
Naina pergi dari tempat itu, tidak memperdulikan teriakan suaminya, Naina lalu berbalik badan dan berhadapan dengan pria itu.
"Tuan, sebenarnya apa yang harus saya lakukan?" tanya Naina
"Rawat lukaku"
"Tapi maaf tuan, bagaimana kalau tuan semakin sakit? karena saya benar-benar tidak bisa melakukan hal seperti itu"
"Ikut aku, biarkan mobilmu dibawa oleh pengawal ku"
Naina mengikuti pria itu kedalam mobilnya, mobil yang terlihat sangat mewah, Naina ragu sejenak karena walau dia wanita pemberani tapi ini sudah seperti masuk kedalam kandang harimau dengan sukarela.
"Tidak usah berfikiran buruk, aku tidak akan bisa menyentuhmu walau aku ingin" ujar pria itu, seolah tau isi hati Naina, sebenarnya Naina tidak mengerti maksudnya, Naina tetap masuk kedalam mobil.
Naina terus terdiam, dia waspada dengan keadaan sekitar, pria itu membuka jasnya dan mengendurkan sedikit dasinya lalu mengambil minum yang tersedia di mobil itu, dan mencoba menawari Naina.
"Tidak, terimakasih" jawab Naina
"Bisakah kamu membantuku?" tanya pria itu
"Tentang lukamu?" Naina tidak menjawab tetapi malah dia bertanya kembali.
"Tidak, ini hanya hal kecil, Kita sudah dewasa, kamu bahkan sudah mempunyai anak, hal seperti ini sepertinya tidak terlalu tabu dibicarakan" ujar pria itu yang semakin membuat Naina bingung, belum sempat dia meminta penjelasan, mobil itu sudah berhenti.
Mereka sampai disebuah rumah mewah, Naina disambut oleh seorang wanita yang sangat anggun dan cantik.
"Sayang, kamu yakin kali ini akan berhasil?" tanya wanita itu pada pria yang membawa Naina ketempat itu, pria itu tidak menjawab karena dia juga tidak yakin.
"Siapa namamu?" tanya wanita itu pada Naina
__ADS_1
"Naina"
"Kamu sudah tau maksud kedatangan mu kemari?"
"Tidak" jawab Naina singkat
Wanita itu mengajak Naina duduk dan mencoba menjelaskan semua, pria itu duduk disamping wanita itu, entah kenapa pria itu tidak bisa melepaskan pandangannya dari Naina.
"Suamiku impoten" sebuah pernyataan awal yang membuat Naina heran.
"Kami menikah sudah lebih dari 3 tahun, suamiku mengalami trauma psikologis karena saat dia muda, dia diculik oleh seorang wanita, wanita jahat itu berlaku lemah lembut padanya, tetapi ternyata ada maksud tersembunyi dari itu semua" wanita itu melihat kearah pria disebelahnya, seperti meminta persetujuan untuknya menceritakan tentang hal itu pada Naina, setelah pria itu tidak berkata apapun wanita itu mulai menjelaskan, Naina tidak habis pikir, kenapa hal seperti itu dibicarakan dengan orang luar.
"Suamiku dipaksa melayani wanita jahat itu, saat itu dia belum berpengalaman dan tidak mengerti apa yang terjadi, dan hanya untuk bertahan hidup dia melakukan apa yang diminta sang penculik, hampir dua minggu suamiku harus melayani wanita jahat itu, sejak hari itu suamiku trauma dengan hubungan **** dan miliknya tidak bisa bangun lagi, menurut dokter itu karena psikologis nya terganggu karena alam bawah sadarnya memberitahunya bahwa hubungan **** itu tidak menyenangkan cenderung menakutkan" wanita itu terdiam sebentar dan kembali memandangi wajah pria disebelahnya.
"Bantu kami membangunkan miliknya?" pungkas wanita itu
"Ap, apa maksudnya?" tanya Naina bingung
"Ini semua akan menjadi milik mu" ucap wanita itu.
Naina bangun dari duduknya, sudah jelas dia akan menolak, dia bukan wanita yang kekurangan uang, dan hal yang diminta pasangan yang ada didepan nya sungguh sangat tidak masuk akal.
"Kamu tidak akan rugi apapun, saat miliknya berhasil bangun, ada aku disana yang akan meneruskannya" ujar wanita itu kembali membujuk
"Apa kalian gila? ini hal besar, minta saja bantuan dokter!" teriak Naina
"Sudah, semua dokter di negara ini bahkan di negara luar sudah kami datangi, cara ini sudah kami lakukan juga dengan banyak wanita, tetapi tidak ada yang berhasil, tolonglah kami sekali saja, lagipula kamu tidak akan rugi, kita coba dulu saja" wanita itu sudah memegang tangan Naina berusaha memohon
"Kalau istrinya tidak bisa apalagi aku, ini tidak akan berhasil, lepaskan aku dan cari wanita lain" Naina tidak mau melakukan hal konyol seperti itu.
__ADS_1
"Uang ini tetap akan menjadi milik mu walau tidak berhasil, kita hanya harus mencobanya sekali" ucap wanita itu terus memohon pada Naina
"Aku tidak kekurangan uang, aku bisa mencarinya!" teriak Naina mulai frustrasi dengan keadaan yang terjadi.
"Lepaskan dia kalau dia memang tidak mau, tapi tutup mulutnya dengan baik" akhirnya pria itu bersuara
"Tidak!!" teriak wanita itu yang sudah berubah menjadi galak dan terlihat menyeramkan dengan mimik wajahnya saat ini.
"Seret perempuan ini ke kamar utama!" teriaknya memanggil para pengawal nya.
Naina waspada dan melawan orang-orang yang mendekati nya, tetapi lawan Naina terlalu banyak, akhirnya dia berhasil diseret kedalam kamar.
"Lakukan seperti saat kamu melakukan nya dengan suamimu, tidak mungkin kan kalau kamu tidak pernah melakukan hal ini?" ujar wanita tadi yang sekarang sudah memakai baju haramnya.
Naina sudah terpojok dan tidak tau harus berbuat apa, pria itu hanya diam terus memandanginya, entah apa yang ada dalam benak pria itu.
"Suamimu juga bisa melakukan ini dengan perempuan lain, kenapa kamu tidak bisa? disini kamu hanya membangunkan nya, itu juga belum tentu berhasil, kamu hanya harus mencobanya sekali, saat berhasil aku akan memasuki Istriku" ucap pria itu dengan wajah datarnya tanpa ekspresi apapun
"Aku bukan suamiku yang akan melakukan hal kotor seperti itu, sekarang lepaskan aku atau aku akan melaporkan kalian pada,, aaakkkhh!" Naina tidak bisa melanjutkan ucapan nya karena pria itu sudah mendekati nya dan menciumnya dengan paksa.
Naina mencoba melawan, tapi tenaganya kalah jauh, istri dari pria itu sudah mendekat dan melepas kan celana suaminya, lalu menciumi milik suaminya, Naina terus mengumpulkan kesadarannya, dia tidak mau melakukan hal menjijikkan ini, Naina berusaha mendorong tubuh pria itu.
Tetapi hal itu membuat pria itu lebih bersemangat lagi, dia belum pernah merasakan hal ini, entah kenapa Naina berbeda untuknya, bahkan saat pertama bertemu dia sudah terpesona dengan Naina, selama ini para wanita yang mencoba mendekatinya dan melakukan ini selalu bersikap agresif padanya yang malah membuat pria itu tidak bernafsu.
Tetapi kali ini berbeda, Naina membuatnya merasakan birahinya muncul, setelah lama terus memaksa mencium Naina, dan meremas gunung kembar Naina, tiba-tiba kejantanan nya berdiri, pria itu membelalakkan matanya dan menatap wajah Naina yang sudah penuh amarah dan tangisan.
Pria itu melepaskan Naina karena kaget dengan hal itu, membuat Naina langsung berlari keluar dari dalam kamar itu.
Naina berlari keluar setelah mengambil tas dan kunci mobilnya dimeja, dia tidak mengambil uang sepeser pun dari koper yang suami istri gila itu berikan padanya.
__ADS_1
Tidak ada yang menghadangnya, para pengawal dirumah itu seperti sudah biasa dengan pemandangan seperti itu hanya saja ini agak lain, karena biasanya wanita yang keluar dari kamar itu pasti terlihat kesal dan selalu membawa kopernya.
Naina terus berlari dan menaiki mobilnya, dia melaju kencang pergi dari tempat itu, walau tidak tau arah tujuannya, Naina hanya mencoba menjauh dari sana, entah apa yang terjadi didalam kamar gila itu.