My Assistant Husband

My Assistant Husband
Penilaian


__ADS_3

Vony yang awal nya berfikir memasak adalah hal yang sangat mudah dan menyenangkan ternyata hanya sebatas angan-angan semata, terbukti dari beberapa kali percobaan pembuatan sup yang gagal dan mengakibatkan dapur milik Aleta seperti kapal pecah akibat ulah nya.


Aleta yang sudah nampak kewalahan mengajari sahabatnya itu meminta art untuk menggantikannya karena Vony yang masih nampak semangat dalam belajar memasak.


Setelah lima kali gagal akhirnya Vony berhasil juga membuat semangkuk sup yang tidak terlalu buruk. Dengan perasaan senang bercampur lelah Vony membawa sup buatannya pulang meminta Alan mencicipi nya nanti.


"Besok ajari aku resep yang lain nya juga ya" ucap Vony melepas pelukan singkat pada sahabatnya.


Aleta tersenyum kaku mendengar hal tersebut. "Besok?"


"Iyah besok, nanti aku akan kembali ke sini siang hari lagi"


"Tapi aku harap besok kamu tidak bikin keributan lagi di dapur" ucap Aleta sedikit menyindir.


Vony memutar bola nya dengan malas mendengar sindiran Aleta. "Apa kau menyesal telah mengajari ku?"


"Bu-bukan seperti itu hanya saja-"


"Sayang" ucapan Aleta terpotong melihat Kenzou yang turun dari dalam mobil dan langsung menghampirinya, mencium keningnya dalam waktu yang lama. "Kamu sedang apa?" tanya Kenzou pada sang istri tanpa menatap Vony sedikit pun.


"Aku mengantar Vony, karena dia baru saja selesai belajar memasak hari ini"


Dahi Kenzou menimbulkan garis halus mendengar ucapan istrinya. Menatap mata Aleta lebih dalam Kenzou meminta penjelasan lebih detail.


"Vony ingin belajar masak karena dia akan segera menikah" ucap Aleta ngawur.


"Benarkah?" Aleta mengangguk dengan senyuman jahil nya.


"Tidak,tidak, jangan dengarkan Aleta dia sedang berbohong" kata Vony dengan cepat, menatap tajam wajah sahabatnya itu yang nampak sangat puas karena telah berhasil menggodanya.


Kenzou menarik pinggang Aleta agar mendekat kearah nya. "Aku percaya dengan ucapan istri ku" tegas Kenzou memainkan rambut panjang milik Aleta.

__ADS_1


Adegan romantis yang di lakukan Kenzou berhasil membuat Vony geli sendiri akan hal tersebut. "Lebih baik aku pulang sekarang, sebelum banyak nyamuk di sini"


"Gerbang di sebelah sana" tunjuk Kenzou pada gerbang rumah nya.


"Kau-"


"Sayang lebih baik kita masuk sekarang udara dingin tidak baik untuk mu dan calon anak kita" ucap Kenzou mengusap perut datar milik Aleta.


"Tapi Vony"


"Dia bisa pulang sendiri, bukan begitu?" tanya Kenzou dan kali ini ia bisa melihat ekspresi wajah Vony yang nampak kesal akibat ulah nya.


"Iyah aku bisa pulang sendiri tanpa kamu suruh!"


"Kamu dengar sendiri bukan?, jadi lebih baik kita masuk sekarang" ajak Kenzou pada sang istri.


"Vony aku masuk dulu ya, maaf atas tingkah kekanak-kanakan Kenzou, dia memang begini sejak aku hamil" ucap Aleta merasa tak enak atas sikap suaminya.


"Tidak apa Aleta kamu tidak perlu minta maaf, memang suami mu ini saja yang terlalu lebay!"


***


Sampai di apartemen Vony melihat Alan yang keluar dari dalam kamar, nampak pria itu baru selesai mandi.


"Kamu dari mana saja?" tanya Alan langsung mengintrogasi sang istri. "Kamu tau aku tadi menunggu mu hampir setengah jam di depan kantor, dan hp mu juga kenapa tidak aktif?"


"Apa Iyah?"


"Cek saja sendiri" perintah Alan dan Vony langsung merogoh tas nya.


Benar saja panggilan puluhan kali dari Alan tidak ada satupun yang ia angkat karena memang saat memasak tadi Vony ponselnya sengaja ia silent. "Pantas saja aku tidak mengangkat telfon mu kalo ponsel ku saja aku silent sejak tadi siang"

__ADS_1


"Kamu dari mana saja dari tadi siang sampai malam seperti ini?" tanya Alan kembali.


"Ooo itu, aku dari rumah Aleta"


"Mau apa kamu ke sana?"


"Memintanya mengajariku memasak?"


Alan hampir tersedak air liurnya sendiri, mendengar Vony yang tiba-tiba meminta di ajarkan masak oleh Aleta. "Sejak kapan kamu memiliki niat untuk memasak?"


"Sejak tadi siang, dan lihat ini aku sudah memasak sup untuk mu" Vony menunjukan rantang ditangannya pada Alan.


"Untuk ku?" Alan menunjuk dirinya sendiri.


"Iyah untuk mu, kamu harus mencobanya" melempar sembarang tas nya Vony langsung menarik Alan menuju meja makan. Menuang sup ke mangkuk kecil dan mempersilahkan Alan untuk mencobanya.


Dengan segala kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya, Alan mulai menyicipi masakan sang istri untuk pertama kali. Raut wajah yang awalnya sudah tidak baik-baik saja semakin memburuk merasakan makanan Vony yang sedikit asin. "Apa dia memasukan satu balok garam?"


"Bagaimana?" tanya Vony penasaran akan rasa masakan yang baru saja ia masak.


Alan meneguk segelas air mineral menetralisir kan rasa asin dari tenggorokannya sebelum menjawab pertanyaan Vony. "Mau jujur atau bohong?" tanya Alan.


"Jujur saja tidak apa-apa" jawab Vony cepat.


"Masakan kamu sebenarnya enak hanya terlalu asin sedikit" ucap Alan memberikan pujian di awal dan di akhiri dengan kritikan yang membuat Vony menghela nafas panjang.


"Kalo seperti itu apa bedanya?" gerutu Vony nampak kecewa dengan hasil nya.


"Tidak apa ini baru permulaan, sudah aku bilang bukan kalo semuanya butuh proses tidak ada cara yang instan untuk meraih apa yang kita inginkan" ucap Alan mengingatkan sang istri pada kata-kata nya. "Kamu tidak perlu sedih lebih baik sekarang kamu bersih-bersih dan kita akan makan di luar" ajak Alan.


Vony mengangguk pelan berjalan masuk ke dalam kamar untuk menyiapkan diri sebelum ia kembali pergi dengan Alan untuk makan malam.

__ADS_1


***


Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah 🤗♥️


__ADS_2