
"Zou, kamu di sini?"
"Kamu yang menyuruhku untuk ke sini kemarin dan sekarang kamu bertanya kenapa aku ada di sini?"
Alan mengusap wajahnya kasar melupakan hal tersebut, tapi sekarang ia sedikit menyesal karena tidak bisa mencari keberadaan sang istri sekarang. "Maaf aku lupa, aku fikir kamu tidak akan datang"
"Ini demi kamu" ucap Kenzou malas. "Selamat atas pertunangan mu" Kenzou mengulurkan tangannya.
Alan yang mendapatkan ucapan tersebut menatap Kenzou geram, menepis tangan bos nya itu kasar. "Brengsek" umpat Alan mendapatkan kekehan dari Kenzou.
Sedangkan Vony baru keluar dari kamar mandi setelah menuntaskan hajat kecilnya yang tak bisa ia tahan sejak di perjalanan. Kembali ke tempat acara Vony mendapati panggung telah di isi MC yang artinya acara tukar cincin telah usai. Memilih berada di pojok rungan yang menyediakan banyak makanan Vony fokus pada makanan di hadapannya dari pada mencari keberadaan sang suami.
"Hai" sapa seseorang dengan suara begitu bahagia menghampiri Vony.
"Anggit?" Ucap Vony meletakan kue di tangan nya.
"Aku fikir kamu tidak akan datang karena takut sakit hati" ucap nya penuh sindiran secara langsung.
"Kenapa aku harus sakit hati?"
__ADS_1
"Karena sekarang Alan resmi menjadi milik ku, dan itu artinya tidak ada siapapun wanita yang bisa mengambilnya dari ku" aku Anggit memberitahu siapa dia sekarang agar wanita di hadapannya ini sadar diri dengan cepat.
Vony mengangguk-angguk kecil dan tersenyum lebar. "Kalo begitu selamat untuk pertunangan mu malam ini" Vony mengulurkan tangan seperti orang-orang yang mengucapkan selamat pada wanita di hadapannya ini.
Anggit hanya menatap uluran tangan tersebut sekilas tanpa berniat menjabat nya, Melihat kesombongan Anggit, Vony menaik tangan nya. "Aku harap setalah pulang dari sini kau bisa langsung sadar"
"Maksud mu?"
"Cepat keluar dari rumah tante Salma!" Tegas Anggit. "Karena ku tidak suka ada satu wanita yang dengan dengan Alan termasuk dirimu meskipun kamu hanya di anggap teman oleh Alan untuk selamanya karena aku yakin kamu tinggal di rumah tante Salma hanya ingin memanfaatkan harta nya!"
"Aku-"
Kedua wanita itu menoleh ke sumber suara di mana Salma berdiri tidak jauh dari keduanya. Melihat keberadaan Salma sekujur tubuh Anggit langsung terasa tegang, berharap Salma tidak mendengar apa yang baru saja ia katakan.
"Apa maksud mu berbicara seperti itu dengan Vony!"
"Bu-bukan Tan-tante, Tante salah dengar aku-"
"Kamu baru saja bertungan dengan Alan lima belas menit yang lalu dan sekarang kamu bisa bersikap seperti ini dengan orang terdekat Alan?" Potong Salma yang telah mendengar semua ucapan Anggit saat dirinya hendak menghampiri Vony.
__ADS_1
"Tente-"
"Bagaimana kedepannya kalo kalian sudah menikah? Apa gantian saya yang akan kamu hina seperti tadi?"
"Tidak tante saya tidak bermaksud berkata seperti itu tadi"
"Terus apa?!"
Vony yang merasa pusing mendengar Salma dan Anggit terus berdebat, meraih tangan Salma meminta mertuanya itu untuk berhenti sebelum memancing perhatian banyak orang. "Tante sudah jangan di teruskan lagi tidak enak kalo ada orang yang melihat kalian bertengkar seperti ini"
"Tante kepala Vony pusing, Vony akan ke mobil terlebih dahulu" Sambung Vony meminta izin sebelum dirinya pingsan di keramaian seperti ini.
"Biar Tante antar ya"
"Tidak usah, Tante di sini saja kan acaranya belum selesai"
"Sudah tidak apa, ayo" Salma menarik tangan Vony meninggalkan Anggit yang merasa kesal karena Salma lebih membala Vony dari pada dirinya.
"Sial, lihat saja apa yang akan aku lakukan!"
__ADS_1