
Memiliki jadwal bertemu dengan Kenzou malam hari setalah jam pulang kantor kedua perusaahan tersebut membahas mengenai projek kerja sama mereka yang telah berjalan dua bulan, Vony duduk tepat di depan Kenzou menjelaskan beberapa poin penting sedangkan Alan yang tengah duduk di samping Kenzou malah fokus pada wajah sang istri yang nampak sangat cantik malam jtu di tambah dengan caranya menyampaikan poin-poin penting dengan singkat dan jelas.
"Mungkin itu saja tuan yang ingin saya sampaikan dan menambah hall yang harus kita diskusikan malam ini, atau mungkin apa ada hal yang ingin anda tambahkan dan kurangi di sini?"
"Tidak" jawab Kenzou singkat.
"Nona, tuan saya hanya mengingatkan jika dua minggu lagi kita harus meninjau proyek tersebut memastikan semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada penggelapan dana di lokasi proyek" ucap Daniel yang sekarang di tugaskan Anggara untuk menemani putrinya setiap ada meeting dari Jhonson Company.
"Saya tidak bisa jika harus keluar kota dalam waktu dekat ini, mungkin Alan yang akan menggantikan posisi saya di sana" ucap Kenzou beralih menatap Alan yang malah melamun dan tidak mendengarkan penjelasan mereka. "Apa kamu bersedia Alan?" Lanjut Kenzou penuh penekanan, menyenggol paha pria itu.
"A-apa tuan?" Jawab Alan gelagapan, mengusap wajahnya pelan Alan tersenyum kaku pada Daniel dan juga Vony yang malah menahan tawa. "Maaf tuan saya kurang fokus, sampai mana pembahasan kita nona Vony?" Tanya Alan membuka berkas di hadapannya.
"Sampai apa kau bersedia mengantikan ku untuk keluar kota dua Minggu lagi?" Ucap Kenzou dengan sangat jelas.
Alan langsung mengangguk cepat menerima tawaran yang kali ini tidak akan sia-sia kan, bahkan mungkin ini akan menjadi perjalanan bisnis yang menyenangkan untuk pertama kalinya karena sang istri yang pasti juga akan ikut nanti. "Iyah tuan, dan saya akan memastikan semuanya akan lancar seperti yang anda harapkan"
"Ngomong-ngomong kita akan berapa lama di sana?" Tanya Vony pada Daniel yang dengan sigap membuka jadwal nya.
__ADS_1
"Sekitar tiga hari nona, dan kita akan memakai tranportasi darat yang membutuhkan waktu sekitar delapan jam" jelas Daniel.
"Baiklah kalo seperti itu" jawab Vony.
Mengakhiri meeting malam itu Vony menjabat tangan Kenzou dan Alan bergantian, berpisah di parkiran karena tidak mungkin ia pulang dengan Alan dalam satu mobil.
***
"Apa kamu tidak ingin memundurkan jadwal keluar kota?" Tanya Kenzou dari kursi penumpang.
"Tapi hari itu bertabrakan dengan hari dimana kamu akan bertunangan bukan?"
Alan menatap wajah Kenzou dari kaca mobil sekilas. "Acara pertunangan nya akan di lakukan malam hari, dan pagi harinya aku akan keluar kota jadi itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan"
"Apa kamu yakin?"
"Tentu saja aku sangat yakin, lagian kamu tau sendiri pertunangan itu tidak penting untuk diriku"
__ADS_1
Kenzou mengangguk paham, membuang pandangannya keluar jendela. Hening di antara keduanya sampai Alan kembali mengeluarkan suara.
"Apa kamu bisa datang di pertunangan itu?"
Kenzou menatap punggung Alan, keningnya menimbulkan garis halus. "Memang kenapa?"
"Aku tidak suka berlama-lama an dengan Anggit apa lagi sampai wanita itu terus mengintiliku kesana kemari seperti tuyul, dan jika kamu datang aku bisa menghindari wanita itu"
"Kamu ingin memanfaatkan ku?"
"Aku hanya meminta tolong pada mu, lagian itu bukanlah permintaan yang sulit untuk kamu lakukan" cibir Alan.
"Sama saja"
"Ayolah, aku sudah sangat lama tidak meminta pertolongan mu jadi aku harap kali ini kamu bisa menolong ku lagi"
Kenzou memutar bola matanya malas, menjawab permintaan Alan dengan gumanan. Alan tersenyum senang meski Kenzou nampak terpaksa melakukannya tapi ia tak peduli kali ini yang terpenting adalah jika hari itu tiba dirinya sudah memiliki batu loncatan.
__ADS_1