Tangan Vony yang memegang sendok berisi kue tergantung di depan mulut, mendengar Alan ingin menginap di rumahnya. "Kenapa tiba-tiba kamu ingin menginap di rumah ku!"


Alan memasukan tangan di saku celana menaikan bahu. "Ingin saja, lagian di kamar itu untuk pertama kalinya aku di dorong seorang wanita sampai jatuh dari atas kasur"

__ADS_1


"Kamu menyindir ku?!"


"Sedikit, karena kamu benar-benar keterlaluan pada ku malam itu jadi malam ini aku akan memberikan balasan nya"


"Balasan apa?"


"Membuat mu merasakan sakit yang aku rasakan dalam versi lain"


Mata Vony membulat sempurna, ia tak sebodoh itu untuk mengartikan kata 'Versi' dari ucapan sang suami. Mengarahkan garpu di tangan nya Vony mengancam Alan. "Awas saja kalo kamu macam-macam"


Alan tertawa dengan renyah menatap di mana kedua orang tuanya berada dan di situ juga ada Anggara yang tengah mengajak berbincang ayah nya. Vony yang penasaran dengan arah pandang sang suami mengekori nya.


"Apa yang membuat ayah seketika berubah seperti itu?"


Alan beralih menatap wajah Vony yang nampak curiga. "Mungkin saja ayah ingin damai malam ini"


"Apa kamu menjamin sesuatu untuk ini semua?" tanya Vony.


"Tidak,kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu?"


"Aku hanya menebak" elak Vony kembali menatap tiga orang yang berada di satu meja.

__ADS_1


__ADS_2