My Assistant Husband

My Assistant Husband
Penjelasan part 1


__ADS_3

Di ruang rawat inap keduanya saling diam tapi dengan ekspresi wajah yang berbeda Alan yang terlihat biasa saja menatap Kenzou yang tengah asik menimang baby Aluna yang tengah terbangun nampak sangat menyenangkan melihat Kenzou mengendong bayi mungil tersebut dalam dekapan nya, tapi hal tersebut berbanding terbalik dengan Vony yang menundukkan wajah hanya sesekali wanita itu menatap Aleta yang terus melayang kan tatapan tajam tanpa berniat mengeluarkan suara.


"Sejak kapan kalian sedekat ini?!" suara Aleta terdengar menunjuk foto di dalam ponselnya membuat Alan dan Vony langsung menatap istri CEO itu.


"I-i-itu i-itu"


"Itu apa?" potong Aleta.


Alan meraih tangan Vony yang saling bertautan satu sama lain nampak wanita itu bingung untuk menjelaskan dari mana. "Biar aku saja yang menjelaskan nya" Vony mengangguk lemah.


"Kenapa diam saja? ayo jawab!" Aleta kembali mengeluarkan suara saat kedua makhluk tersebut saling berbisik.


Kenzou mengusap punggung Aleta menenangkan sang istri yang nampak tidak sabaran. "Sayang tentang kan dirimu"

__ADS_1


Aleta menghela nafas panjang agar tak menciptakan keributan di ruangan nya yang bisa membuat bayi yang baru lahir kemarin merasa tak nyaman.


"Sebenarnya aku dan Vony sudah saling kenal satu sama lain" suara Alan terdengar setelah di rasa kondisi mulai aman untuk menjelaskan.


"Kalian saling kenal setelah kerja sama di dua perusahaan itu terjadi?" tebak Aleta yang langsung mendapatkan gelengan dari Alan.


"Bahkan jauh sebelum itu aku sudah kenal dengan Vony. Sangat panjang jika aku harus menjelaskan dari awal bagaimana kita bertemu, kenal sampai akhirnya menikah"


"Menikah?" suara kaget Aleta dan Kenzou langsung memotong ucapan Alan, saling tatap keduanya sekali lagi memastikan ucapan terakhir Alan berharap keduanya salah tangkap sebelum bertanya lebih jauh.


"I-iyah" jawab Vony terbata-bata.


"Sejak kapan kalian menikah dan sudah berapa lama?"

__ADS_1


"Tiga bulan ini" jawab Alan tanpa rasa takut.


Aleta menatap Vony dan Alan kecewa tak menyangka dirinya bisa sebodoh itu untuk di bohongi selama tiga bulan belakangan ini.


"Aku sangat kecewa dengan mu Von!" ucap Aleta tak habis fikir saat sahabat yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri bisa membohongi nya sampai ke hall serius seperti ini. "Pantas saja selama ini kamu tidak pernah menanyakan kabar ku bahkan untuk melihat keadaan ku saat hamil kalo kamu saja sudah menemukan penggantinya!" Aleta menunjuk Alan yang tepat duduk di samping Vony.


"Apa seorang laki-laki bisa membuat mu lupa kalo kamu juga memiliki seseorang yang sudah menganggap mu seperti saudara sendiri?"


"Bu-bukan seperti itu Aleta, aku tidak pernah melupakan mu setelah menikah dengan Alan hanya saja aku memiliki banyak masalah belakang ini bahkan kamu sendiri juga tau seperti apa perusahaan Alan sekarang yang mau tidak mau aku harus membantu Alan untuk memulihkan keadaan seperti sedia kala" jelas Vony.


"Apa sampai menyembunyikan hall pernikahan mu dari ku?"


Vony yang hendak kembali menjawab langsung menutup mulut saat Alan terlebih dahulu mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Ini semua salah ku, pernikahan ini terjadi karena diriku yang memaksa keluarga Vony untuk menikahkan ku dengan Vony secara diam-diam bukan karena aku tidak mampu mengadakan pesta mewah atau tidak ingin kalian mendengar kabar ini, hanya saja keadaan saat itu benar-benar mendesak sampai aku harus memaksa anak orang tua Vony untuk menikah dengan ku malam itu juga"


__ADS_2