
"Baby Aluna sangat menggemaskan Alan dia sangat lucu membuat ku tidak sabar menunggu anak kita lahir" Vony mengusap perutnya yang masih rata. "Sayang kapan kamu lahir?" kata Vony mengobrol dengan sang anak.
Memutuskan untuk pulang setelah satu jam lamanya berada di rumah sakit, di dalam mobil Alan terus menjadi pendengar yang baik saat sang istri menceritakan kegemasan nya pada anak Aleta yang baru saja lahir beberapa jam yang lalu.
"Dia pasti juga tidak sabar untuk bertemu dengan kita" jawab Alan mengusap kepala Vony yang ada di bahunya.
"Apa dia akan mirip dengan anak Aleta dan Kenzou?" tanya Vony kali ini dilayangkan untuk Alan.
"Tentu saja tidak!" ralat Alan "Orang bibit nya saja berbeda" ucap Alan kali ini dengan nada kecil.
"Kamu bilang apa?"
"Aku bilang anak kita akan lebih lucu dari yang kamu bayangkan"
"Bukannya semua bayi mukanya sama?"
Alan menggeleng cepat menyingkirkan anak rambut Vony. "Tentu saja tidak, bahkan aku yakin dia akan lebih mirip dengan mu dari pada diriku"
"Benarkah?" ucap Vony sumringah.
"Iyah sayang" jawab Alan membuat Vony langsung memeluk tubuhnya.
__ADS_1
"Sehat-sehat di dalam ya sayang sampai hari dimana mama dan papah akan bertemu dengan mu nanti"
Alan hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Vony yang langsung menyematkan nama panggilan untuk kedua nya 'Mama,Papah' terdengar geli di telinga Alan tapi bahagia untuk hatinya.
***
Pagi hari yang harus nya di sambut dengan tawa bahagia harus berubah menjadi raut kecemasan untuk Vony dimana selang setengah jam foto pemotretan nya dengan Alan kemarin di unggah, Aleta langsung menghubungi nya berkali-kali bahkan wanita itu mengirimkan pesan panjang yang hanya Vony baca tanpa berniat untuk membalasnya.
"Sayang ada apa?" tanya Salma saat Vony menuruni anak tangga secara buru-buru membuat wanita yang tengah duduk santai di meja makan menghampiri nya.
"Alan mana ma?"
"Bukannya di kamar?" Vony menggeleng tanda Alan tidak ada di kamar, matanya menyapu setiap sudut rumah tapi batang hidung pria itu saja tidak terlihat.
"Ngapain?" tanya Vony.
"Kamu itu istrinya seharusnya kamu yang tau dimana dan sedang apa suami mu sekarang bukan bertanya pada orang lain!" jawab Erlad berlalu ke kamarnya.
Melihat Erlad meninggal keduanya Vony pamit pada Salma untuk menghampiri Alan di taman belakang. Sampainya di taman belakang Vony melihat Alan tengah berolahraga menggunakan barbel berukuran sedang.
"Alan!" panggilannya setengah berteriak.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" jawabnya saat Vony telah tiba tepat di hadapannya.
"Aleta terus menghubungi ku menanyakan tentang foto yang di unggah setengah jam lalu" jelas Vony pada intinya. "Lihat dia menghubungi ku lagi" ucap Vony menunjukan layar ponselnya dimana nama Aleta tertera di sana.
"Angkat saja" suruh Alan cepat dengan nada santai.
"Bagaimana kalo dia akan memarahi ku nantinya?"
"Langsung kasih saja telfon nya pada ku kalo dia memarahi mu"
"Tapi bagaimana kalo dia tidak ingin bersahabat dengan ku lagi?"
"Aku yang akan membenarkan tali persahabatan kalian"
"Alan kenapa kamu bisa sesantai ini? apa kamu tidak memiliki rasa takut sedikitpun pada hati mu itu sekarang?" kesal Vony melihat sang suami yang malah fokus melatih otot-otot tangan nya.
Alan meletakan barbel nya beralih meraih pinggang Vony menempel pada tubuhnya yang basah karena keringat.
"Alan baju ku ikut basah!" kesal Vony saat Alan menempelkan tubuhnya pada baju basahnya itu.
"Angkat saja dan percaya pada ku kalo semuanya baik-baik saja" ucap Alan tak menghiraukan kekesalan Vony.
__ADS_1
Vony diam sejenak menatap manik mata Alan yang terlihat yakin pagi ini bersamaan dengan anggukan kecil sebagai pelengkapnya. Vony mengehela nafas panjang mengarahkan benda pipih itu pada telinga.
"AKU TUNGGU KAMU DAN ALAN DI RUMAH SAKIT SEKARANG JUGA!!!"