My Assistant Husband

My Assistant Husband
Menantu Tidak Tau Di Untung


__ADS_3

Alan mengajak Vony ke restoran seafood yang baru saja buka di dekat taman. Alan memesan satu lobster dengan saus asam manis, sedangkan Vony memesan satu kepiting ukuran jumbo.


Kini Alan mulai tak heran lagi saat istri nya itu memakan makanan dengan porsi besar karena untuk heran pun itu Vony, wanita dengan segala sifat yang susah Alan tebak.


"Alan ini bagaimana cara buka nya!" kesal Vony saat cangkang kepiting miliknya tak kunjung terbuka.


Melihat Vony yang nampak kesusahan membuat Alan merasa tak tega. "Sini aku bukakan" ucap Alan menwarkan diri. Vony langsung menyodorkan sepiring kepiting itu pada Alan membiarkan suaminya itu yang melakukan.


Alan memisahkan daging dengan cangkangnya, dan menaruh daging kepiting ke dalam piring Vony membuat istrinya itu nampak sangat senang.


"Terimakasih" Vony langsung melahap makanannya, merasakan lembut nya daging kepiting memanjakan lidah nya.


"Ngomong-ngomong bagaimana meeting tadi siang?" tanya Alan di sela-sela makan malam keduanya.


"Semuanya berjalan sesuai harapan, Star Company langsung menandatangi kontrak kerja sama kita untuk satu tahun kedepan"


"Syukurlah kalo begitu, aku ikut senang mendengar nya"


"Kamu sendiri kemana tadi siang?" tanya Vony mengingat dirinya tak bisa menghubungi Alan.


"Aku ada meeting dengan pemegang saham perusahaan jadi hp ku aku tinggal di ruangan"


"Oo, aku pikir kamu menamui Anggit tadi siang"


Uhuk...uhuk...


Vony yang menyebut nama Anggit membuat Alan terdesak makanannya sendiri.


"Pelan-pelan" ucap Vony menyodorkan segelas jus jeruk.


Merasa lega Alan menatap wajah Vony yang nampak bingung. "Aku lupa"


"Lupa apa?"


"Saat hari di mana kamu berlarian, seharunya sore hari aku menjemput Anggit dari rumah sakit"


"Kenapa kamu yang harus menjemputnya?, dia sudah memiliki ayah yang bisa merawatnya dengan baik!" kesal Vony saat suaminya itu malah menawarkan diri pada wanita gila seperti Anggit.

__ADS_1


"Itu bukan keinginan ku, hanya saja ayah yang meminta ku"


"Kamu tau Alan, ayah mu selalu menekan mu hanya karena wanita itu dan sampai kapan kamu mau di tekan seperti ini?"


"Sampai Alan bercerai dengan diri mu!" ucap seorang pria yang tiba-tiba saja datang. Erlad yang kebetulan singgah di restoran tersebut menatap anak dan menantunya dari jauh yang sepertinya tengah membicarakan hal yang serius, dan benar saja menantunya itu sedang menjelek-jelekkan nya di hadapan putra nya sendiri.


"Ayah!" ucap keduanya kompak.


"Dasar menantu tidak tau di untung, apa kamu mencoba menjelek-jelekkan saya di hadapan anak saya sendiri?"


"Bu-bukan yah"


"Halah jangan bohong kamu jelas-jelas saya dengar dengan telinga saya sendiri kalo kamu bilang saya menekan putra saya sendiri!" ucap Erlad kencang yang berhasil menarik perhatian pengunjung restoran yang kebetulan sangat ramai.


"Ayah sudah salah paham, maksud Vony-"


"Apa kamu pikir saya ini ayah yang buruk untuk putra saya!"


Vony yang ingin menjelaskan maksud ucapannya tadi langsung terpotong dengan ucapan Erlad yang terus membentaknya.


"Kamu itu seharunya bersyukur menikah dengan anak saya, kamu tau bukan dari awal saya itu tidak suka dengan kamu!, dan lihat ketidak sukaan saya terbukti sekarang!"


"Ayah maksud Vony bukan seperti itu"


"Kamu juga Alan semenjak kamu bertemu wanita ini kamu sudah lupa bagaimana caranya hormat dengan ayah!" tunjuk Erlad pada wajah Vony.


"Ayah cukup, apa ayah tidak malu dengan lihat banyak orang seperti ini?" ucap Alan saat ketiga nya menjadi pusat perhatian satu restoran.


"Bukan ayah yang seharusnya malu, tapi kamu Alan!. Kamu itu seharunya malu karena telah menikahi wanita tak punya moral seperti dia!" tegas Erlad kembali menunjuk wajah Vony.


Vony yang mendapatkan hinaan seperti itu dari Erlad dan cibiran dari pengunjung restoran sudah tak bisa menahan air matanya. Ia tak pernah di perlukan sebelumnya seperti ini apa lagi menjadi bahan gunjingan orang banyak.


Vony meraih tas kesayangannya dari atas meja. Dan langsung keluar dari dalam restoran dengan air mata yang bercucuran sangat deras dari dua bola matanya.


"Vony!, kamu mau kemana!" teriak Alan tapi tak dihiraukan oleh Vony. "Ck!" Alan berdecak kesal dan langsung mengejar Vony sebelum istrinya itu pergi tanpa meninggalkan jejak.


Sedangkan Erlad tersenyum penuh kemenangan malam ini karena telah berhasil mempermalukan Vony di depan banyak orang.

__ADS_1


Alan yang melihat Vony berjalan kearah jalan raya semakin mempercepat larinya sebelum istrinya itu kenapa-kenapa. "Vony!" teriak Alan menarik tubuh Vony ketepian. "Apa kau sudah gila hah?, apa kau ingin cari mati!"


"Lepas!" Vony menghempaskan tangan Alan kasar. "Kenapa kau harus mengejar ku!, biarkan aku melakukan apapun yang aku mau!"


"Tapi kau mengorbankan nyawa mu sendiri apa kau tidak berfikir itu?"


"Apa peduli mu?, apa kau mencintaiku ku tidak bukan?, jadi untuk apa kau menghawatirkan ku!"


"Karena kau itu istri ku!" tegas Alan.


"Istri yang tidak diterima keluarga mu?" sindir Vony dengan air mata kembali tumpah. "Aku belum pernah di permalukan seperti tadi dalam hidup ku dan sekarang ayah mu yang memperlakukan ku untuk pertama kalinya di depan banyak orang seperti tadi!"


"Aku minta maaf atas perbuatan ayah ku" ucap Alan memohon maaf atas nama ayah nya. "Aku juga tidak tau kenapa ayah tiba-tiba ada di sana aku berani sumpah akan hal itu"


"Sudahlah ini bukan salah mu, sekarang aku minta kamu pergi dan biarkan aku sendirian" pinta Vony membuang pandangannya kearah lain.


"Aku akan tetap disini bersama mu"


"Aku bilang pergi Alan!, aku ingin sendiri!"


"Kalo kau ingin memenangkan diri di sini mama aku akan menunggu mu selama apapun yang kamu mau"


"Dasar batu!" Vony melambaikan tangan menyetop taksi yang kebetulan sedang kosong. Vony yang baru saja masuk di ikuti oleh Alan yang duduk di jok bagian depan. "Alan turun!"


"Aku akan ikut kemanapun kamu pergi"


"Turun Alan!"


"Tidak!"


"Terserah kau!, pak bar xxx" ucap Vony pada supir taksi.


"Mau apa kamu ke bar malam-malam seperti ini?"


Vony hanya diam tak menjawab ucapan Alan dan memilih membuang pandangannya ke luar kaca mobil


***

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Beri Hadiah 🤗♥️


__ADS_2