
BRAK!!!
Baru keduanya akan berjalan ke arah pintu suara pintu terlebih dahulu terbuka begitu keras menghentikan langkah sepasang suami istri yang hendak keluar tersebut.
Sepasang bola mata menatap ke arah keduanya dengan tatapan tajam, masuk lebih dalam berdiri tepat di hadapan Alan dan Vony yang menatap bingung wanita tersebut.
"Anda siapa?" tanya Vony sopan.
"Saya ingin bertemu dengan tuan Erlad sekarang!" ucapannya begitu angkuh bahkan wajahnya terlihat menahan amarah.
Alan dan Vony saling tatap beberapa detik sebelum Alan mengeluarkan suara. "Tuan Erlad sedang cuti beberapa waktu kedepan, jika anda ada keperluan bisa sampai kepada saya nanti saya akan sampaikan kepada beliau"
"Saya tidak butuh perantara seperti anda karena saya ingin bertemu dengan tuan Erlad sekarang juga! ada hal penting yang harus saya sampaikan padanya!" jawab wanita itu dengan dada naik turun.
Alan menghela nafas pelan, jika wanita dihadapannya ini ia biarkan begitu saja bisa-bisa dia akan membuat keributan di kantornya tapi kalo ia ladeni kasian Vony yang pastinya lelah habis meeting tadi.
__ADS_1
"Mana tuan Erlad? cepat panggil kan dia!"
"Saya anak nya" ucap Alan agar segera tau mau apa perempuan dihadapannya ini. "Tuan Erlad sedang cuti jadi perusaahan saya handle selama beberapa hari kedepan, jika anda ingin menyampaikan sesuatu katakan saja pada saya" sambungnya.
Bukannya merasa takut wanita tersebut menyimpangkan tangan di depan dada membuat buah dadanya yang besar itu nampak sangat menonjol. Vony yang melihat hal tersebut sampai melebarkan bola mata berfikir apa wanita itu memasukan kain kedalam bajunya sehingga sampai sebesar itu?.
"Jadi kamu yang ingin membatalkan kontrak ambasador saya?!"
"Jadi anda ambasador perusaahan ini?" tanya Vony sedikit tak percaya, bagaimana bisa ayah mertuanya itu mencarikan ambasador seperti ini untuk mempromosikan produk nya.
"Iyah saya ambasador perusaahan ini! kenapa kamu iri dengan tubuh profesional ku sampai kamu menatap nya seperti itu?" ucapannya sombong.
Mendengar itu Vony menatap wanita tersebut tak percaya. "Apa tadi dia bilang? iri? bahkan aku tidak berminat memiliki tubuh model sumpel kain seperti itu"
Vony tersenyum masam sebelum menjawabnya. "Lain kali saja,kalo minat"
__ADS_1
"Ada apa anda kesini?" tanya Alan mengalihkan topik.
"Aku ingin memperpanjang kontrak menjadi ambasador selama lima tahun kedepan!" katanya menyampaikan niat dirinya datang ke sini.
"Kalo begitu silahkan duduk" ketiganya duduk di sofa dengan Vony yang terus mempererat tangannya pada lengan Alan jaga-jaga jika Alan tergoda dengan wanita di sebrang sana.
"Saya tidak suka dengan cara anda yang membatalkan kontrak ini secara sepihak seperti ini!"
"Saya tidak membatalkan apapun di sini, saya hanya ingin kerja sama ini berhenti sampai kontrak anda selama satu bulan kedepan selesai!" jelas Alan.
"Tidak bisa seperti itu doang! itu namanya keputusan secara sepihak!"
"Terus mau anda bagaimana? memperpanjang kontrak?" sela Vony.
"Saya tidak meminta kamu berbicara ya! jadi tetap diam!"
__ADS_1
"Dia istriku!" potong Alan tegas tak suka nada bicara wanita itu saat berbicara dengan Vony. "Jadi rubah nada bicara anda sebelum saya suruh satpam mengusir anda dari sini dengan cara kasar!"