My Assistant Husband

My Assistant Husband
Keadaan Alan


__ADS_3

Brak!!!


Vony membuka pintu kamar dengan sangat keras bahkan nafas memburunya dapat di dengar semua orang didalam sana. Vony yang tadinya ingin ke rumah Aleta melihat baby Aluna harus mengurungkan niat saat Salma menghubunginya terlebih dahulu memberitahukan bahwa Alan pulang dalam keadaan pingsan.


Menghampiri ranjang Salma memberikan jalan pada Vony agar bisa melihat ke adaan Alan lebih dekat, matanya menatap keseluruhan tubuh Alan tangannya terarah membuka satu persatu kancing kemeja Alan.


Dengan cepat Vony menutup mulut melihat sekujur tubuh sang suami di penuhi tanda merah kebiruan air matanya lolos begitu saja tak kuasa menahan rasa perih yang menyerang hati nya.


"Ke-kenapa kamu bisa sampai seperti ini?" ucap Vony terbata-bata tangisnya pecah saat itu juga ingin rasanya Vony membelai wajah Alan sekarang tapi ia urungkan karena pasti itu hanya akan membuat rasa sakit nya semakin menjadi.


"Permisi nyonya,tuan,nona, dokter dari rumah sakit sudah tiba" ucap art


"Suruh masuk"

__ADS_1


Salma menuntun Vony berjalan jauh sementara dari Alan membiarkan dokter memeriksa keadaan Alan terlebih dahulu.


"Ma kenapa Alan bisa sampai seperti itu? bukannya tadi pagi dia masih baik-baik saja?" tanya Vony pada Salma dengan pandangan yang tak ia alihkan dari Alan.


"Mama juga tidak tau sayang tadi saat mama mau pergi Alan turun dari mobil sudah dengan kondisi seperti ini" jawab Salma jujur, sebagai seorang ibu hati Salma juga tak kalah perih bagaimana bisa anak yang ia sayang selama ini bisa babak-belur seperti itu untuk pertama kalinya?.


"Apa Alan punya musuh? atau punya masalah dengan orang lain?"


"Tidak sayang Alan bukan tipe orang yang memiliki dendam dalam jangka panjang" Salma mengusap punggung Vony yang nampak sangat hancur melihat keadaan Alan yang di pasangkan selang infus, dan oksigen.


"Apa kamu tau Alan pergi kemana selain ke kantor?" tanya Salma yang langsung mendapatkan gelengan.


"Vony tidak tau ma karena setahu Vony Alan akan langsung ke kantor setelah mengantar ku"

__ADS_1


"Ayah tau" ucap Erlad setelah sekian lama dirinya hanya terdiam mendengar ucapan keduanya.


Mendengar itu Vony berjalan ke arah Erlad. "Ayah tau Alan pergi kemana?"


"Iyah, dan ayah masih ingat sekali kalo Alan menghubungi seseorang untuk menyiapkan cek untuk menyicil hutang perusahaan ke restu hari ini" jawab Erlad yang tak sengaja mendengar pembicaraan Alan di halaman belakang tadi.


"Apa? jadi ini semua perbuatan tuan Restu?"


"Ayah rasa bukan karena tidak mungkin Restu melakukan hall sampai seperti ini saat Alan memiliki niat baik untuk menyicil hutang perusahaan"


"Tapi bisa saja tuan Restu melalukan hall kotor itu agar Alan terbaring lemah dan tidak bisa bekerja, dengan begitu Alan tidak akan bisa melunasi hutangnya tepat waktu" kata Vony yang dengan cepat menyimpulkan rencana licik Restu.


Erlad dan Salma hanya saling pandang satu sama lain setelah mendengar kesimpulan yang Vony keluarkan.

__ADS_1


Dokter yang selesai memeriksa Alan langsung menyampaikan keadaan Alan saat ini meminta untuk Alan langsung di rujuk kerumah sakit takut jika ada luka dalam atau patah tulang yang di akibatkan memar-memar tersebut. Semua orang yang langsung setuju menghubungi pihak rumah sakit untuk mengirimkan ambulan.


Erlad dan Salma memutuskan untuk naik mobil pribadi sedangkan Vony berada di dalam ambulan menemani Alan, menautkan jari-jari tangan Vony terus menitikan air mata di sepanjang perjalanan kerumah sakit.


__ADS_2