Naina & Ningsih

Naina & Ningsih
Perangkap Anton


__ADS_3

Naina menuju salon kecantikan nya, dia belum mau pulang kerumahnya, dia tidak ingin bertemu dengan suaminya, Naina menenangkan pikirannya dengan kejadian yang baru dia alami.


Naina melakukan perawatan di salon kecantikan miliknya untuk sekedar merilekskan tubuh dan pikirannya, dia sudah terbebani dengan masalah suaminya, sekarang dia harus bertemu dengan pria gila dan istrinya yang tidak kalah lebih gila, bagaimana bisa seorang istri membiarkan suaminya menyentuh perempuan lain di hadapannya sendiri.


"Ibu, ada tamu yang ingin menemui ibu, seorang bapak bernama Anton, waktu itu ibu meminta saya memberikan jadwal bertemu dihari ini, saat ini beliau menunggu di ruang tunggu pelayanan para tamu VIP" salah satu karyawan nya memberi laporan saat Naina sedang menikmati secangkir teh hangat setelah melakukan perawatannya.


"Baiklah, suruh tunggu sebentar" jawab Naina


Naina lalu menemui Anton, dia bersikap tenang karena dia sudah merencanakan semuanya, dia akan melakukan segalanya untuk adiknya.


"Nona Naina, kenapa melarikan diri dari ku?"


"Kenapa aku harus melarikan diri dari mu? Naina membalik ucapan Anton


"Jangan jual mahal, bukan kah kita hanya perlu membicarakan tarifnya?" ucap Anton dan mencoba mendekati Naina


"Sepertinya anda salah paham tuan, aku bukan wanita seperti itu, lihatlah tempat ini, ini adalah milikku, apa tuan pikir aku kekurangan uang?" Naina langsung berdiri dan menjauh.


"Saya hanya ingin membicarakan tentang Ningsih dengan anda, untuk itulah saya memberikan kartu nama itu, tapi sepertinya anda sudah salah paham, jadi saya luruskan sekarang, tempo hari anda memberikan baju dan kartu dengan ucapan yang meremehkan saya, saya bisa menuntut anda untuk itu tetapi mengingat hubungan Ningsih dan Putra, saya tidak akan melakukannya, sekarang saya mohon dengan hormat, anda pergi dari sini kalau tidak ada keperluan lain, saya masih banyak pekerjaan" Naina berbicara formal, lalu langsung pergi meninggalkan Anton.


Anton tersenyum meremehkan, dia tetap menginginkan Naina, dan akan melakukan apapun untuk bisa memenuhi keinginan nya, Anton pergi dari tempat itu untuk merencanakan sesuatu yang lain untuk mendapatkan Naina.


Naina sedikit gemetar didalam kantornya, melihat Anton seperti itu membuatnya sedikit gentar, tetapi nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin dia mundur saat ini.


Terdengar keributan di luar ruangannya, Naina keluar untuk memeriksa keadaan, terlihat Roni yang terus berteriak memanggil namanya, Naina mendekati nya karena tidak mau membuat para pelanggan nya tidak nyaman, Naina keluar dari salonnya agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh orang lain yang ada disana.


"Ada apa?" tanya Naina


"Pulang sayang, kamu masih mempunyai suami" ujar Roni sambil memegang tangan Naina.

__ADS_1


"Suami kamu bilang? aku terbiasa melakukan hal yang sama persis dengan apa yang aku terima, bahkan aku akan membalas lebih untuk hal itu, kamu baik padaku maka aku akan lebih baik, jadi kalau kamu berselingkuh dariku, kamu pasti paham apa yang akan aku lakukan" jawab Naina lalu menghempaskan tangan suaminya


"Naina, jangan seperti ini, aku tau aku salah"


"Kenapa memang nya? apa kamu puas melakukan itu dengan wanita lain? atau apa ternyata aku lebih menggairahkan hingga kamu tidak mau melepaskan diri ku?"


"Sayang, aku melakukan dengan wanita lain karena terpaksa" Roni masih terus membela diri


"Kamu terpaksa? kamu tersenyum senang sambil berpelukan dengan wanita itu dan sekarang kamu bilang terpaksa?"


"Naina sayang,,,"


"Stop Roni, jangan panggil aku seperti itu, pulanglah kerumah selingkuhan mu, sekarang aku akan kembali bekerja, tunggu surat cerai dariku" ucap Naina lalu berniat pergi dari sana, tetapi Roni berusaha memeluknya, Naina memberontak dan mendorong Roni.


"Roni lepas, kembalilah pada wanita itu, bukan kah dia sedang mengandung anakmu"


"Kamu sangat egois, baiklah kalau itu mau kamu, aku akan mencari pria lain untuk tidur dengannya agar kita impas baru setelah itu kita kembali bersama" jawab Naina tidak bisa lagi menahan tangisannya, Naina mendorong Roni dengan kuat, lalu berjalan cepat memasuki salon, Roni tidak mengejar lagi, dia hanya mengacak rambutnya frustasi lalu pergi dari sana.


Sekuat tenaga Naina bertahan, tetapi dia menangis juga pada akhirnya karena masalah yang terus datang padanya, dia menghubungi Tari untuk datang ke salon nya, Naina ingin bercerita dan curhat pada sahabatnya itu, tetapi tidak seperti biasanya, Tari seolah tidak mau bertemu Naina padahal biasanya dia akan langsung datang saat Naina memanggilnya.


"Ibu Naina, ada telepon untuk ibu" karyawan Naina memberikan ponsel kantor untuk naina


"Hallo, dengan siapa saya berbicara?" tanya Naina pada sang penelepon


"Datang ke hotel mawar kalau tidak mau terjadi apapun pada temanmu" ujar sang penelepon


"Apa mau mu Anton dan siapa yang kamu maksud!?" teriak Naina, dia sudah paham bagaimana suara Anton.


"Naina, jangan kesini!" teriak suara seorang wanita yang tidak lain adalah Tari, tentu saja Naina sangat kaget, tidak mungkin dia tidak menolong sahabatnya.

__ADS_1


"Datang sendiri Naina, karena ada yang mengawasi mu, kalau sampai kamu datang dengan orang lain, saat itu juga teman mu ini akan mati"


Belum sempat Naina menjawab, panggilan telepon itu telah terputus, Naina panik dan langsung bergegas menuju tempat dimana Tari disekap.


Naina sampai ditempat itu, terlihat Tari yang sudah tidak berpakaian lengkap dan wajahnya babak belur berdarah-darah, Naina langsung memeluknya.


"Naina, cepat lari dari sini, orang ini adalah predator wanita, dia akan menyakitimu, cepat lari!" teriak Tari histeris, dia tidak mau Naina mengalami hal buruk seperti yang terjadi padanya.


"Nona Naina tersayang, akhirnya kamu datang juga, sudah siapkah kamu menerima kehangatan ku? kamu tidak perlu khawatir, karena aku akan membuatmu puas sampai pagi,, hahaha"


"Apa yang kamu lakukan pada temanku!?" teriak Naina


"Apa kamu tidak tau siapa dia?" tanya Anton


"Dulu dia dengan sukarela menyerahkan tubuhnya padaku, sekarang berani menolak ku, dia sudah aku buat puas, lihat saja dia yang lemas seperti itu"


"Apa kamu gila?!" teriak Naina


"Tentu saja aku gila, aku gila pada kemolekan tubuh para wanita, bukankah seharusnya kalian bangga"


"Ternyata kamu sangat menjijikkan, aku tidak sudi adikku menikah dengan anakmu!"


"Kenapa sayang? biarkan dia menikah dengan anakku, biar setiap hari aku bisa memakainya dengan leluasa"


"Kurang ajar, ternyata kalian keluarga maniak yang tidak tau norma"


"Sudahlah Naina sayang, jangan terlalu banyak berbicara, cepat datang dan merangkak padaku, kamu tidak mau aku memaksamu kan?" ujar Anton yang sudah membuka baju dan celananya dan hanya menyisakan celana pendeknya.


Naina ketakutan, dia tidak menyangka kalau bukan Anton yang masuk perangkapnya melainkan dia yang masuk dalam perangkap Anton, Tari mencoba melindungi Naina, tetapi dia kalah tenaga, Naina berhasil diseret oleh Anton menuju Ranjang.

__ADS_1


__ADS_2