
Lagi-lagi orang kantor di buang bingung untuk kedua kalinya saat Alan menggandeng tangan seorang wanita cantik masuk kedalam gedung pencakar langit siapa lagi kalo bukan Vony. Dirinya yang sudah memiliki janji dengan Alan tadi malam, pagi ini menemani sang suami datang ke kantor dan untuk pertama kalinya juga Vony menginjakan kaki di kantor Salma yang memiliki empat puluh lantai tersebut.
Masuk keruang kerja Erlad yang sementara waktu digunakan Alan Vony mengedarkan pandangan sama seperti yang Alan lakukan kemarin. Ruangan yang memiliki warna dan interior yang terlihat clasik pasti orang akan dapat mudah menebak jika pemilik ruangan tersebut adalah pria paruh baya.
Sambil menunggu jam meeting di waktu makan siang Alan menarik tangan Vony yang masih asik menatap sekeliling untuk duduk di atas pahanya.
"Alan biarkan aku duduk disana" rengek Vony meminta turun.
"Kamu yang akan membantu aku kali ini jadi aku ingin kamu ada di sini sampai pekerjaan ku selesai"
Vony menatap wajah Alan yang menimbulkan senyuman licik di ujung bibirnya. "Paha kamu bisa kesemutan kalo terus memangku ku seperti ini"
"Bahkan kalo paha ku lumpuh sekalipun aku akan tetap memangku mu" dengan nakal nya Alan mendaratkan kecupan pada leher jenjang Vony.
__ADS_1
Vony bergidik geli akan kelakukan mesum Alan yang senaknya melakukan hal tersebut. "Kamu di sini untuk kerja Alan bukan berbuat mesum!"
Alan yang ingin lagi melakukan hal tersebut langsung di cegah Vony dengan cepat.
"Kamu mau kerja atau tidak? kalo tidak biarkan aku ke kantor ayah saja dari pada harus di sini dengan mu yang akan membuang-buang waktu!"
Alan mengunci tubuh Vony dengan cepat sebelum wanita itu melakukan pergerakan. "Aku akan kerja"
Menjawabnya dengan sebuah ciuman Alan memulai pekerjaannya dengan Vony yang duduk di atas pahanya. Sesekali Vony mengeluarkan pendapat mengenai produk yang akan ia bahas nanti di ruang meeting dengan Alan sebelum menyampaikannya pada banyak orang.
***
Berada di ruang rapat Vony duduk tepat di samping Alan membuat beberapa orang yang berkumpul disana menimbulkan garis halus.
__ADS_1
"Perkenalan ini Vony istri saya" ucap Alan memperkenalkan Vony pada semua orang.
Melihat Alan yang memperkenalkan dirinya begitu saja Vony mendekat. "Kenapa kamu memberitahu semua orang kalo aku ini istri mu?"
"Buat apa aku tutup-tutupi lagi hubungan kita? toh sebentar lagi aku akan membuat resepsi pernikahan kita. Lagian cepat atau lambat semua orang akan tahu karena perut mu juga tidak selamanya akan tetap datar seperti itu" jelas Alan.
Vony hanya bisa diam mendengar ucapan Alan yang nampak sangat serius bahkan satu katapun tidak dirinya temukan nada bercandaan di dalam nya. Meeting dimulai dengan pembahasan produk baru yang akan keluarkan dan sasaran pemasaran nya kali ini.
"Saya setuju tuan, karena perusaahan kita selama ini belum pernah mengeluarkan produk seperti itu di pasaran apa lagi menjualnya pada kalangan milenial"
"Sebelumnya maaf tuan, tapi apa anda yakin ini akan berhasil?" ucap seorang yang nampak ragu dengan keputusan yang akan Alan ambil.
"Maaf saya menyela sebentar" Vony mengeluarkan suara mengenai kritik tersebut. "Mungkin disini masih ada yang ragu mengenai produk yang akan kita keluarkan, tapi saya yakin jika kita memutar stir ke arah yang peminat nya lebih banyak seperti ini untung yang kita dapatkan juga akan lebih banyak bukan?"
__ADS_1