My Assistant Husband

My Assistant Husband
Tanpa Kabar


__ADS_3

Memilih kembali ke rumah Salma pada malam hari Vony sesekali melirik jam yang terpajang di kamar nya menunjukkan pukul sembilan malam dan sampai sekarang Alan belum juga pulang. Bahkan sejak tadi siang sampai sekarang Alan tak kunjung mengirimkan pesan pada nya hanya untuk sekedar menanyakan apa ia sudah makan atau mungkin sudah pulang. Meraih ponselnya Vony mencoba mengirimkan pesan pada suaminya itu menanyakan apa sedang di mana ia sekarang.


Tak kunjung mendapatkan jawaban setelah lima menit menunggu Vony memilih mengerjakan bebera file yang sempat berantakan karena tadi ia terus memikirkan suaminya yang bagaikan hilang kabar tersebut. Mengirim satu per satu dokumen yang sudah di perbarui ke beberapa perusahaan dan HRD Vony merenggangkan otot lehernya yang pegar karena terus memandangi laptop di hadapannya.


Melirik sekali lagi pada jam kamar Vony menghela nafas panjang saat pukul sebelas malam belum juga menandakan ada tanda-tanda Alan akan pulang. Menyingkirkan laptop di pahanya Vony berniat memejamkan mata lima menit untuk menghilangkan rasa lelah pada tubuhnya setelah seharian bekerja.


***


Sedangkan pria yang di tunggu-tunggu Vony kini tengah berada di sebuah club dengan wanita yang duduk di sampingnya. Sudah hampir tiga jam Alan menenawani wanita tersebut yang setiap kali menolak untuk pulang kerumah, merasa hari sudah sangat larut Alan merilik jam di pergelangan tangannya betapa terkejutnya saat jarum jam menunjukkan setengah satu dini hari dan sampai sekarang ia masih berada di luar dengan wanita lain. Alan mengusap wajahnya kasar karena sampai sekarang ia belum mengirimkan pesan pada Vony karena batu ponselnya yang habis.


"Sebaiknya kita pulang sekarang" ajak Alan.

__ADS_1


"Sebentar lagi ya" bujuk Anggit manja meraih tangan Alan di atas meja.


Alan yang sudah kehabisan kesabaran karena sejak tadi ia rela mengalah demi wanita itu. Menarik tangannya paksa menggunakan kembali jas yang sempat ia lepas. "Kalo kamu tetap ingin di sini, maka aku akan pulang sendiri!" Menyambar kunci mobil Alan berjalan keluar dari dalam club.


Anggit yang tadinya ingin berlama-lama dengan pria yang ia cintai harus berdecak kesal saat Alan memilih pulang dari pada tetap bersamanya di club. Mengejar Alan yang keluar terlebih dahulu Anggit menutup pintu mobil Alan secara sepihak membuat sang pemilik menatap nya tajam.


"Antarkan aku pulang terlebih dahulu, baru setelah itu kamu boleh pulang"


"Kamu bisa memesan taksi online ataupun meminta orang suruhan ayah mu untuk menjemput mu disini, jadi jangan halangi jalan ku untuk pulang!"


"Aku tidak bisa" tolak Alan.

__ADS_1


"Baik kalo kamu tidak bisa maka aku jamin setalah dari sini perusaahan ayah mu itu besok akan gulung tikar" ancam Anggit.


Alan mengusap wajahnya kasar saat lagi-lagi hall itu yang akan menjadi ancaman Anggit padanya, Alan sebenarnya tidak peduli jika perusaahan itu akan bangkrut sekalipun hanya saja di sini yang dirinya takutkan adalah jika sampai sang mama tau kalo perusaahan keluarganya gulung tikar dalam satu malam bisa di pastikan bagaimana reaksi sang mama yang pastinya syok berat. Sedangkan di satu sisi Alan terjebak dengan sang ayah yang akan terus bersikap baik pada sang mertua jika dirinya juga mau dekat dengan Anggit.


"Masuklah!" Ujar Alan. Membuat Anggit tersenyum penuh kemenangan saat pria itu mau mengantarnya pulang untuk pertama kalinya.


Alan melajukan mobil setalah Anggit masuk kedalam nya, meninggal area club dengan kecepatan tinggi agar dirinya bisa cepat-cepat sampai di rumah.


***


Membuka pintu kamar Alan langsung di suguhkan pemandangan yang membuat hatinya langsung merasa bersalah mendapati sang istri ketiduran di atas sofa, berjalan secara perlahan Alan berjongkok di depan wajah cantik Vony yang nampak sang pulas sekali. Tak ingin membuat tubuh Vony sakit di pagi hari Alan membopong tubuhnya menuju ranjang mereka, menyingkirkan anak rambut menghalangi wajah cantiknya.

__ADS_1


"Maafkan telah membuat mu menunggu sampai seperti ini" ucap Alan penuh penyesalan sebelum mendaratkan ciuman cukup lama pada kening Vony.


Menarik selimut sampai batas leher Alan langsung masuk kamar mandi membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum istirahat bersama sang istri.


__ADS_2