Naina & Ningsih

Naina & Ningsih
Pernikahan Diundur


__ADS_3

Naina bangun pagi seperti biasanya, karena dia belum paham sekitaran komplek perumahan yang dia tinggali sekarang, dia tidak joging, Naina bangun tidur langsung ke dapur untuk berniat membuat sarapan.


"Nona, apa yang nona butuhkan?"


"Tidak bi Wulan, aku tidak membutuhkan apapun, aku hanya ingin membuat sarapan, bolehkah aku membuat nya?"


"Nona cukup katakan saja yang nona inginkan, kami akan membuatkan nya"


"Ada apa sayang? kenapa sepagi ini kamu sudah berada disini?" tanya Endra yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Naina dan langsung memeluknya, Naina mencoba melepaskan pelukan Endra karena malu dilihat para pelayan, walau mereka langsung menundukkan kepalanya saat Endra memeluk Naina.


"Biarkan mereka membuat sarapan untuk kita, ayo kamu cepat bersiap, hari ini kita harus menyelesaikan persiapan pernikahan kita"


"Endra, tidak bisakah kita tunda dulu pernikahan kita?" tanya Naina setelah menarik Endra jauh dari dapur, Endra menatap tajam kearah Naina.


"Apa maksud mu? kenapa kamu ingin mengundurnya?"

__ADS_1


"Sepertinya ini terlalu cepat, kita focus pada kesembuhan ayah Rayhan dulu saja"


"Sayang, ayah akan lebih cepat sembuh karena pernikahan kita"


Ucapan Endra membuat Naina sadar kalau dia tidak bisa mencari alasan lain, tetapi entah kenapa dia merasa ini terlalu cepat, Naina lalu masuk ke kamarnya untuk berganti baju dan bersiap.


Tetapi bajunya bahkan belum terpakai dengan sempurna saat Endra masuk kedalam kamar dan langsung mendekati nya, terlihat Endra yang sudah seperti sangat kelaparan dan ingin segera menerkam Naina.


"Endra jangan,, Aakkkkhhhhhh!" Endra mendorong tubuh Naina dan memojokkannya ke tembok, Endra langsung membuat tanda merah di dada Naina yang kancingnya belum terpasang semua.


"Aku begitu susah payah mengendalikan perasaanku tetapi kamu bisa tidur nyenyak dan berkata omong kosong tentang pengunduran pernikahan kita??" ucap Endra sendu.


Andai Endra tau, kalau dia juga tidak bisa tidur, Naina lalu mencium lembut Endra, berusaha menenangkan hatinya yang terus berdebar, dan juga berusaha membuat Endra tenang.


"Aku akan bersiap dulu, kamu tunggu diluar, aku akan segera selesai,, kita bisa menyelesaikan segala nya hari ini dan segera melangsungkan pernikahan, apa kamu pikir cuma kamu yang tidak bisa tidur? aku juga sama, tapi tolong kita jaga diri dulu, sebelum segala nya berada pada tempat dan waktunya" ucap Naina setelah melepaskan ciumannya, Endra tersenyum lalu mengecup bibir Naina sekilas dan bergegas keluar dari kamar.

__ADS_1


Hari ini Naina dan Endra mengunjungi Rayhan setelah berfoto untuk membuat undangan pernikahan secara digital, Rayhan memberikan sebuah kotak cincin pada Endra dan Naina.


"Ini adalah cincin pernikahan turun temurun di keluarga kita, semoga kamu menyukainya" ujar Rayhan pada Naina.


"Percepat pernikahan kalian, terimakasih Naina,,, karena bersedia menemani dan menjaga Endra dalam hidupmu" Rayhan menggenggam tangan Naina, dia sungguh merasa sangat bahagia.


"Sama-sama ayah, terimakasih juga telah mengizinkan diriku menjadi pendamping Endra"


Hari sudah mulai malam saat Endra dan Naina sampai kerumah baru mereka, seperti biasa, Endra tidak mau berpisah dengan Naina dan berharap bisa terus disisinya, apalagi besok dia harus bekerja karena ada rapat penting, seharian tadi Endra tidak bekerja karena tidak ada hal penting jadi semua bisa dikendalikan oleh Suseno, tetapi untuk rapat-rapat penting, selalu Endra yang melakukannya.


Apalagi besok dia harus rapat dengan kolega dari luar negeri yang sepertinya Endra tidak terlalu menyukainya karena biasanya kliennya membawa banyak wanita penghibur ditempat rapat nya, tetapi demi profesionalitas mau tidak mau Endra besok harus melakukan nya.


"Sayang, aku hanya akan memelukmu, aku janji" Endra masih terus berusaha supaya bisa tidur bersama dengan Naina.


"Tidak sayang ku,, byeee" Naina masuk kedalam kamar nya dan langsung menutup pintunya.

__ADS_1


__ADS_2